Punya Mimpi Bangun Desa Mandiri Dan Berdikari

JEMBER (titik0km.com) – Mempertahankan keragaman budaya adalah perjuangan demokrasi yang cukup mendasar. Paling tidak itulah yang diyakini oleh Iwan Kusuma, bapak 4 anak ini cukup sadar bahwa kebhinekaan Indonesia yang berlangsung cukup panjang adalah anugerah Tuhan yang Maha Esa.

Saat ditemui titik0km.com, dirumahnya di bilangan jl. Letjen Suprapto g.16  Jember, Iwan Kusuma atau sering disapa ‘ndut‘ ini, mengungkapkan banyak sekali tentang daya toleran dan keguyuban masyarakat pedesaan melalui gotong royong-nya. “Masyarakat pedesaan kita sebetulnya sudah sangat mandiri, apabila pemerintah dan wakil rakyat fokus untuk memperjuangkan kepentingan rakyat di sektor ekonomi dan sosial serta budaya,” jelas Iwan Ndut Kusuma kepada titik0km.com sore itu.

Dengan latar belakang yang kuat berkiprah di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat, SD Inpers Jember dan dengan berbekal puluhan tahun bergumul dengan petani di dan persoalannya, tak heran Iwan Ndut Kusuma bisa bertutur lancar tentang apa yang salah dan benar dalam pembangunan pertanian di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Menurut Iwan Ndut Kusuma, Masalah yang paling pelik adalah kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan, dimana masyarakat pedesaan banyak sekali tergantung dari tiga sektor tersebut, “Aspirasi rakyat, saya kira sudah tergambar jelas di tiga sektor itu, kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan, jika mau jujur penguatan masyarakat pedesaan melalui 3 sektor tersebut akan mampu mendorong desa-desa ke arah yang mandiri secara ekonomi, akan mampu menjaga kebhinekaan melalui toleransi dan gotong royong yang sudah menjadi tradisi masyarakat pedesaan di Indonesia,” papar Iwan Ndut Kusuma, yang mengaku sangat terinspirasi dengan Soekarno dan buku “Di Bawah Bendera Revolusi” karya Presiden pertama RI tersebut.

Lulusan Fakultas Sastra Universitas Jember tersebut memang dikenal seorang aktivis sejak duduk di dunia kampus. Mengaku pernah aktif di kegiatan kesenian di Universitas Jember juga aktif di organisasi ekstra kampus GMNI ini, aktifitas kesehariannya bertani dan terkadang juga membantu mengadvokasi petani ini, sekaligus juga mengelola sebuah lembaga konsultan dan trading provider untuk hasil bumi petani.

Mengenai kiprahnya dalam dunia politik, Iwan Ndut Kusuma yang juga merupakan salah satu calon legislatif dari propinsi Jawa Timur dari  Partai Kesatuan Keadilan Indonesia (PKPI) untuk dapil IV Jember-Lumajang, beranggapan bahwa kesadaran politik rakyat adalah identik dengan demokrasi politik yang mengatur pembagian dan pembatasan kekuasaan politik, “Di Indonesia telah diatur kekuasaan politik berdasarkan konstitusi, jadi tinggal mengikuti aturan yang ada. Karena hakekat politik adalah seni untuk mencapai kekuasaan secara politik dengan bertujuan ke arah yang lebih baik, lebih beretika, lebih beradab dan pada akhirnya mengangkat martabat rakyat itu sendiri,” paparnya lugas.

Pria 44 tahun ini memang punya angan membangun desa yang mandiri ini  memang bertekad untuk maju menjadi calon legislatif untuk membangun desa menjadi lebih mandiri dan berdikari, “Jika desa sudah sejahtera, melalui kemandirian dan berdikarinya sebuah desa, saya yakin keluh kesah harga pangan yang kadang menjengkelkan para ibu, akan segera teratasi. Apalagi Jember dan Lumajang adalah salah satu sentra pertanian Indonesia,” pungkas Iwan Ndut Kusuma menutup jagongan sore itu. (ias)

Iwan Kusuma Calon Legislatif Propinsi no. 1 Dapil 4 Jember Lumajang berangkat dari PKPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: