Presiden Imbau Agar Pers Hindarkan Black Campaign

JAKARTA (titik0km.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau insan pers untuk tidak melakukan black campaign menjelang Pemilu 2014. Menurut Presiden, walaupun kecil (hanya sekitar tiga persen) black campaign  akan mengganggu proses pemilu.

Presiden SBY, seperti yang dikutip dalam rilis Setkab RI, “Jangan menyampaikan berita sesuatu yang tidak ada tetapi diada-adakan oleh pers. Kalau negative campaign, ok. Misalnya: pers punya kewajiban memberitakan seluruh informasi sesuai dengan keadaan sebenarnya. Yang baik dia katakan baik sebaliknya yang buruk dikatakan buruk,” kata Presiden SBY ketika  menerima pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Senin (27/1), yang melaporkan persiapan peringatan Hari Pers Nasional 2014, di Kantor Presiden, Jakarta.

Ketua Umum PWI Pusat Margiono  mengatakan, dia melaporkan kesiapan pelaksanaan Hari Pers Nasional yang rangkaiannya dimulai sejak 1 Februari hingga 10 Februari 2014. Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2014 rencananya akan dilaksanakan di Benteng Marlborough, Provinsi Bengkulu pada 9 Februari 2014. Peringatan HPN juga bertepatan dengan 300 tahun  benteng  peninggalan Inggris itu berdiri. Presiden SBY dijadwalkan akan menghadiri puncak peringatan tersebut sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Mendampingi Ketua Umum PWI, antara lain Anggota Dewan Pers Ninok Leksono, Ketua Dewan Penasihat PWI Tarman Azzam, anggota Dewan Kehormatan PWI Ishadi SK, Ketua Dewan kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang, Sabam Siagian, Sekretariat Tetap Konfederasi Jurnalis ASEAN Akhmad Kusaeni, Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah dan sejumlah tokoh lainnya.

Sementara Presiden Yudhoyono saat itu didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Menkominfo Tifatul Sembiring.

Margiono mengatakan, Hari Pers kali ini mencakup dua target terkait kepentingan  pers, yakni  PWI akan melaunching pusat pendidikan dan pelatihan wartawan se-ASEAN yang berpusat di Palembang.  Selain itu, PWI juga akan melaunching berdirinya perpustakaan pers nasional.

Sementara Gubernur Provinsi Bengkulu menyampaikan kegembiraan pemerintah dan masyarakat Bengkulu terkait dengan rencana kehadiran Presiden dalam Hari Pers Nasional.  Gubernur Bengkuli melaporkan kepada Presiden terkait rencana pembangunan beberapa proyek di Bengkulu dengan total nilai Rp 8,5 triliun, seperti, proyek pembangunan/pelebaran jalan Lubuk Linggau-Bengkulu, sebagai satu-satunya jalan evakuasi bencana. Relokasi bandara Fatmawati Soekarno ke kawasan PTPN VII karena kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk diperluas. Selanjutnya, akan dibangun jalan atau pelebaran jalan nasional lintas barat (Bengkulu-Padang) yang rawan abrasi.

Sedangkan untuk proyek yang lain adalah pembangunan Sistem Pembangunan Air Minum (SPAM), yang memanfaatkan air limpahan Sungai Musi, yang akan mengairi 3 kabupaten di Bengkulu.  Proyek lainnya yaitu proyek pembangunan infrastruktur irigasi pertanian, pembangunan rumah sakit evakuasi bencana juga akan segera dibangun di Bengkulu. Terakhir, proyek railway, pembangunan jalur kereta api untuk angkutan batubara Bengkulu-Muara Enim. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: