Status Gunung Kelud Waspada

BLITAR (titik0km.com) – Aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Kelud yang menunjukkan peningkatan dan didominasi oleh Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan Gempa Vulkanik Dalam (VA), akhirnya Gunung Kelud yang memiliki kubah lava baru di kawahnya tersebut ditetapkan statusnya menjadi waspada.

Menurut Badan Geologi Indonesia, melalui rilisnya, data suhu air panas di Kawah G. Kelud menunjukkan peningkatan, sehingga berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya maka pada tanggal 2 Februari 2014 pukul 14:00 WIB status kegiatan Gunung Kelud dinaikan dari Normal atau Level I menjadi Waspada atau Level II.

Gunung api Kelud adalah gunung yang berbentuk strato, secara administratif terletak di tiga Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, di Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian puncak 1.731 meter di atas permukaan laut. Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Aktivitas terakhir terjadi pada tahun 2007 diawali dengan peningkatan aktivitas kegempaan dan diakhiri dengan erupsi efusif pada tanggal 3-4 November 2007 berupa kubah lava ditengah danau kawah. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini

Jumlah Gempa Vulkanik Dalam cenderung terus naik namun berfluktuatif, sejak tanggal 27 Januari 2014, yaitu mencapai 23 kejadian pada tanggal 30 Januari 2014 dan 14 kejadian pada 2 Februari 2014 hingga pukul 11:00 WIB. Penentuan lokasi sumber gempa-gempa vulkanik berada pada sekitar tubuh G. Kelud dengan kedalaman 2-8 km .

Badan Geologi Indonesia juga memperingatkan daerah-daerah yang berpotensi terlanda bahaya letusan G. Kelud terdiri dari 3 (tiga) kawasan, yang ditetapkan Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) merupakan kawasan yang selalu terancam awan panas, gas racun, lahar letusansan, aliran lava, dan kawasan yang sangat berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2 km dari pusat erupsi.

Untuk Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, dan lahar letusan, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lahar hujan dan hujan abu lebat dalam radius 5 km dari pusat erupsi. Kawasan Rawan Bencana I (KRB I) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda lahar hujan, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lahar letusan dalam radius 10 km dari pusat erupsi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta BPBD Provinsi, juga SATLAK Kabupaten Kediri, BPBD Kabupaten Blitar dan BPBD Kabupaten Malang tentang aktivitas G. Kelud. Kepada warga masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten.

Peringatan ini juga diberikan pada pengunjung atau wisatawan dengan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Kelud dalam radius 2 km dari kawah aktif. Masyarakat di sekitar Gunung Kelud diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Kelud dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: