Songsong Industri Herbal Unej Siapkan Lahan 13 Ha

JEMBER (titik0km.com)  – Indonesia memang kaya dengan sumber daya alamnya, salah satunya adalah tanaman obat herbal yang banyak dikenal masyarakat seperti, kelor, kumis kucing, jahe, sambiloto, dan lainnya adalah tanaman yang kini menjadi salah satu koleksi di etalase tanaman obat milik Universitas Jember yang berada di Jubung, Jember sekitar 7 kilometer dari Kampus Tegalboto. Lahan seluas 13 Hektare itu kini dikelola oleh UPT Agrotechnopark untuk dikembangkan salah satunya dalam pengembangan tanaman obat herbal.

Ditengah-tengah kunjungannya ke lokasi (4/4) rektor Universitas Jember menyampaikan, taman tanaman obat yang akan dibangun diatas tanah seluas 1 Hektare merupakan etalase dari beberapa tanaman herbal. Menurutnya, etalase tersebut bisa dijadikan sabagai wahana edukasi masyarakat terutama warga Universitas Jember.

Dia menyampaikan, lahan tersebut bisa menjadi sarana praktikum lapang maupun pengembangan keilmuan dalam hal obat herbal. Selain itu menurutnya lahan tersebut kelak akan dijadikan sebagai pusat industri pengembangan dan pengolahan obat herbal. “Pembangunan lahan herbal ini manjadi langkah awal menuju industrialisasi obat herbal yang sejalan dengan visi dari Universitas Jember dalam kontek pengembangan pertanian industrial dalam arti luas” paparnya.

Rektor menambahkan, desain dari taman tanaman obat tersebut hampir menyerupai seperti taman bunga yang ada di Eropa. Namun yang membedakan hanya pada jenis tanamannya saja. “Kalau di Eropa bunga-bunga saja tapi kalo disini bunga dikombinasikan dengan tanaman obat sehingga tidak hanya indah namun juga sehat” pungkasnya.

Menurut Ketua UPT Agrotechnopark Ir. Arie Mudjiharjati, M.S ada lahan seluas 13 hektare yang akan dikelola dan dikembangkan. Menurutnya lahan tersebut akan dibagi menjadi 3 cluster, agrowisata edukasi, training center dan agroindustry. Arie mengatakan pembangunan agroindustri kususnya produksi obat herbal akan semakin meningkatkan produksi obat herbal yang sudah dikembangkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Jember.

“Saat ini industry obat herbal sebenarnya sudah mulai dikembangkan oleh Fakultas Farmasi Unej dan sudah memiliki produk yang sudah mengantongi ijin dari Dinas Kesehatan sehingga sudah memiliki merek dagang” ungkap Arie.

Desain pembangunan taman obat tersebut berbentuk 3 lembar daun tembakau. Sampai saat ini baru satu taman yang terselesaikan dan diproyeksikan pada pertengahan 2015 selesai secara keseluruhan. Taman tanaman obat ini juga akan dilengkapi dengan dua gedung produksi dan gedung pengemasan obat herbal. “Lebih dari 100 jenis tanaman herbal kami siapkan untuk melengkapi koleksi tiga taman tersebut dan kami juga bekerjasama dengan Balitbang tanaman obat” pungkas Arie. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: