Ribuan Pasien Terancam Tidak Bisa Ikuti Pileg 9 April 2014

JEMBER (titik0km.com) – Pemilihan Umum Legislatif akan segera digelar beberapa hari lagi, tepatnya pada hari Rabu, tanggal 9 April 2014. Namun pada pelaksanaan masih menyisakan beberapa pertanyaan yang mendasar agar pemilu Legislatif (Pileg) ini mendapatkan partisipasi secara penuh dari pemilih.

Pasalnya KPU dalam beberapa pemilu tidak menyediakan TPS khusus atau TPS keliling yang menjemput bola kepada pemilih yang berhalangan, seperti pasien, karyawan yang tidak bisa meninggalkan posnya dan pemilih yang sedang dalam melakukan perjalanan.

Hal ini terungkap saat Ketua KPU Jember Ketty Tri Setyorini, SS, menjelaskan bahwa pihak KPU telah mengadakan koordinasi dengan 8 rumah sakit di wilayah Jember, dan diungkapkan bahwa jumlah pasien yang diperkirakan mencoblos pada saat berada di rumah sakit sebanyak 4.000 an pasien. “KPU memberikan kebijakan sesuai dengan peraturan yang menjadi pegangan KPU bahwa, pasien termasuk keluarga pasien, serta karyawan rumah sakit yang bersangkutan agar menyalurkan hak pilihnya di TPS yang terdekat di lokasi rumah sakit,” ujar Ketty Tri Setyorini kepada Titik Nol Kilometer.

Menanggapi masalah TPS khusus atau keliling, Ketua KPU yang juga alumnus Fakultas Sastra Unej ini menjelaskan bahwa KPU Jember memang tidak mengadakan TPS keliling yang menjemput bola ke rumah sakit, KPU hanya menginstruksikan bahwa akan ada TPS keliling selama 1 jam pada saat pileg berlangsung antara jam 11 s/d jam 12 siang. “Sesuai aturan bahwa di masing masing TPS disediakan 500 surat suara yang bisa digunakan untuk pemilih di sekitar dan pasien serta karyawan. Jadi setelah semua surat suara terpakai, otomatis TPS akan ditutup,” papar Ketua KPU Jember tersebut.

Menanggapi hal ini, salah satu manajemen rumah sakit menyayangkan kebijakan KPU yang hanya memberikan waktu yang pendek untuk TPS keliling, selain itu juga jumlah surat suara dikhawatirkan tidak akan bisa memenuhi jumlah pasien, keluarga dan karyawan rumah sakit tersebut. Di salah satu rumah sakit swasta, RS Bina Sehat Jember total jumlah karyawan yang sedang bertugas dan tidak bisa meninggalkan posnya karena pekerjaan sebanyak 237 karyawan, dan jumlah rata-rata pasien adalah 150  s/d 200 pasien setiap hari, tidak termasuk keluarga pasien yang sedang menunggui keluarganya.

Direktur RS Bina Sehat Jember, dr. Faida MMR, menjelaskan, hampir 500 pemilih yang terpaksa harus kehilangan hak untuk menyalurkan suara pada pileg 2014 pada tanggal 9 April nanti. “Kebijakan KPU untuk memberikan TPS keliling walaupun singkat memang bisa dimaklumi, namun hasil rapat koordinasi dengan KPU, kami khawatir akan ada pemilih yang kehilangan hak suaranya, terutama untuk kesediaan surat suara, karena dari info TPS hanya ada kelebihan 2% surat suara, sedangkan jumlah pemilih di RS Bina Sehat Jember sendiri berkisar antara 500 sampai 600 orang,” ujar Faida

KPU Jember sendiri juga menjelaskan bahwa pihak juga tidak menyediakan TPS khusus untuk terminal bis, stasiun kereta api dan tempat publik lainnya selain TPSTPS yang tersedia, “Untuk pasien silahkan menunggu KPPS setempat untuk berkeliling di rumah sakit, sedang keluarga pasien dan karyawan silahkan mendatangi TPS yang terdekat, jika surat suara habis maka otomatis TPS akan ditutup sesuai dengan aturan KPU,” ulang Ketty menutup wawancara. (ias)

KPU tidak menyediakan TPS keliling pemilih di Rumah Sakit di arahkan pada TPS terdekat. termasuk stasiun dan terminal juga tidak ada TPS khusus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: