Sebuah Harapan Baru di Sebuah Pasar

Oleh : Agus Susanto*

“Ada kenaikan penjualan!” dari sekitar empat toko bahan bangunan yang saya datangi untuk kepentingan membuat sebuah survey tentang paska pemindahan para teman pedagang kaki lima kelokasi-lokasi yang baru. Apa saja yang sedang mengalami kenaikan penjualan di toko bahan bangunan? Nomer satu adalah cat dan perlengkapannya seperti thinner, amplas dan kuas. Selebihnya seperti semen dan bahan bangunan lainnya juga mengalami kenaikan, meskipun diakui tidak naik secara drastis.

Beberapa waktu lalu bagi para entrepreneur kaki lima sedang menjalani sebuah masa yang disebut masa tidak ada kesenangan bagi mereka didalamnya. Masa mendung dan masa seolah masa depan itu tidak ada. Kabar burung yang terdengar sayup-sayup bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Jember akan memindah para entrepreneur kaki lima disekitar pasar Tanjung ke lokasi baru memang sudah didengar oleh para entrepreneur disana. Perasaan was-was, tidak tenang dan banyak juga yang berpasrah terhadap kabar burung tersebut.

Hari demi hari semakin nyata dan nampak bahwa kabar burung itu akan segera menjadi sebuah kenyataan. Dan benar nyatanya hari itu tiba. Para entrepreuner jalanan harus dan sekali harus mau pindah! Hari itu adalah hari yang mempunyai makna banyak sekali. Bagi para pemilik toko disekitaran Pasar Tanjung, hari itu adalah hari yang penuh dengan muzijat. Antara percaya dan tidak. Antara yakin dan tidak. Antara pesimis dan optimis. Semuanya terjalin kompak didalam hari itu.

Sejujurnya memang banyak yang pesimis didalam mengapresiasi kerja dari team Pemerintah Daerah Kota Jember untuk memindahkan para entrepreneur kaki lima ke lokasi yang baru. Nyatanya kerja team Pemerintah Derah Jember baik dan mulus sesuai dengan harapan kita semua. kerja yang sangat patut diacungi jempol. Segera setelah jalan-jalan dan trotoar sudah bersih dari para entrepreneur kaki lima, langsung dikebut pembenahan infrastrukur. Jalanan yang berlubang bak wajah bulan kita langsung diaspal sampai mulus. Lalatpun yang hinggap dijamin akan terpeleset. Warga Jember pun sudah menyaksikan kelegaan jalan yang selama ini tertutup oleh lapak-lapak mereka.

Bagi pemilik toko dan tempat usaha disana yang selama ini sudah sangat pesimistis terhadap lokasi didaerah sekitaran Pasar Tanjung seharusnya boleh bersyukur atas kenyataan ini. Segeralah membuat “new hope” buat usaha saudara. Harapan baru sudah terpampang jelas didepan mata. Buka mata dan buka telinga lebar-lebar.Ambil cangkulmu dan ratakan tanah didepanmu. Itulah suatu idiom yang harus segera dilakukan oleh para pemilik toko dan tempat usaha yang resmi. Perbaharui tampak depan toko dan tempat usaha saudara. Itulah yang sekarang seharusnya terjadi.

Buat toko bahan bangunan kehabisan stok cat yang baru, karena pemakaian cat tembok maupun cat kayu seharusnya naiknya melonjak tinggi. Jangan sampai terjadi dibiarkan lagi tempat usaha dan toko saudara kelihatan kotor dan kusam.meskipun tampilan depan tampak kuno, justru disanalah daya tarik magnet yang tinggi untuk melestarikan budaya peninggalan para tua-tua kota Jember ini. Lalu jikalau diwaktu yang lalu jam usaha saudara hanya sampai jam empat atau jam enam sore, sekarang mulai cari lagi karyawan-karyawan yang baru.Untuk apa?

Pastinya ya untuk memfokuskan diri terhadap tambahan jam buka toko dan tempat usaha saudara. Jangan tutup sore lagi, tutuplah jam sembilan malam. Pasti kawasan daerah Pasar Tanjung akan bersinar dan bersolek lagi. Buat design logo tempat usaha saudara. Lalu cetak besar-besar dan taruh didepan toko dan tempat usaha saudara. Kalau bukan saudara yang mempunyai toko atau tempat usaha yang berbenah lantas siapa lagi yang akan bisa mempercantik kawasan pasar Tanjung tersebut?

Sampai ditingkat ini bola sudah bukan ditangan Pemerintah Daerah Jember lagi, melainkan bola sudah ada ditangan para pemilik toko dan tempat usaha disekitaran Pasar Tanjung.

Lantas apa yang sekarang harus juga dilakukan oleh para entrepreneur kaki lima yang sudah menempati lokasi baru? Berhentilah menangis dan berkeluh kesah. Sengaja saya menuliskan kata entrepreneur buat mengganti kata pedagang kaki lima. Karena jikalau hanya dikatakan pedagang maka jikalau sesuatu hal yang tidak enak terjadi, maka akan timbul rasa hitung-hitungan dan kekecewaan tingkat dewa didalamnya. Lantas apakah kalau pedagang kaki lima tersebut disebut entrepreneur kaki lima. Apakah akan bisa merubah jalannya nasib? Ya bisa! Jawab saya.

Bagi seorang entrepreneur sejati, sebuah masalah adalah sebuah tantangan yang harus dijawab dan dijalani sebagai sebuah rute yang harus dijalani. Dan kemenangan mengatasi masalah demi masalah tersebut adalah kemenangan yang sejati.Bersyukurlah sekarang saudara sudah berada disebuah tempat baru untuk memulai sebuah “harapan baru tingkat dewa”.

Lupakan lapak-lapak kumuh saudara yang kemarin. Lupakan atap langit dan lantai aspal yang lalu, hadapi harapan baru yang sudah didepan mata. Bahkan sudah saudara nikmati. Jangan takut untuk tidak ada pembeli. Buat ide-ide kreatif untuk bisa mendatangkan konsumen datang dan membeli sesuatu di tempat saudara. Sebelum berangkat kerja mandi dulu yang bersih, pakailah parfum yang harum dan wangi lalu pasang seyum termanis saudara untuk hari yang baru. Hari yang telah Tuhan jadikan bagi saudara untuk saudara menangkan dan bersukacitalah didalamnya. Sinergilah dengan perusahaan dan event organiser untuk membuat acara-acara semacam “grebek pasar” dengan membuat kemasan yang menarik, sehingga banyak pengunjung akan datang dan setidaknya membeli sesuatu yang saudara jual dan tampilkan.

Terakhir buat kita semua yang tidak terlibat menjadi pemilik toko dan tempat usaha disekitaran Pasar Tanjung dan tidak juga mempunyai lapak-lapak yang terkena pemindahan tempat. Apa yang harus kita lakukan? Buat diri saudara juga saya menjadi “new hope” menjadi harapan baru bagi mereka semua. Belanjalah ke daerah sekitaran kita. Jikalau mungkin barang dagangan mereka belum lengkap seperti di pasar pusat, cobalah untuk inden barang yang saudara butuhkan. Pasti yang namanya seorang entrepreneur sejati akan menyiapkan apa-apa saja yang menjadi kebutuhan pelanggannya. Sedikit demi sedikit barang-barang mereka akan semakin lengkap dan semakin murah, bisa bersaing dengan pasar pusat tentunya.

Harapan dari Pemerintah Daerah akan tercapai yaitu pemerataan ekonomi di semua lokasi desa sampai di semua lokasi kota. Jikalau pemerataan itu sudah tercapai maka dengan sendirinya tingkat kemiskinan lokal akan berubah menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi. Tingkat pendapatan masyarakat akan naik dengan sendirinya. Kalau setiap daerah yang mandiri dan tingkat pendapatan per masyarakatnya naik maka secara otomatis pula di tingkat kota akan sejahtera! Jadi apa yang perlu ditakutkan dari pemindahan entrepreneur kaki lima ke lokasi yang baru? Tidak ada sama sekali, malah yang ada adalah hal positif, yaitu meratakan tingkat kesejahteraan semuanya baik saudara dan saya. ”New Hope” atau harapan baru sudah didepan mata. Tinggalkan pikiran-pikiran negatif yang sesungguhnya akan menjadi sebuah penyakit baru bagi diri saudara. Hanya orang-orang yang berpikiran positif yang bisa melihat dengan mata yang positif pula. Semoga bermanfaat! (*)

*Agus Susanto ([email protected])

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: