Sepeda Tua di Tengah Hiruk Pikuk Modernisasi

Oleh : Dodik SJ aka Miko Fongers

Sepeda ….., sebuah kata yang sering kita dengar tentang sebuah alat transportasi. Benda tersebut tak begitu istimewa bagi sebagian besar orang, karena terkesan kuno, sederhana, ribet dan lain-lain. Nasib sepeda sebagai alat transportasi mulai tergeser oleh kehadiran mobil maupun motor yang lebih praktis, daya angkut lebih besar, lambang modernisasi dan memiliki gengsi yang lebih baik daripada sepeda.

Dalam sejarahnya, sepeda mulai dikenal sekitar abad XIX dengan bentuk struktur frame yang masih sangat sederhana. Saat itu orang masih belum berpikir tentang kenyamanan berkendara, yang penting bagaimana menciptakan alat transportasi yang lebih cepat dan praktis. Sehingga tercipta sepeda dalam berbagai model sebagai nenek moyang sepeda modern seperti yang kita kenal saat ini.

Lalu, kapan sepeda mulai dikenal di Indonesia?

Dari fakta yang ditemukan oleh  De Oude Fiets (sebuah club sepeda tua dari Belanda) dalam kunjungan ke Indonesia pada tahun 2010, bahwa sepeda tertua yang ada di Indonesia buatan tahun 1899. Sepeda bermerk Fongers type BDG3.55 tersebut berada di Yogyakarta, sampai saat ini masih berfungsi dengan baik dan bisa dipergunakan.

Sejalan dengan kebutuhan di masa itu, berbagai ragam bentuk sepedapun tercipta, mulai dari sepeda militer yang dipergunakan oleh tentara, sepeda transport (Transport Fietsen) yang dipergunakan untuk angkutan barang, sepeda khusus yang dikendarai di atas rel kereta api dan sepeda regular seperti yang kita kenal saat ini.

Seperti halnya masa kini, pada masa itupun telah berdiri dealer-dealer sepeda di Indonesia, yang tersebar di beberapa kota di Jawa dan Sumatera dan pulau-pulau lain di Indonesia. Melalui peran dealer inilah sepeda bisa terdistribusi ke seluruh penjuru negeri, sebagai alat transportasi mewah pada masa itu.

Seperti diketahui bersama, bahwa Onthel, sebutan populer sepeda tua di Indonesia, adalah salah satu dari sekian banyak saksi sejarah berdirinya Republik Indonesia. Di era abad XX dan awal abad XXI, sepeda merupakan kendaraan kaum elit atau papan atas yang hanya bisa dimiliki oleh kalangan orang kaya.

Lalu seperti apakah kisah sepeda onthel di masa kini?

Saat ini sepeda bukan saja bisa dinikmati oleh sekelompok orang, tetapi kesadaran orang akan  pentingnya bersepeda membuat makin banyaknya pecinta sepeda khususnya sepeda tua. Banyak sekali club sepeda tua yang terbentuk di Indonesia di bawah naungan organisasi Komunitas Sepeda Tua Indonesi (KOSTI). Makin lama orang makin banyak yang mengoleksi, kemudian mempelajari sepeda tua baik sejarahnya maupun teknologi atau hal-hal lain seputar sepeda tua.

Di beberapa kota di Indonesia pun sepeda onthel mendapatkan apresiasi positif dari pemerintah daerah setempat. Beragam bentuk apresiasi dari pemerintah daerah setempat berupa dirangkulnya komunitas sepeda dalam acara-acara tahunan pemerintah daerah setempat. Di Bandung contohnya, ada acara berskala Internasional yang di gelar bertajuk Bandoeng Laoetan Onthel. Di Jakarta, di hari tertentu kendaraan bermotor tidak boleh melintas di jalan-jalan tertentu, karena ada Car Free Day, hari bebas kendaraan bermotor. Di beberapa tempat lain di Indonesia, event sepeda onthel melibatkan pemerintah daerah setempat.

Sampai hari ini di antara hiruk pikuk modernisasi, sepeda masih mendapatkan tempat khusus di hati pecintanya. Kecintaan terhadap sepeda akan meluas seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya ramah terhadap lingkungan.

Dunia makin sesak dengan berlimpahnya produk kendaraan bermotor. Duniapun makin panas dengan dihasilkannya gas-gas berbahaya dari asap kendaraan bermotor.

Sepeda bisa menjadi alternatif transportasi, sarana olah raga, sarana persaudaraan yang sangat ramah lingkungan.

Mari bersepeda.

Jember, 31 Maret 2013.

Dodik SJMiko Fongers

Gambar sepeda bermerk Fongers BDG.3.55 tertua di Indonesia buatan 1899 sumber sepeda[dot]wordpress[dot]com

Gambar sepeda bermerk Fongers BDG.3.55 tertua di Indonesia buatan 1899 (sumber http://sepeda.wordpress.com/2011/08/04/fongers-tertua/)

ambar dokumentasi sejarah sepeda sumber foto Groninger Archieven, Holland, by Wiwit

Gambar dokumentasi sejarah sepeda (sumber : foto Groninger Archieven, Holland, by Wiwit)

Gambar sepeda bermerk Simplex buatan 1892 sumber Groninger Archieven by Wiwit

Gambar sepeda bermerk Simplex buatan 1892 (sumber Groninger Archieven, by Wiwit)

 Gambar sepeda Militer merk Fongers tahun 1898

Gambar sepeda Militer merk Fongers tahun 1898.

 Gambar  Sepeda yang dirancang khusus untuk berjalan di atas rel Kereta Api awal abad XX sumber Groninger Archieven Holland, by Wiwit

Gambar  Sepeda yang dirancang khusus untuk berjalan di atas rel Kereta Api awal abad XX (sumber Groninger Archieven,Holland, by Wiwit)

 Gambar dealer sepeda JJ Avis Soerabaia 1930 sumber Groninger Archieven, by Wiwit

Gambar dealer sepeda JJ Avis Soerabaia 1930 (sumber Groninger Archieven, by Wiwit)

 Event sepeda onthel di Blitar dokumentasi Pasekum Jember

Event sepeda onthel di Blitar (dokumentasi Pasekum, Jember)

 Event sepeda onthel di Semboro Jember 30 Maret 2013 dokumentasi KOSTI Jember

Event sepeda onthel di Semboro, Jember, 30 Maret 2013 (dokumentasi KOSTI Jember)

Jos Rietveld, tokoh sepeda onthel Belanda dalam event sepeda onthel di Semboro Jember 30 Maret 2013 dokumentasi KOSTI Jember

Jos Rietveld, tokoh sepeda onthel Belanda dalam event sepeda onthel di Semboro, Jember, 30 Maret 2013 (dokumentasi KOSTI Jember)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: