Solidaritas Jurnalis Kota Malang untuk Korban Bencana Sinabung

MALANG (titik0km.com) – Tragedi letusan Gunung Sinabung, Sumatera Utara yang menimbulkan 15 korban jiwa termasuk diantaranya dua orang wartawan membawa duka tersendiri bagi para jurnalis di Kota Malang. Sebagai bentuk keprihatinan atas tragedi itu insan jurnalis di Malang Raya menggelar aksi solidaritas di depan Balai Kota Malang, Senin (3/2).

Seperti yang dilansir di website Pemkot Malang (4/2), aksi solidaritas yang dilangsungkan di Depan Balai Kota Malang ini, wartawan melakukan doa bersama untuk para korban sekaligus meminta perusahaan media agar memberikan santunan dan hak wartawannya yang meninggal saat bertugas sebagai bentuk rasa tanggung jawab dari perusahaan.

Wartawan JTV Malang, Abdul Rokim mengungkapkan hendaknya wartawan sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas. Sebab jika sampai terjadi tragedi seperti di Gunung Sinabung, belum tentu perusahaan media mau bertanggung jawab terhadap apa yang dialami korban. “Kami sengaja hadir di balai kota untuk mengucapkan rasa dukacita dan belasungkawa, jangan sampai ada lagi korban jurnalis seperti di Sinabung,” jelas Rokim.

Kejadian di Gunung Sinabung merupakan bukti bahwa tugas jurnalis bukan tugas sembarangan, terutama saat bertugas di lokasi bencana alam. Belajar dari kejadian ini, ke depan harus ada pembekalan terhadap para jurnalis bagaimana bertugas di lokasi bencana agar tidak sampai ada lagi korban jiwa. Terlebih sebelum kejadian di Sinabung, peristiwa terhadap jurnalis yang menjadi korban sudah lebih dahulu terjadi di Gunung Merapi.

Sama dengan Rokim, M. Taufik yang merupakan wartawan Birawa mengatakan, anak dan istri sangat bergantung dari kehadiran kepala keluarga. Kalau kepala keluarga meninggal seperti di Sinabung, jelas merupakan sebuah kerugian besar dan menimbulkan duka yang sangat mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. “Kami berkabung atas kejadian ini, semoga ini menjadi pelajaran bersama agar ke depan tidak terulang lagi,” tegas Taufiq. Koordinator aksi, Eko Widianto mengatakan, dalam aksi ini Aliansi Jurnalis Malang Raya, yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengucapkan belasungkawa atas tragedi itu.

Ia juga mengingatkan para jurnalis agar pada saat melaksanakan tugas di lapangan, nyawa sangat berharga dan tidak ada berita yang sebanding dengan nyawa. Jangan sampai tragedi seperti ini terjadi lagi. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: