Rela Jemput Pasien Berjarak 40 Kilometer

pkk tempurejo antar pasienJEMBER (titik0km.com) – Keterlibatan ibu-ibu PKK dalam Sinergi Aksi Kemanusiaan benar-benar sangat besar. Salah satunya bisa dilihat saat PKK Tempurejo ikut mengawal peserta operasi katarak gratis di RS Bina Sehat, Minggu (3/3) lalu. Bahkan, Camat Tempurejo Drs. Gatot Suhariyono MSi yang juga pembina tim penggerak PKK beserta Istri Hanifah selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Tempurejo turun langsung ke lapangan guna memberikan support kepada warganya yang hendak melakukan operasi katarak.

Ditemui di sela-sela kunjungannya pada pelaksanaan operasi katarak di RS Bina Sehat, Hanifah mengatakan, pihaknya sangat merespons dan mendukung kegiatan aksi kemanusiaan yang dilaksanakan RS Bina Sehat Jember tersebut.

Dia mengaku sangat senang dapat ikut membantu warganya yang tidak mampu untuk ikut operasi gratis. “Menurut saya, kegiatan semacam ini sangat positif karena dapat membantu masyarakat tidak mampu yang tidak memiliki biaya untuk melakukan operasi,” katanya.

Dari beberapa Desa yang ada di wilayah Kecamatan Tempurejo, kata dia, sebenarnya ada 36 warga yang mendaftar ikut kegiatan opeasi gratis ini. Namun setelah dilakukan screening, ternyata hanya 22 warga yang dinyatakan lolos dan dapat dilakukan tindakan operasi.

“Sambutan masyarakat sebenarnya cukup besar terhadap aksi kemanusiaan ini. Namun kita paham memang tidak semua yang kita kirim pada waktu screening benar-benar menderita katarak,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, peran ibu-ibu PKK sangat dibutuhkan untuk memberi informasi yang benar dan wawasan yang luas kepada peserta untuk bisa memahami bahwa tidak bisa melihat bukan berarti pasien menderita katarak. “Namun karena penyakit mata lainnya yang harus segera dilakukan pengobatan mata lebih lanjut di Puskesmas atau sarana kesehatan terdekat lainnya,” tegasnya.

Dia menambahkan, PKK Kecamatan Tempurejo mendukung aksi kemanusiaan ini dengan senantiasa berkoordinasi dengan jajaran Koramil setempat. Dengan demikian diharapkan kedua lembaga tersebut dapat bersinergi dalam mensukseskan kegiatan aksi sosial kali ini. Di samping itu, lanjut dia, peran dari pada dasawisma di tiap-tiap Desa juga dimaksimalkan dalam mendukung program ini.

Ini mengingat, kata dia, wilayah Tempurejo relatif luas sehingga komunikasi yang dilakukan dasawisma di Desa diupayakan terus dilaksanakan. Dikatakan, peserta yang mengikuti operasi gratis tersebar merata, bahkan ada yang untuk menjangkau daerah tersebut harus melewati gunung.

“Ada dua warga kami,  yaitu Bapak Umlah usia 69 tahun dan Bapak Tob  usia 62 tahun, berasal dari daerah terpencil yaitu dari dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo. Untuk sampai ke RS Bina Sehat harus menempuh jarak lebih dari 40 Kilometer,” ungkapnya menceritakan.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Drs. Gatot Suhariyono, M.Si, Camat Tempurejo berharap bahwa kegiatan aksi kemanusiaan semacam ini dapat terus dilakukan setiap tahunnya. Menurut dia ,kegiatan semacam ini sangat bagus terutama dalam membantu masyarakat yang tidak mampu. “Semoga kegiatan operasi gratis ini dapat terus berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya,” katanya. (fid)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: