Saat Pita Hitam Tersemat di Baju Putih Dokter

IDI Jember Tolak Kriminalisasi Dokter Dengan Membagi Bunga

JEMBER (titik0km.com) – Puluhan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Jember pada hari Kamis (21/11) siang melakukan aksi solidaritas terhadap proses dr. Dewa Ayu Sasiary Prawani, Sp.OG oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara pada sejak 8 November 2013 berdasarkan putusan Mahkamah Agung. Aksi solidaritas tersbut dilakukan dengan cara membagikan bunga terhadap pengguna jalan di traffic light Jl. PB Sudirman Jember bersama puluhan dokter yang menghadiri aksi solidaritas tersebut.

Menurut dr. Hendro Soelistijono, MM. MARS pada pernyataan sikap IDI cabang Jember yang disampaikan di sekretariat IDI cabang Jember di jl. Bondoyudo Jember, penangkapan tersebut  dapat menimbulkan keresahan, keraguan dan ketidak-tenangan di kalangan dokter saat menjalankan tugas, “Ini karena adanya kekhawatiran akan tuntutan dan kriminalisasi dokter,” ungkap Hendro pada saat jumpa pers

Kasus dr. Dewa Ayu Sasiary menjadi bola salju yang menggelinding sejak peninjauan kembali oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dikabulkan oleh putusan Mahkamah Agung yang meyatakan dr. Dewa Ayu Sasiary bersalah dan harus menjalani hukuman. “Seorang dokter saat menjalankan tugasnya menolong pasien seharusnya diukur pada upaya yang dilakukan dokter tersebut berdasarkan pada kemampuan dan keahliannya, sesuai dengan standar etika dan standar profesi,” lanjut Hendro lagi.

“Jadi semuanya tidak diukur dengan hasil sebuah tindakan pengobatan dan perawatan yang harus sempurna. Karena ada kejadian yang bisa disebabkan oleh faktor kefatalan penyakit, atau memang karena faktor resiko dari sebuah tindakan medis yang tidak bisa dihindari,” papar Hendro lebih lanjut.

Pada jumpa pers itu juga diungkapkan bahwa sebuah tindakan medis diambil karena memang harus dan tidak ada pilihan lain adalah tindakan medis tersebut dilakukan untuk menolong dan menyelamatkan jiwa pasien. “Kami dari IDI cabang Jember sangat prihatin dan menyesalkan kejadian penuntutan dan penangkapan sejawat kami dr. Ayu Dewa Sasiary dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap profesi dokter serta kami menyerukan kepada sejawat dokter Indonesia untuk mengenakan pita hitam di lengan kanan sebagai bentuk sebagai ungkapan rasa duka yang mendalam atas kejadian itu, dan kami juga mendorong untuk melakukan peninjauan kembali terhadap putusan MA tersebut,” kata Hendro yang menjadi ketua terpilih IDI cabang Jember sejak tahun 2013 ini.

Setelah jumpa pers di sekretariat IDI cabang Jember, puluhan dokter dan spesialis itupun melanjutkan aksi solidaritas atas penangkapan dr. Dewa Ayu Sasiary Prawani, Sp.OG dengan cara membagikan bunga pada pengguna jalan yang melewati ruas jalan PB Sudirman Jember tersebut, agar masyarakat memahami duduk perkara kasus tersbut dan supaya tidak terjadi kembali proses kriminalisasi terhadap dokter di Indonesia. (ias)

Jumpa Pers IDI cabang Jember tolak kriminalisasi dokterPuluhan dokter dan dokter spesialis di Jember membagi bunga sebagai bentuk tolak kriminalisasi dokter Aksi simpatik IDI Jember membagi bunga tolak kriminalisasi dokter Aksi bagi bunga tolak kriminalisasi dokter IDI cabang Jember dilakukan di jl PB Sudirman Jember

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: