Program Comdev Universitas Jember Terbaik Dalam Indonesia MDGs Award 2012

IMA3JEMBER (titik0km.com) – Rasa gembira bercampur haru dan setengah tidak percaya dirasakan tim  Universitas Jember saat program Community Development (Comdev) Universitas Jember dalam membina petani Kopi di Desa Sido Mulyo, diumumkan sebagai pemenang Indonesia MDGs Award (IMA) 2012 untuk kategori peserta Organisasi Pemuda kategori Pendidikan. Pengumuman sekaligus penganugerahan hadiah bagi para pemenang IMA 2012 dihadiri langsung oleh Presiden SBY dan dilaksanakan di Hotel Conrad, Bali (26/3).

Anugerah IMA 2012 ini menjadi pengakuan bahwa Universitas Jember mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya yang ada di sekitar Jember. “Kita memang tidak ingin penelitian yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa berhenti di tataran publikasi ilmiah saja, namun harus dapat dirasakan oleh masyarakat juga. Tekad kita Universitas Jember for Indonesia melalui berbagai penelitian yang memiliki kontribusi langsung bagi masyarakat,” jelas Rektor Universitas Jember yang menerima anugerah IMA 2012 dari mantan Menteri Lingkungan Hidup, Emil Salim.

Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh stake holders yang turut membantu program comdev di Desa Sido Mulyo. Untuk diketahui, program comdev Universitas Jember di sokong oleh berbagai pihak antara lain Puslit Kopi dan Kakao, PTPN XII, Dinas Koperasi, Dinas Perkebunan dan Dinas Pertanian Kabupaten Jember serta pihak perbankan seperti Bani Indonesia, Bank Jatim dan Bank Syariah Mandiri.

Menurut Dr. Indarto, DEA, sebenarnya para anggota tim comdev Universitas Jember tidak menyangka akan mendapatkan predikat terbaik, pasalnya program yang diusung oleh para nominator lainnya semuanya bagus. Beberapa program bahkan mendapatkan sokongan dana yang cukup besar dari beberapa perusahaan multinasional. “Tapi Alhamdulillah ternyata para juri memutuskan kita yang terbaik,” kata dosen Fakultas Teknologi Pertanian ini.

Keikutsertaan program comdev Universitas Jember dalam Indonesian MDGS Award sudah dirintis semenjak  beberapa tahun lalu, namun baru diikutsertakan untuk penilaian tahun 2013. Sebagai informasi kegiatan IMA menitikberatkan pada program yang sudah mempunya dampak nyata terhadap masyarakat.

Program comdev Universitas Jember untuk para petani Desa Sido Mulyo Kecamatan Silo dimulai tahun 2008. Berawal dari keprihatinan saat mengetahui kondisi para petani kopi yang terjerat ijon. Akhirnya Universitas Jember melalui  melalui satuan tugas I-MHERE (Indonesia – Managing Higher Education for Relevance and Efficiency) turun tangan membina para petani kopi.

“Program comdev ini melibatkan Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian sebagai pembina. Fakultas Pertanian melalui Jurusan Agribisnis membantu para petani kopi di Desa Sido Mulyo dalam bidang pemasaran, pembentukan koperasi serta peningkatan kemampuan manajerial para petani. Sementara Fakultas Teknologi Pertanian melalui Jurusan Teknologi Hasil Pertanian dan Teknik Pertanian memberikan teknologi pemrosesan kopi beserta alat-alatnya,” jelas Djoko Soejono, SP., MP yang juga koordinator comdev.

Aktivitas comdev yang dilaksanakan antara lain melaksanakan berbagai pelatihan, menerjunkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja, berbagai penelitian, pengenalan sistem kopi olah semi-basah, pembangunan networking dan akses dana serta pendirian Koperasi Buah Ketakasi pada tahun 2009.

Hasil comdev Universitas Jember ternyata menunjukkan hasil nyata. Indikatornya antara lain jika semula petani menjual kopi secara gelondongan kini mereka mengolah sendiri sampai menjadi kopi bubuk. Dari data Koperasi Buah Ketakasi, tahun 2012 lalu ada 320 ton kopi yang diolah dimana 280 ton untuk pasar ekspor. “Koperasi Buah Ketakasi kini mengelola simpanan wajib sebesar 147 juta rupiah lebih,” jelas Suwarno Ketua Koperasi Buah Ketakasi Desa Sidomulyo.

Indikator lain hasil comdev Universitas Jember yang juga tak kalah penting adalah makin meningkatnya kesejahteraan para petani kopi Desa Sido Mulyo. Hal ini terlihat dari makin berkurangnya penerima jatah beras miskin (raskin) yang di tahun 2008 tercatat ada 1043 keluarga, namun di tahun 2010 berkurang menjadi hanya 991 keluarga. Sementara pada tahun 2012 tinggal 709 keluarga saja yang masih menerima jatah raskin. “Jumlah anak muda Desa Sido Mulyo yang kuliah juga naik, jika di tahun 2010 ada 15 orang yang masuk ke perguruan tinggi, di tahun 2012 bertambah jadi 25 orang,” jelas Suwarno lagi.

Rencananya, comdev Universitas Jember akan mengembangkan Desa Sidomulyo sebagai Desa Wisata. “Desa Sido Mulyo memiliki potensi di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan. Sekarang kita sudah mengembangkan perkebunan buah apokat, peternakan kambing ettawa untuk diambil susunya serta peternakan ayam potong. Peternakan ini dibuat terintegrasi dimana kandangnya dibangun di pinggir kebun kopi sehingga kotorannya bisa dijadikan pupuk,” urai Djoko Soejono yang dosen di jurusan Agribisnis lagi.

IMA1Desa Sido Mulyo juga akan berfungsi sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa, dosen dan petani untuk belajar. Termasuk menjadi sarana wisata edukasi bagi masyarakat umum yang ingin tahu mengenai perkebunan dan pengolahan kopi, kebun apokat serta peternakan kambing ettawa dan ayam potongnya. “ Saat ini ada kawan-kawan petani kopi dari Desa Panti Jember yang tengah belajar mengenai pengelolaan kopi olah semi-basah di Desa Sido Mulyo,” tutur Djoko Soejono. (ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: