Muara Getem Spot Memancing yang Layak Dicoba Mancing Mania

JEMBER (titik0km.com) – Bagi para mancing mania atau penghobi pancing di wilayah Jember, mendengar nama Getem sudah bukan sesuatu yang aneh mendengar nama yang unik tersebut. Pasalnya Getem merupakan salah satu spot favorit untuk memancing para mancing mania dari Jember dan Lumajang. Boleh jadi karena Getem terkenal dengan spot mancing yang keren, akan tetapi banyak dari para mancing mania jarang atau bahkan tidak tahu bahwa sesungguhnya daerah Getem ini memiliki nilai historis yang cukup unik.

Getem sendiri adalah sebuah sungai yang mengalir di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Puger dan Gumukmas, Jember, Jawa Timur. Pada bagian Timur sungai ini terletak Desa Mojomulyo Kecamatan Puger dan bagian Barat terletak Dusun Kalimalang, yang juga merupakan bagian dari Kecamatan Gumukmas. Muara Sungai Getem sendiri terletak di bibir pantai selatan yang langsung berhadapan dengan Samudera Indonesia. Aliran Sungai ini lambat laun dikenal sebagai daerah yang disebut Getem.

Jauh pada abad ke-19, Sungai Getem sendiri telah menjadi sorotan dunia internasional atau bahkan jauh sebelum. Hal ini dibuktikan dengan adanya peta dari Melvill Van Carnbe 1853  – 1862 yang mengidentifikasikan Rivier Getem (atau Sungai Getem). Peta ini merupakan bagian dari peta tentang Residentie Besoeki dan Residentie Banyuwangi.

Informasi lain tentang Getem pada abad ke-19 juga ditemukan dalam Panduan bagi pelaut The India directory, or, Directions for sailing to and from the East Indies, China, Australia and the interjacent ports of Africa and South America yang diterbitkan di kota London oleh penerbit WM. H. Allen & CO pada tahun 1852.

Direktori yang diterbitkan pada tahun 1852 memberi informasi umum tentang kondisi daerah Sungai Getem. Pantai yang menjadi muara Sungai Getem berbentuk teluk, berbatu, berpasir, serta mengandung terumbu di bawah air, yang menjadi habitat bagi ikan karang favorit para mancing mania tentunya.

Keterangan dalam direktori di atas menjelas Sungai Getem merupakan salah wide entrances (pintu masuk yang besar) dengan air yang bagus. Secara umum sungai ini menjadi tempat pendaratan yang aktif. Artinya muara Sungai Getem sendiri merupakan pelabuhan pada saat keterangan dari direktori tersebut diungkapkan.

Nah, sebenarnya Getem sendiri jika ingin dikembangkan juga bisa menajdi pelabuhan samudra karena dua keterangan di atas mengindikasikan bahwa Muara Sungai Getem pada abad ke 19 pernah digunakan sebagai pelabuhan, selain di Puger.

Pingin mencoba sensasi Muara Sungai Getem untuk memancing? Sepertinya harus segera mencoba, bisa jadi spot mancing yang satu ini akan hilang jika suatu saat Getem menjadi pelabuhan samudra, dan menjadi gerbang Jember untuk Samudra Indonesia. (ysh/asd)

———————
Catatan Kaki :
1. Kalimalang mengacu pada sungai yang melintang atau menghalangi jalan.
2. Melvill van Carnbee, P. (Pieter), Baron, 1815 – 1856, Algemeene Atlas Van Nederlandsch Indie [Cartographic Material]: Uit Officieele Bronnen En Met Goedkeuring Van Het Gouvernement Zamengesteld 1853 – 1862 MAP Ra 310. Part.31.
3. The India directory, or, Directions for sailing to and from the East Indies, China, Australia and the interjacent ports of Africa and South America yang diterbitkan di kota London oleh penerbit WM. H. Allen & CO pada tahun 1852, hal. 135.

Bagikan :

Hotel Neo Eltari Hadir di Kupang

KUPANG (titik0km.com) – Berlokasi di daerah destinasi pariwisata yang sedang berkembang yaitu di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Archipelago International bersiap untuk meluncurkan hotel kedua mereka di daerah ini, dengan memperkenalkan bran NEO yang stylish di pusat kota.

Di desain untuk kaum muda dan wisatawan yang mengutamakan anggaran, hotel terbaru NEO Eltari – Kupang ini akan berlokasi di jantung kota Kupang. Hotel ini memiliki 137 kamar yang nyaman dan stylish yang terbagi dalam tiga kategori, juga terdapat ”neoteric resto & bar”, coffee shop, kolam renang serta Spa dan Pusat Kebugaran yang dapat dipergunakan tamu. Wisatawan bisnis dapat menggunakan empat ruang pertemuan, koneksi akses internet cuma – Cuma yang sangat cepat serta halaman parkir yang luas tidak jauh dari lobi.

Hotel NEO Eltari – Kupang yang terbaru ini akan bergabung dengan bran Aston dari Archipelago yang sudah terlebih dahulu berada di Nusa Tenggara Timur. Hotel ini rencananya akan diluncurkan pada awal tahun 2015 yang selanjutnya akan diikuti oleh favehotel yang rencananya juga akan berlokasi di Kupang.

Hotel NEO Eltari – Kupang berlokasi dekat dengan bandar udara bersejarah, El Tari. Selama perang Dunia ke II, Kupang (dahulu dikenal dengan Koepang), merupakan penghubung untuk pengisian bahan bakar serta pendaratan bagi penerbangan jarak jauh dari Eropa ke Australia. Kupang merupakan ibukota propinsi dari Nusa Tenggara Timur, yang terletak di bagian barat daya Pulau Timor.

Hotel NEO adalah hotel dengan layanan terpilih yang pertama dan satu – satunya di Indonesia yang 100% bebas asap rokok. Hotel ini menawarkan kamar dengan fasilitas yang lengkap serta sarana kelas atas seperti mini bar, mesin pembuat kopi, cermin rias, pengering rambut serta tempat tidur dengan kualitas terbaik serta seprai katun yang lembut. Dengan menawarkan fitur premium seperti ini, hotel NEO tetap pada prinsip dari grup : hotel yang dirancang dengan baik dan menarik tidak harus mahal.

Pulau Timor masih merupakan tujuan wisata yang masih belum tersentuh bagi banyak wisatawan.  Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini mulai banyak wisatawan yang beralih bertualang dari tempat yang biasa untuk menjelajahi salah satu sudut indah di Indonesia ini. Kami sangat bersemangat untuk menawarkan akomodasi terjangkau kami, NEO untuk para wisatawan ini dan kami juga sangat bersemangat untuk menjadi bagian dari pertumbuhan yang cepat dari daerah yang sedang berkembang ini pada tahun – tahun akan datang,” ucap Norbert Vas, Wakil Presiden Sales & Marketing Archipelago International. (asd)

Bagikan :

Waspada Imigran Gelap Pengamanan Laut Banyuwangi Diperketat

BANYUWANGI (titik0km.com) – Akibat penolakan Australia terhadap imigran gelap (people smuggling, red) yang masuk melalui perairan Indonesia semakin membuat pemerintah RI gerah. Pasalnya, para imigran gelap tersebut  terus memanfaatkan Indonesia sebagai tempat transit sebelum masuk ke Pulau Christmas, Australia untuk mencari suaka. Praktis, beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki perairan, termasuk Banyuwangi, juga mendapatkan  pengamanan yang ketat. Itu dilakukan untuk menghindari  dan menolak masuknya imigran gelap tersebut. Apalagi, belum lama ini dengan tegas Australia membuat pernyataan sikap menolak para imigran yang mencari suaka.

Pada Rabu (18/2), Kepala Bidang Penyiapan Kebijakan Kegiatan Badan Kordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Kolonel Maritim Yansen Angkuw datang ke Banyuwangi bersama timnya untuk melakukan pengetatan pengamanan di Banyuwangi, seperti yang dikutip dari Humas dan Situs Pemkab Banyuwangi pada Kamis (20/2).

Ditemui Bupati Abdullah Azwar Anas di pendopo Shaba Swagata Blambangan, Yansen mengatakan, meski di Indonesia ada tiga daerah yang menjadi pintu masuk favorit bagi imigran gelap – yakni Batam, Manado, Ambon – , Banyuwangi juga tak luput dari pengamanan. Karena biasanya para imigran gelap ini akan berlayar menuju Australia melalui Pulau Jawa dengan mengincar beberapa perairan. “Untuk memperketat pengamanan, kami mengintensifkann koordinasi dengan aparat keamanan, sekaligus meluncurkan call center dimana masyarakat bisa melaporkan atau mengadukan temuan-temuan mereka di lapangan,”tutur Yansen.

Menurut Yansen, berdasarkan catatan Bakorkamla, selama tahun 2013 tercatat rata-rata ada 25 kasus imigran per bulan yang masuk ke Indonesia secara ilegal tiap tahunnya. “Total jumlahnya mencapai puluhan ribu orang, dengan imigran terbanyak asal Pakistan,” terang Yansen. Dan Bogor tergolong wilayah yang kerap dijadikan tempat ‘sembunyi’ oleh imigran gelap. Tak heran, sebanyak 5 ribu imigran pernah ditemukan disini. (asd)

Bagikan :

THP Unej Gelar Kuliah Umum Peter Sopade

JEMBER (titik0km.com)Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unej kembali gelar kuliah umum, Rabu (03/01). Acara yang digelar di ruang Auditorium 1 FTP ini menghadirkan Dr. Peter Sopade dari University Of Queensland Australia selaku pemateri dengan materi kuliah Strategi Publikasi Internasional

Dr. Peter sengaja diundang untuk untuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa dan kalangan dosen terkait dengan publikasi jurnal internasional. Dalam sambutannya Dr. Yuli Witono, S.TP, M.Si. menuturkan, sesuai dengan apa yang disampaikan rektor diharapkan jumlah capaian jurnal internasional dalam setahun minimal harus mencapai 400 jurnal.

Namun pada kenyataannya angka tersebut belum terpenuhi. “Acara ini untuk memberikan wawasan kepada para dosen dan mahasiswa dalam publikasi jurnal internasional agar semakin banyak jumlah jurnal internasional yang diterbitkan,” tutur Dr. Yuli. Menurutnya melalui materi yang disampaikan akan memberikan gambaran strategi yang harus dilakukan agar jurnal bisa dimuat dalam jurnal internasional.

Walaupun materi disampaikan menggunakan bahasa Inggris secara penuh para peserta kuliah umum merasa tidak kesulitan dalam menangkap materi yang disampaikan. “Saya sangat senang sekali dengan acara yang semacam ini karena bisa menambah wawasan mahasiswa dan membuat mahasiswa mau tidak mau belajar bahasa inggris,” ujar Sadewa salah seorang mahasiswa THP seperti yang disampaikan pada Media Titik Nol Kilometer. (asd)

Bagikan :

Kabar Jakarta Banjir Besar Di Media Sosial adalah HOAX

JAKARTA (titik0km.com) – Di media sosial banyak beredar informasi bahwa Kamis (16/1) pukul 20.00 Wib pintu Bendung Katulampa dan Jumat pagi (17/1) Jakarta akan banjir dan menjadi lautan. Banjir terbesar dalam sejarah banjir di Jakarta.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Infpormasi dan Humas BNPB menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar dan menyesatkan, “Kabar Hoax (tidak benar, red) tersebut telah beredar sejak 3 hari sebelumnya dan masih menyebar. Sejak kemarin hingga saat ini tinggi muka air (TMA) sungai-sungai di Jakarta masih aman. Sungai Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, Sunter, Cipinang, Karet, Krukut dan lainnya masih aman,” jelas Sutopo.

Pantauan Posko BNPB dan Pusdalops BPBD DKI Jakarta kondisi TMA pada Jumat (17/01) Pkl. 06.00 wib : Katulampa 50 cm/M (siaga 4); Depok 140 cm/G (siaga 4); Manggarai 740 cm/G (siaga 4); Pesanggrahan 90 cm/M (siaga 4); Angke Hulu 210 cm/M (siaga 3); Cipinang Hulu 100 cm/G (siaga 4); Sunter Hulu 65 cm/M (siaga 4); Pulogadung 550 cm/G (siaga 3); Karet 470 cm/G (siaga 3); Waduk Pluit -100 cm/H; Pasar Ikan 166 cm/G (siaga 4); Krukut Hulu 75 cm/G (siaga 4). Sedangkan BMKG sendiri memperkirakan pada hari ini hujan terjadi seharian dengan intensitas rendah hingga lebat.

Sutopo juga memaparkan hasil pantauan satelit, berdasarkan pantauan satelit MTSAT dan streamline adanya pusat tekanan rendah di Filipina dan utara Australia menyebabkan konvergensi (pumpunan) di sekitar Jawa. Awan-awan potensial di Jakarta juga berdatangan dari barat sehingga terjadi hujan.

BNPB, BPBD DKI dan Kementerian PU akan terus menerus menyampaikan update informasi TMA sungai. Sungai dengan Siaga 4 artinya masih normal. “Jika sudah kritis posisi Siaga 2 dan Siaga 1 adalah ‘warning’ tertinggi yang menyatakan banjir besar. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada. Hujan ekstrem di Jakarta berpeluang terjadi pada Januari hingga awal Februari 2014. Jangan ikut menyebarkan Hoax. Tanyakan pada BNPB, BPBD, BMKG dan PU selaku otoritas kompeten, pungkas Sutopo. (asd)

Bagikan :

Jember Layak Jadi Tujuan Investasi

Ada Peluang Investasi Asing Masuk ke Jember

SINGAPURA (titik0km.com) – Bertemu dengan kawan dari yang berasal dari satu daerah di luar negeri memang menjadi hiburan tersendiri, terlebih lagi untuk mengobati rasa kangen terhadap tanah kelahiran mereka. Tak kurang seorang putra daerah yang berasal dari desa Batu Urip, kecamatan Tanggul Jember,  Triyono Setiawan yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan asing dari Australia.

Triyono Setiawan saat ditemui reporter titikokm di sela-sela studi banding 10 jurnalis jember ke negeri sing tersbut, mengaku telah bekerja selama 2 tahun dan saat ini bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas sebagai Lead Coating Inspector di sebuah perusahaan  yang menjadi konsultan Mobil Cepu Ltd Banyu Urip FSO Project singapore tersebut.

Triyono menjelaskan bahwa selama 2 tahun bekerja sebagai Consultan to Mobil Cepu Ltd. Banyu Urip FSO Project, bisa jadi nanti akan pindah ke negara lain lagi sesuai dengan tugas yang diberikan kepadanya.

Saat Triyono ditemui bersama rekan kerjanya Firman, yang juga berasal dari Jember, serta saat ini menjadi Quality Engineers, di perusahaan yang sama, sempat diungkapkan bahwa jika pemerintah daerah mau bekerja sama dengan perusahaan tempat mereka bekerja dan bisa menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Jember untuk mengelola sumber daya alam yang belum tergarap sama sekali, “Secara potensi sumberdaya alam Jember sangat bagus dan bisa dikelola untuk kemakmuran kabupaten Jember sendiri,” ungkap Firman.

“Jember akan lebih bergairah lagi saat sudah ada lapangan terbang Jember siap beroperasi, terutama untuk menarik investasi masuk ke kabupaten Jember, karena semua investor akan berlomba-lomba masuk saat ada bandara di Jember, sedangkan potensi Jember sangat luar biasa dan belum dimanfaatkan secara maksimal,” jelas Triyono yang disambut anggukan Firman yang lokasi kantornya terletak di Admiralty Road West, Sembawang tersebut.

Pertemuan yang santai antara reporter titik0km.com berlangsung hangat sambil menikmati hidangan di Madura’s Restaurant salah satu resto khas India di Singapura.

Obrolan hangat itu lebih banyak bercerita tentang kemajuan teknologi yang dimiliki perusahaan yang bergerak di minyak dan gas yang sangat luar biasa, dan aman untuk lingkungan

“Jember memang sudah waktunya membuka diri untuk investor dengan teknologi maju, karena selain aman untuk lingkungan, juga akan mendorong sektor perekonomian yang lainnya, pada akhirnya lapangan kerja menjadi semakin banyak, ini peluang untuk Jember agar bisa memanfaatkan serta mengolah sumber daya alam yang dimilikinya,” jelas Triyono.

Saat ditanya, apakah Triyono dan Firman merasa rindu untuk pulang ke Jember, sontak keduanya berkata “Memang kangen setengah mati, mas. Makanya saat ketemu sama-sama orang Jember agak terobatilah kangennya, salam kangen juga buat teman-teman alumni SMA Negeri 1 Tanggul,” kata Triyono yang juga alumni SMA Negeri 1 Tanggul tersebut. (mjl)

T0K at Madura's Restaurant SingaporeTriyono Setiyawan 002 Triyono Setiyawan 001 Triyono Setiyawan

Bagikan :

Info GIA – Special Offer to Australia by Garuda Indonesia

Marketing Communication Garuda Indonesia

Branch Office Jakarta

 

7th Floor Panin Tower Building, Jl. Asia Afrika Lot.19, Jakarta 10270 – Indonesia

Phone : +62-21-2924 2028    Fax : +62-21-7278 4433

Email : [email protected]com

Special Offer to Australia copy

Bagikan :

Konser ASAH Indonesia Tour 2012 – 2013, Bukan Konser Klasik Biasa

ASAH Memeluk Indonesia 2013 JEMBER (titik0km.com) – Konser ASAH Indonesia Tour 2012 – 2013, bukanlah konser musik klasik biasa. Pagelaran yang digelar malam ini akan menampilkan 2 virtuoso musik klasik dari kelahiran Indonesia dan perupa luar negeri, yang tergabung dalam JakArt. Kolaborasi yang apik akan dipersembahkan oleh JakArt dengan tajuk konser “ASAH – Memeluk Indonesia“.

Siapa saja mereka berikut ini adalah profil mereka.

Ary Sutedja, pianis, mendapatkan gelar Continue reading “Konser ASAH Indonesia Tour 2012 – 2013, Bukan Konser Klasik Biasa”

Bagikan :