Dari Sini Semua Berawal

Revitalisasi Pasar, Tidak Boleh Ada Pungli Saat Relokasi Pedagang

Revitalisasi Pasar, Tidak Boleh Ada Pungli Saat Relokasi Pedagang

Jember (titik0km.com) – Upaya pemkab Jember dalam merevitalisasi 30 pasar tradisional yang ada di beberapa kecamatan di Jember, terus dikerjakan, untuk tahun ini 14 pasar mulai dilakukan pengerjaan revitalisasi dan sisanya akan dikerjakan pada tahun anggaran 2019. Selama proses pengerjaan proyek revitalisasi berlangsung, Pemkab Jember melakukan secara bertahap sehingga pergerakan ekonomi pasar tidak terhenti.

Namun relokasi yang dilakukan pemkab Jember belum sepenuhnya dipahami oleh pedagang, seperti yang dikeluhkan oleh pedagang pasar di Kalisat, mereka keberatan ketika harus pindah dengan biaya sendiri, sedangkan pedagang lainnya tidak di pungut biaya.

“Saya disuruh pindah ke sisi timur, disana oleh mantri pasar disediakan tempat ukuran 2×2 meter, tapi saya disuruh menggunakan biaya sendiri untuk membangunnya, dan katanya setelah pasar jadi, saya bisa masuk kedalam los pasar dan mengeluarkan biaya lagi,” ujar salah satu pedagang yang tidak mau disebut namanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Anas Makruf saat di klarifikasi mengenai hal ini mengatakan, bahwa relokasi pedagang pasar gratis dan sudah dianggarkan dalam APBD, namun hanya pedagang yang ada di dalam pasar yang ditanggung, sedangkan bagi PKL yang ada di luar pasar tidak dianggarkan.

“Untuk relokasi pedagang yang pasarnya direvitalisasi sudah dianggarkan di APBD, pedagang tidak perlu membayar, namun untuk mereka yang di luar pasar seperti PKL tidak dianggarkan biaya relokasinya, karena dalam menempatinya selama ini liar, seperti beberapa lapak pedagang yang ada di depan polsek Kalisat, itu dulunya PKL tapi terus membuat lapak tanpa sendiri,” ujar Anas.

Anas menjelaskan, bahwa lapak pedagang yang ada di depan polsek Kalisat tidak terdata dalam pedagang pasar, namun untuk revitalisasi memang di minta untuk pindah sementara dengan biaya sendiri, agar tidak menggangu jalannya pembangunan pasar.

“PKL yang sudah membuat lapak semi permanen di depan pasar Kalisat hanya diminta pindah sementara, dan lokasinya ada di sisi timur, nanti kalau pasar sudah jadi, mereka akan kita data dan kita masukkan ke dalam pasar resmi, sehingga di sekitar pasar nanti akan ada lahan parkir, tidak seperti sekarang yang parkirnya di jalan dan menimbulkan kemacetan,” tambah Anas.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat ditanya mengenai adanya biaya yang harus dikeluarkan pedagang yang direlokasi akibat adanya proyek revitalisasi mengatakan bahwa relokasi tidak dipungut biaya, semua sudah ditanggung APBD.

“Untuk Relokasi sudah ditanggung APBD, kalau ada yang mengadakan pungutan liar alias pungli laporkan, tapi lapor yang resmi jangan lapor kemana-mana, nanti akan kami tindak lanjuti, asalkan disertai bukti yang kuat,” pungkas Bupati. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *