SMEX 2013 Cermin Gairah Musik Surabaya

Pameran Musik SMEX 2013 SURABAYA (titik0km.com) – Surabaya di era 80’ hingga 90’an, sempat menjadi barometer musik Indonesia, beberapa merupakan avant garde musik Indonesia saat itu. Sebut saja Grass Rock, Power Metal, Elpamas besar di festival rock besutan Log Zhelebour berawal dari Surabaya. Beberapa bertahan dan menjadi Superband di Indonesia seperti Dewa 19 dan Padi.

Walau posisi dan peran Surabaya secara perlahan tergeser oleh Bandung dengan corak pop kreatif-nya, juga oleh musik industrial yang berpusat di Jakarta, namun Ibu Kota Propinsi Jawa Timur itu masih menyimpan potensi dahsyat untuk dunia musik Indonesia.

Sebut saja Pameran Musik dan Pro Audio yang dihelat di Grand City Surabaya di bulan Maret ini. SMEX 2013 yang digelar 21 Maret sampai 24 Maret 2013 ini, seolah mencerminkan semangat musik Surabaya yang tidak pernah mati. Selama 4 hari gelar pameran, tak kurang menyedot puluhan ribu pengunjung, memadati area out door dan area indoor pameran musik dan pro audio ini.

Di area outdoor gelar sound system dengan kemampuan sound untuk event outdoor yang biasa diperuntukan pagelaran musik kelas stadion atau lapangan.Tipe dan model sound line array digantung dan di uji bunyinya satu per satu dengan tertib. Pengunjung dan calon pembeli dapat merasakan secara langsung kekuatan sound yang digeber dengan kapasitas maksimal ribuan watt tersebut. “Dentuman dan power sound, kejernihan suara yang dihasilkan sempurna semua, saya sampai merasakan nonton konser di stadion” ujar Agus Susanto yang juga owner House Musik yang menyempatkan diri melihat SMEX 2013 bersama keluarganya.

Di area indoor, hampir distributor alat dan sound musik kelas atas Indonesia unjuk gigi menampilkan produk andalan mereka. Beberapa merupakan hasil produksi dan merek asli Indonesia, yang sudah di ekspor kemanca negara pun turut andil dipameran bergengsi ini.

Di sektor perkusi dan drum tak kalah heboh, merek merek terbaik mengadakan demo produknya. Pengunjung bias bebas mencoba langsung produk drum seperti Mapex seharga Rp 13jt an tersebut.”Suaranya warm dan snare nya renyah,” kata Daniel salah satu pengunjung pameran tersebut.

Kemajuan teknologi canggih di bidang mixer untuk sound system dihadirkan oleh Mackie dengan mixer yang bisa di koneksi dengan ipad. Jadi seorang sound engineer bisa berjalanmengitari area pentas sambil membawa ipad-nya untuk mengatur semua sistem dalam aturan komposisi tata suaranya.

Ada juga sound system yang modelnya seperti batang yang memanjang, ringkas dan praktis. Suaranya? Wow! Dashyat. Hampir setara dengan sound yang bertumpuk-tumpuk yang selama ini digunakan.

Agus Susanto di SMEX 2013Keyboard Korg menghadirkan tipe terbarunya, uniknya di tipe terbaru ini, Korg menghadirkan ‘rasa’ Indonesia dalam pilihan produksi tata suara keyboard mereka, ada sound gamelan Bali, sound iringan Reog Ponorogo, sound yang sangat dangdut sekali juga disematkan Korg. “Korg kali ini sangat Indonesia banget, barangkali mereka memang bersiap untuk merajai pasar keyboard di Indonesia,” komentar Agus ketika mencoba produk Korg tersebut.

Peralatan untuk DJ juga tersedia lengkap. Model terbaru perangkat dugem tersebut banyak memasukkan teknologi digital dengan nuansa sangat analog!, YES, ANALOG !!!. kebutuhan sound analog, untuk suara yang lebih nyata memang sangat dicari saat ini. Pengeropasian perangkat DJ juga dibuat sangat mudah, bahkan seorang awam di bidang DJ pun bisa melakukan “streching”  dengan mudah. Perpindahan lagu dan tempo juga sangat simple mudah digunakan.

Sektor gitar pun tidak mau kalah heboh. Di setiap sesinya juga diadakan musik klinik dari pemain-pemain handal Indonesia. Tak kurang Festival Band Indie digelar berbarengan dengan ‘test drive’ merek sound system papan atas yang menggelegar bersama kapasitas ribuan watt. Tata lampu yang terbaru pun dengan sistim LED banyak dipakai. Sistem LED ini banyak diminati, karena alasan hemat energi dan kemudahan operasional instalasi. Sehingga tata lampu tidak harus menyedot ratusan ribu watt listrik seperti 2 dekade lalu, dimana tata lampu selalu membutuhkan daya paling besar untuk sebuah konser.

Menurut, Agus Susanto, owner House Music Jember, yang juga mengajak sound engineer House Music jember, Ir. Heru Suseno, mengakui perkembangan teknologi sound system saat ini memang tak terbendung lagi. “Ini saatnya semua pemusik dan pelaku usaha musik harus melek teknologi,” ujar Agus yang sempat ber-DJ-ria di SMEX 2013.

“Saya langsung transaksi mixer dengan tehnologi ipad. Saya kira Jember harus selangkah lebih maju untuk dunia tehnologi sound system. Apalagi saya juga sebagai instruktur sound system di House Music School, jadi harus selalu up to date pengajarannya,” papar Heru sambil membolak balik manual mixer yang baru dibelinya.

Agus Susanto mencoba Perangkat DJ di SMEX 2013Jawa Timur akan kembali menghasilkan musisi yang berbakat seperti dulu jika event seperti ini bisa digelar ajeg. Untuk Jember sendiri sudah waktunya menggelar pameran seperti SMEX 2013 ini, semoga dalam waktu dekat pameran musik seperti ini bisa diadakan di Jember, House Music Jember sendiri memang sudah ada program untuk pameran, apalagi di House Music sudah terdapat function hall yang representatif untuk digunakan pameran baik musik atau keperluan umum,” pungkas Agus. (atk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: