Santa Mendadak jadi Tukang Becak di Surabaya

Rayakan Natal di Kampung Eks Lokalisasi Bangunrejo

SURABAYA (titik0km.com) – Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (GSPDI) Jemaat Filadelfia, Dupak, bekerjasama dengan “Komunitas Tolong Menolong” (KTM) menggelar aksi simpatik dalam rangka sambut Natal, Selasa (24/12). Berangkat bersama-sama dari halaman GSPDI “Filadelfia” di Jalan Dupak Bangunrejo Gang 6 Nomer 3, perwakilan jemaatnya membagi-bagikan balon, permen dan coklat.

Kali ini tujuannya adalah anak-anak yang bermukim di eks Lokalisasi Bangunrejo yang sudah ditutup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dari praktek prostitusi, Desember 2012 lalu.

Yang menarik, aksi simpatik berbagi kasih Natal ini juga melibatkan Santa Claus lengkap dengan kostum merah dan jenggot putihnya. Namun kali ini Santa tidak menggunakan kereta rusanya, tapi diganti dengan becak.

Ya, sosok Santa yang baik hati itu mendadak “alih profesi” menjadi “tukang becak”. Kendaraan tradisional beroda tiga tersebut dijadikan kendaraannya untuk mengangkut balon, permen dan coklat dengan total masing-masing 200 buah.

Sambil mengayuh becaknya, dua Santa turut bersama-sama membagi-bagikan balon, permen dan coklat pada anak-anak yang ditemui di sepanjang perjalanan.

Tak hanya itu, Santa yang biasanya membawa buntelan besar berwarna merah, namun kali ini diganti dengan menggunakan karung beras untuk menaruh permen dan coklat yang identik sebagai simbol Natal.

Terima kasih Om Santa untuk balon, permen dan coklatnya,” kata Amel (7) dengan wajah berseri-seri usai mendapat giliran menerima “kado Natal” tersebut.

Sementara Wati (33) yang saat sedang menggendong Annisa (3), putri pertamanya, juga tak mau kalah antri untuk mendapatkan bingkisan dari Santa..

“Saya minta permen, coklat dan balon warna kuning untuk anak saya, Om Santa,” ujarnya sambil mengulurkan tangan kanannya.

“Hoo…Hooo…Hooo…Tenang saja. Masih ada kok stoknya,” kata Santa yang tetap duduk di atas sadel becaknya.

Menurut Daniel Lukas Rorong, Ketua “Komunitas Tolong-Menolong” (KTM) yang juga bertugas menjadi salah satu Santa Claus, aksi simpatik ini memang sengaja dibuat berbeda untuk memperingati Hari Natal.

“Dengan visualisasi Santa Claus menjadi tukang becak dan membawa buntelan berupa karung beras, kami ingin mengajak pada seluruh umat Kristiani agar merayakan Natal secara sederhana dan tidak berlebihan. Karena itulah esensi dan hakekat Natal yang sesungguhnya,” pesan Daniel yang juga mantan jurnalis ini.

Sementara itu Pendeta Piter Christop Sarumaha, S.Th, Gembala Jemaat GSPDI “Filadelfia” Dupak menjelaskan bahwa aksi simpatik peringati Natal seperti ini baru kali pertama dilakukan gerejanya.

“Biasanya kami melakukan bakti sosial seperti pengobatan gratis dan pembagian sembako untuk masyarakat sekitar gereja,” kata Piter.

Namun untuk Natal kali ini, lanjut Piter, jemaatnya ingin berbagi kasih Natal bersama anak-anak yang bermukim di kawasan eks Lokalisasi Bangunrejo.

“Karena, kami peduli dengan nasib dan masa depan mereka. Sekarang ini saja, kami sudah membuka bimbingan belajar gratis, tanpa dipungut biaya sepeserpun. Dan ke depan, kami berencana akan membuka perpustakaan gratis dan sarana bermain gratis buat anak-anak disini,” ungkap Piter yang baru 4 tahun menjadi gembala jemaat di gereja yang sudah berdiri sejak 1970 lalu ini. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: