Semilir Angin Segar Perfilman Indonesia

JAKARTA (titik0km.com) – Untuk kedua kalinya, Kemendikbud RI menggelar Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2013. Muncul dengan 18 kategori berbeda, ajang tahunan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi kemajuan perfilman di Indonesia, pada rilis media di Jakarta (04/10).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) kembali menggelar Apresiasi Film Indonesia (AFI), dan menjadi sebuah ajang penghargaan kepada karya film beserta seluruh unsur-unsurnya yang mengacu pada muatan nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa.

Menurut Kacung Marijan, Direktur Jendral Kebudayaan Kemendikbud RI, menyatakan bahwa keberadaan AFI, diharapkan, bisa membawa angin segar bagi dunia perfilman di Indonesia karena, “Pada hakikatnya, film adalah produk budaya dan media yang efektif untuk membangun kearifan lokal serta karakter bangsa,” ujar Kacung Marijan.

Terkait prinsip-prinsip itu, AFI 2013 berupaya memulai sebuah tradisi baru dengan menempatkan film beserta seluruh unsur yang melingkupinya sebagai satu-kesatuan. Dengan kata lain, AFI tidak hanya mengapresiasi film sebagai karya, namun juga memberikan penghargaan khusus kepada elemen-elemen yang sudah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia perfilman.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI telah bekerjasama dengan Tim Ahli, yang terdiri dari praktisi pendidikan, kebudayaan, perfilman, dan komunikasi serta memilih dan menetapkan 18 Kategori AFI 2013, untuk KATEGORI UTAMA terdiri dari Apresiasi Film Bioskop, Apresiasi Film Independen (cerita panjang non bioskop), Apresiasi Film Dokumenter, Apresiasi Film Animasi, Apresiasi Film Pendek, Apresiasi Film Anak, Apresiasi Film Pilihan Pemirsa (metode jajak pendapat).

Juga terdapat KATEGORI MONUMENTAL yang terdiri dari Apresiasi Film Adi-Karya, Apresiasi Film Adi-Insani, serta KATEGORI KHUSUS terdiri dari Apresiasi Sutradara Perdana, Apresiasi Festival Film, Apresiasi Poster Film, Apresiasi Komunitas, Apresiasi Media Cetak, Apresiasi Media Non Cetak, Apresiasi Film Independen Kategori Pelajar, Apresiasi Film Independen Kategori Mahasiswa, Apresiasi Lembaga Pendidikan.

Seperti yang disampaikan Ketua Tim Ahli AFI 2013, Ichwan Persada, “Dari 18 kategori tersebut, terdapat 7 Kategori Utama, yang keseluruhannya akan menilai film sebagai karya yang utuh. Artinya, pada kategori tersebut, Dewan Juri tidak melakukan penilaian terhadap komponen-komponen yang bersifat teknis; seperti pemeran, penyutradaraan, penyuntingan, dan sebagainya. Sebaliknya, film dinilai sebagai karya budaya yang berkualitas, digarap dengan baik, dan memiliki pesan positif yang dapat menginspirasi masyarakat.” papar Ichwan Persada

Selain itu, AFI 2013 juga mengapresiasi karya film yang terhitung monumental, menjadi “tonggak” dan pembicaraan masyarakat, serta memberikan kontribusi besar di kurun waktu/periode tertentu dalam sejarah perkembangan perfilman Indonesia.

Penghargaan yang dinamakan Adi-Karya tersebut, akan disandingkan dengan Apresiasi Adi-Insani, sebuah penghargaan untuk insan perfilman tak terbatas pada aktor/aktris dan pekerja film saja, namun juga industri/perusahaan film yang dinilai konsisten serta berjasa besar dalam memajukan perfilman nasional.

Yang menarik, tentu, diikut-sertakannya 9 Kategori Khusus, yang merupakan wujud dari komitmen dan konsistensi Kemendikbud sebagai Kementerian yang berfokus pada pendidikan dan kebudayaan. “AFI merupakan ajang penghargaan yang sarat dengan misi pembinaan dan pendidikan. Untuk itu, AFI juga akan memberikan apresiasi kepada lembaga pendidikan dan film independen karya pelajar maupun mahasiswa, sehingga generasi muda terus terpacu untuk berkarya menciptakan sesuatu yang positif bagi masyarakat.” Jelas Kacung Marijan

Harapan serupa juga ditumpukan kepada sutradara muda yang mampu menelurkan karya film perdana yang berkualitas terbaik dan diputar di bisokop, media massa (cetak non cetak), komunitas film, hingga berbagai ajang festival yang secara intens telah menyebarkan informasi dan ikut memberikan pencerahan dalam dunia perfilman Indonesia.

Untuk mengantarkan itu semua, telah pula dibentuk Dewan Juri AFI 2013, yang diketuai Totot Indarto, dengan anggota: Mathias Muchus, Erwin Arnada, Nirwan Dewanto, Jajang C Noer, Dana Riza, Linda Christanty, Hafiz Rancajale, dan Wahyu Aditya.

AFI tahun ini tampil dengan hal baru dari tahun kemarin, dan itu menjadi poin yang harus dihargai. Biasanya festival-festival lain mempunyai perspektif tertentu saja. Semoga AFI bisa memberikan perspektif baru dalam apresiasi perfilman kita,” pungkas Totot Indarto yang menjadi Ketua Dewan Juri. (gun/ias)

Nirwan Dewanto-Hafiz Rancajale-Bobby Batara-Totot Indarto-Ichwan Persada-Erwin Arnada-Nunus Supardi-Mathias Muchus-Dana Riza-Jajang C Noer-Linda Christanty-Wahyu Aditya

(dari Kiri ke Kanan) : – Nirwan Dewanto (Dewan Juri) – Hafiz Rancajale (Dewan Juri) – Bobby Batara (Tim Ahli) – Totot Indarto (Ketua Dewan Juri) – Ichwan Persada (Ketua Tim Ahli)  – Erwin Arnada (Dewan Juri) – Nunus Supardi (Tim Ahli) – Mathias Muchus (Dewan Juri) – Dana Riza (Dewan Juri) – Jajang C. Noer (Dewan Juri) – Linda Christanty (Dewan Juri) – Wahyu Aditya (Dewan Juri)

Logo AFI ok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: