Dari Sini Semua Berawal

Presiden Jokowi : Bupati Masa Kini Jangan Hanya Rutinas, Monoton dan Linear

Presiden Jokowi : Bupati Masa Kini Jangan Hanya Rutinas, Monoton dan Linear

JAKARTA (titik0km.com) – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan Kepala Daerah atau Bupati dan Walikota saat ini seharusnya tidak melakukan kinerja berkutat pada rutinitas, cenderung monoton dan linear dalam roda pemerintahan. Namun pemerintah daerah diminta untuk fokus dalam membangkitkan potensi masing-masing daerah untuk menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin pesat. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Expo 2017 di Hall Utama Jakarta Convention Center (JCC).

Tidak hanya mendorong soal kinerja pemerintah daerah, Presiden Joko Widodo juga membeber kondisi perkembangan zaman dan teknologi saat ini. “Saat ini, pemerintah daerah harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, dunia ini sangat cepat sekali bergerak. Coba lihat di internet, browsing di-google, kita sekarang bisa bertanya apa saja bisa ke situs tersebut, juga minta menunjukkan restoran padang misalkan, tanya hotel, maka akan dijawab jelas disana,” tutur Presiden Joko Widodo.

Dia juga menyampaikan, jika pemerintah daerah tidak antisipasi, maka kita bisa ditinggal. “Bicara transportasi dan hiperloop, kini sudah lewat kendaraan dan trowongan khusus. Belum lagi perkembangan ruang angkasa, bicara mobil masa depan seperti tesla, jadi kita sekarang persiapkan diri betul-betul dengan perubahan yang cepat seperti sekarang ini. Perkembangan yang pesat ini akan datang ke negara kita. Kalo kita tidak antisipasi, maka kita akan hanya jadi pasar dan tidak dapat apa apa,” ujarnya. Menurutnya, saat ini tugas pemerintah yakni segera menyiapkan sumberdaya manusia untuk menyesuaikan dengan perubahan teknologi dan perkembangan zaman. “Kalo tidak, kita hanya akan dijadikan pasar Saja, dan tidak dapat untung apa. Soal perikanan, kita hanya bicara cangkrang trowl. Tapi sekarang dunia sudah mulai offshore aqualculture. Liat saja negara lain yang sudah mulai itu, tiru saja, baru kemudian dimodifikasi sambil jalan.

Jadikan partner sambil kita belajar, jangan pakai cara konvensional,” katanya.

–Efisien dan Produktif Saja Tidak Cukup–

Dia juga menyampaikan, jika dahulu kabupaten dan kota untuk bisa bersaing hanya cukup dengan dua efisien dan produktif. “Tapi sekarang, itu tidak cukup, butuh lebih dari itu. Sekarang harus punya tiga hal, inovasi dalam segala hal,

kreatifitas yang terus menerus, dan entreperenursip. Tiga hal itu kewajiban daerah untuk disiapkan, agar kita bisa bersaing. Tiap kali saya bertemu presiden

di luar negeri, kami selau membahas perubahan yang sangat cepat itu,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo juga menerangkan, pada generasi mendatang atau lima tahun lagi, sebutlah Generasi Y akan mendrive masuk pasar dan bisa memegang dan mengendalikan perubahan. “Landscap ekonomi politik pasti akan berubah, maka diperkirakan Generasi Y ini akan mampu menguasai pasar. Gen ini tidak akan baca koran, tidak akan liat televisi, tapi akan liat lewat smartphone,” terangnya.

Dia juga menambahkan, perubahan itu memerlukam antisipasi dan persiapan yang begitu cepat. “Daerah perlu siapkan ini, tidak akan bisa dibendung, ini pasti akan datang. Soal perizinan cepat itu sudah harus di semua daerah, jangan sampai berbulan-bulan, kita harus bicara jam dan hari. Kalau tidak, maka kita akan ditinggal,” terangnya.

Yang memprihatinkan kata Presiden Joko Widodo yakni dirinya masih mendengar, ada daerah masih ada perizinan yang lama. “Ini bupati ngerti apa tidak, izin itu ya hitungan hari, kalo lebih seminggu, ya akan ditinggal kalo lama. Cepat sekali perubahan ini,” ujarnya. Disela-sela pidato, Presiden Joko Widodo juga

berkelakar agar kondisi tidak terlalu tegang.

“Ini kok diem, diemnya apa kok, saya tidak tahu apa mikir menyiapkan perubahan atau gimana ?,” sindirnya disambut gelak tawa hadirin. Dia berharap bupati-bupati ketika pulang dari Expo Apkasi 2017 nanti juga akan menyiapkan perubahan yang lebih baik dan bisa melakukann loncatan bersama dan bersaing dengan negara lain. “Sumberdaya manusia kita tidak kalah, harus bisa bersaing. Daerah harus membangkitkan masing-masing. Harus fokus, penggunaan anggaran harus fokus apa yang menjadi potensi daerah, jangan dibagi rata ditiap dinas, kuno banget itu,” katanya. Diakhir pidato, Presiden Joko Widodo menitipkan kondisi saat ini yakni soal panggung politik nasional yang masih didominasi jiwa-jiawa yang kosong dan kering. “Kita butuh jiwa yang mulia, moralitas yang baik, akan budi yang baik. Itu untuk mengantarkan Indonesia yang maju dan sejahtera,” tandasnya.

–Apkasi Expo 2017, Untuk Menumbuhkembangkan Entrepreneur Daerah Hadapi

Persaingan Global

Sementara Mardani H Maming Ketua Umum menyampaikan, Apkasi Expo 2017 merupakan Even Pameran Tahunan Apkasi yang telah berlangsung selama 13 kali. “Kegiatan ini menjadi pengganti Apkasi International Trade and Investment Summit (AITIS)/Indonesia Investment Week dan merupakan upaya Apkasi dalam rangka ikut mensukseskan program pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah melalui perdagangan, pariwisata dan investasi,” kata Mardani yang juga Bupati Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain pameran dan business matching, even tahunan ini juga akan menggelar Semiloka peningkatan kapasitas terkait dengan peningkatan perdagangan dan investasi. Even ini dihadiri lebih dari 10.000 pengunjung potensial setiap tahunnya yang berasal dari kalangan pelaku usaha dan investor dalam dan luar negeri. Apkasi Otonomi Expo 2017 yang diikuti ratusan pemerintah kabupaten ini dapat menjadi sarana strategis bagi para peserta untuk mendapatkan akses perdagangan dan investasi yang lebih luas. Sedangkan Bupati Jember dr Hj Faida, MMR menyampaikan, pidato Presiden Joko Widodo sangat bagus sekali dalam mendorong optimisme pemerintah daerah dalam membangun dan mengembangkan potensi daerah. “Kita ikut maramaikan even Apkasi Expo 2017 dengan mendisplay produk unggulan lokal Jember seperti kopi Kahyangan dan lainnya, cokelat, rokok BIN, batik, kerajinan tangan, makanan camilan khas, air mineral Hazora serta produk unggulan Jember lainnya. Booth kita di Expo tadi ramai sekali pengunjungnya, ada talent dari JFC juga ikut di acara ini dan menarik pengunjung,” kata Bupati Faida. Dalam even nasional ini, Bupati Faida juga mengerahkan dua Direktur BUMD untuk ikut serta antara lain Haryanto Direktur PDP Kahyangan dan Adi Setiawan Direkur PDAM, Plt Sekda Mirfano, Kadisperindag M Maruf, Kadispariwisata Arief Cahyono, Kabag Hukum Ratno serta pejabat lainnya yang turut dalam melancarkan transaksi perdagangan potensi daerah. Dalam kesempatan itu, booth Pemkab Jember memang lokasinya yang strategis berdekatan dengan panggung utama, menjadikan banyak pengunjung seperti salah seorang Duta Besar Peru, konsulat Swedia, serta investor dari berbagai daerah untuk berbincang tentang potensi daerah dari Jember yang bisa diperdagangkan dan menarik kepariwisataan secara nasional.

Selain itu booth Pemkab Jembe juga mengerahkan tiga barista kopi andalan yang ternyata dalam even itu juga mampu menarik para pengunjung untuk menikmati sajian racikan kopi khas Jember dari berbagai macam merk. Uniknya, dalam suasana menikmati kopi, para pengunjung dengan leluasa membuka obrolan santai soal potensi perdagangan, pariwisata dan investasi. Expo yang bener-bener keren.

Laporan Laporan dari Apkasi Expo 2017, Jakarta Convention Center.

Oleh : PJ Moko, Freelance Journalist.

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *