Sinergi Persoalan Kemauan Bukan Kesempatan

Upaya Direktur RS Bina Sehat Jember dr Faida MMR Gaungkan Sinergisitas (seri 1)

Direktur RS Bina Sehat Jember  dr Faida MMRSinergi yang menjadi power itu adalah sinergi yang dibangun berdasarkan kemitraan interdependensi yang saling memerlukan dan saling membangun. Dari kemitraan itulah, akhirnya Rumah Sakit Bina Sehat menapak usia 9 tahun banyak mendapat support total dari mitra kerja yang sepenuh hati.

 ”SINERGI itu bukan persoalan kesempatan, tapi kemauan,” ujar dr. Hj Faida MMR, Direktur Rumah Sakit Bina Sehat Jember mengawali pembicaraan. Menurut perempuan kelahiran Malang, 19 September 1968 ini, meski bidang gerak tidak sama, sinergi bisa dibangun dengan siapa saja.

Maka dari itulah, pihaknya sempat memecahkan rekor MURI dengan penandatangan hampir lebih dari 900 MoU dalam sehari.  Bahkan, dengan melibatkan lima kabupaten, kini RS Bina Sehat akan melaksanakan operasi gratis bagi 1.000 pasien dari kaum dhuafa. Untuk itu, koordinasi dan sinergisitas dengan pemerintahan di lima kabupaten dan jajaran kodim di wilayah Kodam V Brawijaya dilakukan demi suksesnya kegiatan tersebut.

Banyak gagasan dan ide brilian yang ditelurkan dari ibu dengan dua putra ini. Tak heran bila rumah sakit yang dikelolanya bisa maju pesat.

Selain sebagai direktur RS Bina Sehat Jember, alumnus pascasarjana UGM yang lulus cumlaude ini juga menjadi chief Executive Officer RS Al Huda Genteng, Banyuwangi yang cukup besar. Menurut istri drg Rochim ini, membangun rumah sakit harus juga pembangunan body, mind, soul, sumber daya keperawatan rumah sakit.

Direktur RS BIna Sehat Jember dr Faida MMR”Ini demi terwujudnya pelayanan pasien yang memuaskan. Salah satunya dengan cara mengembangkan tenaga perawat agar memiliki kemampuan dan skill profesional,” ujarnya.

Maka dari itulah, Rumah Sakit Bina Sehat Jember membentuk sebuah lembaga bernama BSTC yang salah satunya mengembangkan program pengembangan pelatihan dan penempatan perawat di rumah sakit luar negeri.

Body, menyangkut kesejahteraan yang diperoleh pegawai rumah sakit. Mind berhubungan dengan peningkatan pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman SDM perawat yang punya kualitas internasional. Sedangkan soul berhubungan dengan peningkatan kematangan jiwa, aspek kerohanian, dan jiwa kemanusiaan.

”Body, mind dan soul, tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Memang ini suatu pengambilan keputusan yang cukup berat dilakukan. Jika pembangunan tenaga keperawatan tidak komplet dan komprehensif, tingkat kegagalannya cukup tinggi ,” ujarnya.

Setelah sekian lama program ini dijalani, sudah tampak hasil yang dirasakan perawat. Meski disadari, tak semudah membalikkan telapak tangan untuk menyakinkan perawat akan pentingnya program ini.

dr faida MMR, direktur RS Bina Sehat Jember ”Tidak ada program yang tidak ada risikonya. Tapi, tidak ada alasan pula menghalang-halangi perawat untuk sejahtera dan meningkatkan kemampuan mereka dengan punya pengalaman sebagai perawat internasional,” paparnya.

Faida menyadari, masih banyak yang perlu dibenahi dan disempurnakan dalam program ini. Untuk itu, secara berkala perlu dilakukan evaluasi dari berbagai aspek. Mulai aspek knowledge, attitude, maupun performance tenaga keperawatan. (bersambung/tnt)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: