Redenominasi

Oleh : Agus Susanto

JEMBER (titik0km.com) – Beberapa pekan terakhir ini kata-kata redenominasi kembali mencuat keras. Banyak juga yang mempertanyakan apa sih itu redenominasi? Apa bedanya dengan pemotongan uang atau disebut Sanering?

Di berbagai seminar tentang properti yang saya datangi, ada kata-kata redenominasi disampaikan untuk sekadar mengingatkan bahwa investasi di bidang properti lebih menjanjikan di banding memegang uang.

Harap diingat kata pembicara-pembicara top di seminar itu, tahun 2013, Bank Indonesia sudah siap melakukan pemberlakuan redenominasi ini. Biasa rasa waswas, rasa ketakutan akan muncul seiring dengan suatu kebijakan publik.

Apakah benar yang terjadi nanti bahwa kalau redenominasi itu dilakukan maka yang terjadi adalah uang saudara akan dipangkas habis. Bayangkan kalau saudara hari ini mempunyai uang 10.000 (sepuluh ribu rupiah), maka waktu redenominasi akan menjadi Rp 10 (sepuluh rupiah).

Hal-hal seperti ini yang sangat menghantui para pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya. Beberapa hari ini, saya mencoba mencari tahu apakah redenominasi ini akan benar-benar meresahkan masyarakat? Berbagai kalangan sudah saya datangi untuk meminta data akurat tentang redenominasi, ucapan terima kasih saya berikan kepada Pimpinan Bank BCA Bapak Bambang Kuncoro untuk info seputaran redenominasi yang saya rangkum dengan beberapa catatan dari berbagai media.

Apa itu pengertian redenominasi? Menyederhanakan denominasi atau pecahan mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Contoh uang Rp 1.000 menjadi Rp 1. Patut juga dicatat hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat tidak berubah.

Apa juga pengertian Sanering? Pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Hal yang sama tidak dilakukan pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat menurun.

Apa dampak bagi masyarakat? Pada redenominasi, masyarakat tidak dirugikan karena daya beli tetap sama. Sedangkan pada sanering masyarakat banyak dirugikan karena daya beli turun drastis.

Apa tujuan dilakukan redenominasi? Hal ini dilakukan bertujuan menyerderhanakan pecahan uang agar lebih efisien dan nyaman dalam melakukan transaksi. Tujuan berikutnya adalah mempersiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan negara regional.

Apa tujuan dilakukan sanering? Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar akibat lonjakan harga-harga. Dilakukan karena hiperinflasi yaitu inflasi yang sangat tinggi.

Apa yang terjadi dengan nilai uang terhadap barang-barang? Pada redenominasi nilai uang terhadap barang tidak berubah, karena hanya cara penyebutannya dan penulisan uang saja yang disesuaikan. Kalau pada sanering, nilai uang terhadap barang berubah menjadi lebih kecil, karena yang dipotong adalah nilainya.

Situasi dan kondisi yang dilakukan pada redenominasi adalah saat kondisi makro ekonomi stabil. Ekonomi tumbuh dan inflasi terkendali. Kalau sanering dilakukan dalam kondisi makro ekonomi tidak sehat dan terjadi hiperinflasi atau inflasi yang sangat tinggi.

Rencana pemerintah melakukan redenominasi memerlukan waktu panjang, mengingat beberapa tahapan perlu dilakukan mulai dari sosialisasi, masa transisi, penarikan rupiah lama dan menghilangkan kata “baru” di mata uang.

Masa transisi akan dilakukan mulai tahun 2013 hingga 2015, dimana nanti harga-harga barang harus mencantumkan dua harga. Misalkan harga barangnya Rp 10.000 maka harus ditulis Rp 10.000/Rp 10.

Juga dalam masa transisi ini akan diterbitkan 2 jenis uang yang diterbitkan oleh Bank Indonesia yaitu Rupiah lama dan rupiah baru. Penarikan rupiah lama secara perlahan dilakukan di tahun 2016-2018. Dan kata “baru” di mata uang akan dihilangkan di tahun 2019.

Semoga tulisan ini membantu saudara semua di dalam hal pengertian redenominasi dan juga dalam rangka membantu Bank Indonesia menjelaskan kepada masyarakat luas. (*)

Agus Susanto adalah Ketua Ikatan Pengusaha Jember (IPJ).

One thought on “Redenominasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: