Rekayasa Arus Lalu Lintas Sekitar Pasar Tanjung

JEMBER (titik0km.com) – Rekayasa arus jalan kembali dilakukan di pusat kota Jember. Kali ini Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melakukan uji coba rekayasa arus lalu lintas di sekitar kawasan pasar Tanjung, setelah pelaksanaan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) terhitung mulai hari Selasa (16/9).

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas (Lalin) Dinas Perhubungan Jember Gatot Triyono mengatakan bahwa rekayasa arus lalu lintas di sekitar kawasan Pasar tanjung ini dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat untuk menjangkau pasar Tanjung.

Selain itu, sambungnya, rekayasa arus lalu lintas ini juga dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan Trunjoyo. Pasalnya, jalan Trunojoyo merupakan akses jalan utama menuju pasar Tanjung, maupun menuju kawasan kota dan keluar k ota Jember.

“Kita mengupayakan masyarakat yang berasal dari kawasan barat kota Jember bisa langsung masuk ke kawasan pasar Tanjung maupun Pertokoan di Johar Plaza, tanpa harus memutari kota Jember terlebih dahulu,” ujar Gatot.

Menurutnya, beberapa warga masyarakat dari kawasan barat kota Jember, sebelumnya harus melintasi kawasan kota Jember terlebih dahulu sebelum memasuki kawasan pertokoan Johar Plasa dan Pasar Tanjung. Warga harus melintasi jalan Sultan Agung, Alun-alun, jalan A Yani, dan jalan Trunojoyo, sebelum mencapai Pasar tanjung maupun Johar Plaza. “Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, maka warga bisa langsung masuk ke jalan Samahudi dari jalan Sultan Agung. Jadi tidak lagi harus memutari alun-alun jalan jalan Trunojoyo,” papar Gatot.

Menjawab pertanyaan wartawan, Gatot mengatakan bahwa sepanjang jalan Wahidin yang sebelumnya dipenuhi oleh PKL kini menjadi akses jalan masuk menuju pasar Tanjung dari arah jalan Trunojoyo. “Jadi sekarang ada dua akses jalan masuk menuju pasar Tanjung,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, jalan Wahidin juga menjadi lokasi bongkar muat barang pedagang pasar Tanjung, serta areal parkir. “Dalam uji coba rekayasa lalin ini, tidak ada lagi bongkar muat barang di badan jalan, tetapi kita tempatkan di satu lokasi yang dahulunya merupakan lokasi parkir roda dua,” kata Gatot. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: