Sisa Gunung Purba Itu Bernama Raung

JEMBER (titik0km.com)Gunung Raung terletak di Dataran Tinggi Ijen, Ia juga merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Jawa, dengan letusan yang bersifat ledakan sering terjadi setiap beberapa tahun. Gunung Raung digolongkan oleh vulkanologi sebagai gunung dengan tipe stratovolcano, mempunyai puncak 3.332 m dari permukaan laut (DPL). Puncak Raung merupakan kaldera yang luas luas tanpa tanaman dipotong dihiasi dengan dinding kawah yang curam serta mempesona karena memilik lebar diameter sedikitnya 2 km lebih.

Gunung Raung berada dalam satu komplek sebelah selatan kawasan Ijen. Gunung Raung berada di sebelah Gunung Suket dan terletak di sebelah Barat Daya Kaldera Ijen. Di lereng barat laut dari Gunung Raung ada tiga dinding kawah tua, yang berbentuk tapal kuda. Kawah purba itu sekarang banyak disebut sebagai, Gunung Wates dengan diameter sekitar 3 km dan ujung timurnya dari titik tertinggi Raung, kemudian ada Gunung Gadung berada dibawah dengan ketinggian 2390 m DPL, yang terakhir adalah Gunung Payungan yang meletus di zaman prasejarah oleh gunung berapi sekunder, 2.352 m.

Gunung Raung yang kini berstatus siaga sejak tgl 4 Januari 2014, memang punya sejarah yang letusan yang panjang. Sejarah mencatat banyak sejarah letusan yang terjadi sejak pertengahan abad ke 16. Abad 18 dan abad 19 merupakan periode aktif Raung dimana 18 kali dan 40 kali lebih letusan dicatat dalam kurun waktu masing-masing abad.

Pada tahun 1586 dan 1597 terjadi letusan yang maha dahsyat yang menimbulkan korban ribuan jiwa, dan yang menyebabkan dinding kawah purba raung runtuh. Konon kabarnya material letusan Gunung Raung kala itu mencapai jarak 79 km yang berarti lontaran materialnya bisa menjangkau laut Jawa, Samudra Hindia dan pulau Bali dengan mudah.

Letusan Gunung Raung Purba terjadi lagi pada tahun 1638 dan 1730 juga berakibat pada jatuhnya ribuan korban jiwa. Kemudian pada tahun 1817 dan 1838, Gunung Raung meletus dengan lahar yang mengalir turun dari gunung. Puluhan letusan kecil masih terjadi di kurun waktu tahun 1787-1808, 1815-1816, 1864, 1880 dan 1896-1897.

Pada Mei 1913 kubah baru terbentuk pada dasar kawah dalam waktu yang singkat, hanya kurang lebih tiga minggu, dengan ketinggian 91 meter dan diameter 350 m dengan bentuk kerucut. Bulan April tahun 1924, bagian utara dari lantai kawah dibanjiri lava dari dapur magma Gunung Raung.

Tercatat dalam manuskrip ekspedisi barat di kawasan Hindia Belanda, orang Eropa yang kali pertama naik ke Raung, adalah inspektur Belanda Bondowoso, Charles Bosch pada bulan Juli 1844. Tiga bulan kemudian, pada 12 Oktober 1844, Franz Wilhelm Junghuhn, seorang naturalis Belanda kelahiran Jerman, menaiki puncak gunung Raung bersama-sama dengan Mr Bosch. (ias)

Diambil dari berbagai sumber.

Ucapan terima kasih di dedikasikan kepada Y. Setiyo Hadi dari Museum Boemi Poeger atas masukan yang berharga tentang Raung dan Franz Wilhelm Junghuhn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: