Lakukan Tes Urine untuk Cegah Peredaran Narkoba di Instansi

MADIUN (titik0km.com) – Sesaat setelah melaksanakan Upacara 17-san bulan September 2014, perwakilan anggota Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS jajaran Korem 081/DSJ melaksanakan Tes Urine, dalam rangka pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) Triwulan III Tahun 2014, di Kantor Unit Intel Rem 081/DSJ Mojorejo Kota Madiun (17/9).

Yang mengejutkan, usai Upacara 17-san Kasi Intel Rem 081/DSJ Letnan Kolonel Inf Fadjar MS langsung menunjuk beberapa orang anggota untuk diperintahkan melakukan tes urine terhadap perwakilan perwira, Bintara, Tamtama dan PNS jajaran Rem 081/DSJ, Tentu saja, perintah tes urine yang mendadak tersebut sempat mengagetkan, tapi para anggota yang ditunjuk siap melaksanakannya.
“Kita buat mendadak supaya tidak bocor, Kalau ada yang ketahuan memakai, pasti ketemu dan tentu akan kita tindak kalau positif pakai,” tegas Kasi Intel.

Lebih lanjut Kasi Intel Rem 081/DSJ Letnan Kolonel Inf Fadjar MS, mengatakan bahwa tes urine yang dilakukan ini merupakan langkah positif Korem 081/DSJ bekerja sama dengan Polres Kota Madiun dalam rangka pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) Triwulan III Tahun 2014.

Tes urine tersebut sekaligus untuk memberi contoh kepada masyarakat umum bahwa anggota TNI juga harus terbebas dari Narkoba, Jika nanti ada yang positif menggunakan Narkoba, maka akan dimasukkan rehabilitasi untuk mengikuti konseling dan pembinaannya, Selain itu juga akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku, ujar Kasi Intel. (asd)

Bagikan :

Polemik Kabinet Jokowi-JK

Oleh : Mike Reyssent*

Riuh rendah lagi perpolitikan negeri ini, ketika beberapa hari lalu, Jokowi mengumumkan jumlah menteri yang akan bergabung dalam kabinetnya nanti. Pakar politik dan stasiun tipi ramai ramai membuat opini dan berasumsi dengan segala kepentingannya masing masing.

Semua orang sudah tahu, apalagi pakar politik, bahwa untuk urusan menentukan menteri dalam sebuah pemerintahan, hal itu sepenuhnya adalah hak Prerogatif seorang Presiden. Lalu kenapa sekarang mereka meributkan, ketika presiden terpilih Jokowi mengumumkan susunan kabinetnya? Apakah pakar politik itu tidak mengerti arti kata dari hak Prerogatif itu?

Dengan berbagai macam argumen yang dibuat buat, mereka membuat asumsi seakan akan Jokowi menjilat ludah sendirilah, Jokowi tidak konsisten dengan ucapannya, sasaran empuk untuk diserang oleh koalisi Prabowo Hatta , belum lagi jika kita menonton stasiun tipi dari kubu yang kalah ini.

*****

Jika menonton berita ataupun acara talk show, di stasiun televisi yang memang beda ini, sering kali, membuat saya tertawa, karena mereka memang semakin lucu saja membuat opini, atau menggiring penonton dengan pemikiran yang benar benar lucu.

Apa sih, yang salah dengan jumlah 34 menteri dan 16 diantaranya dari professional parpol seperti yang disebutkan Jokowi beberapa hari lalu? Perampingan kabinet hanya hisapan jempol? Dalam pengumuman kemarin, Jokowi merencanakan, posisi Wamen itu hanya satu yaitu Wakil Menteri Luar Negeri. Coba bandingkan dengan jumlah Wamen di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang berjumlah 17 orang, tapi dengan Wakil Menteri hanya 1 itu, masih dibilang kurang ramping juga. Jadi, berapapun jumlah menteri yang akan dipakai Jokowi nanti pasti akan dicela dan dianggap salah, oleh mereka yang kelihatan sirik ini.

Seperti kasus mobil menteri kemarin. Ketika Jokowi memutuskan, menterinya nanti akan memakai mobil bekas, mereka membuat berita bahwa mobil bekas yang baru 5 tahun pakai itu, perlu perawatan tambahan yang harganya sangat mahal. Apakah perawatannya bisa lebih mahal dari harga sebuah mobil baru? Lalu, jika memang perawatannya lebih mahal dari harga sebuah mobil baru, siapa nanti yang akan mau memakainya atau membelinya jika tidak dipakai oleh menterinya Jokowi?

Coba kalau Jokowi memutuskan akan memakai mobil baru, mereka pasti akan memberitakan dengan lebih sengit lagi, tentang pemborosan anggaran yang dilakukan oleh Jokowi. Jadi apapun juga yang dilakukan Jokowi pasti akan salah dimata mereka.

*****

Apakah ketika Jokowi memutuskan akan memakai 16 orang menteri dari profesional parpol itu salah dan atau sarat dengan kepentingan politik?

Seperti sudah saya tulis di atas, untuk menentukan menteri, itu adalah hak prerogatif seorang presiden, dan hal itu adalah mutlak tidak dapat diganggu gugat!

Siapapun dan berapapun jumlah orangnya yang ingin dipakai dalam kabinet pemerintahan yang akan datang, semestinya tidak lagi menjadi masalah dan bukan lagi menjadi polemik. Karena, jika kita kasak kusuk mempermasalahkan hal itu, bukankah sama saja dengan ikut campur urusan yang menjadi hak prerogatif presiden?

Sudah sejak jauh hari, Jokowi membuka diri dan meminta masukan dari semua kalangan, untuk membantunya dalam menentukan menteri dikabinet pemerintahannya nanti. Apakah tindakan itu pernah dilakukan oleh presiden sebelumnya? Apalagi Jokowi juga sudah menegaskan kembali, siapapun yang menjadi menteri dikabinetnya nanti, harus melepaskan atribut parpolnya. Hal itu merupakan syarat mutlak yang tidak dapat ditawar lagi. Lalu bagaimana dengan KIB Jilid II yang sebagian menterinya menjabat sebagai ketua parpol?

Ketika masa kampanye dulu, Jokowi sudah sering mengatakan koalisi yang dibangunnya adalah koalisi kerjasama tanpa pamrih, lalu apakah tindakan Jokowi memberikan 16 kursi menteri ke profesional parpol itu disebut dengan menjilat ludah sendiri?

Pertanyaan itu yang selalu menjadi polemik sejak masa kampanye lalu, karena berkaitan dengan sistem politik dagang sapi. Mengenai sistem dagang sapi ini, saya sudah pernah menulisnya, begitu juga Jokowi sudah menjawabnya.

Jika sebelum pilpres, sebuah kubu calon presiden sudah ribut mengenai pembagian jatah kursi, bila memenangkan pilpres, atau jika sebuah parpol, sudah mengajukan penawaran, atau ditawarkan kursi menteri, sebelum mendukung capresnya, nah itu yang disebut dengan politik dagang sapi. Sangat berbeda dengan setelah memenangkan pilpres, lalu Jokowi memberi kesempatan kepada parpol yang sudah membantu memenangkan pilpres, untuk membantunya juga di kabinetnya.

Cuma, selayaknya semua kasus apapun, tergantung dari sisi mana kita ingin melihatnya. Para pakar politik, media tipi dan media onlinepun, berbicara juga tergantung kepentingannya sendiri. Bagaimana jika kubu Prabowo-Hatta yang memenangkan pilpres lalu, apakah kabinetnya tidak sarat dengan kepentingan politik?

Saya tidak akan menanggapi omongan dari pakar hukum tata negara Margarito Kamis, yang mengatakan Jokowi jadi sasaran empuk Koalisi Merah Putih. Karena omongan itu, saya anggap tidak mendasar, mengandung ancaman dan provokasi dan tidak seharusnya pakar hukum tata negara mengeluarkan omongan seperti itu.

Oleh sebab itu, sekarang biarkan saja Jokowi sebebas bebasnya menentukan menteri dikabinetnya, selama masih dalam koridor yang bisa dianggap wajar (misalkan, tidak mengambil narapidana yang tersangkut koruptor untuk menjadi menterinya, apalagi yang seperti ini, please deh karena menteri yang satu itu…banget. Jangan lagi ada intervensi dalam bentuk apapun, entah itu berupa opini pesanan, ataupun berita yang menyudutkan.

Catatan : Biarkan pemerintahan Jokowi-JK bekerja dulu, jika nanti ternyata dalam pemerintahannya terbukti, bahwa menteri yang diangkat oleh Jokowi tidak bekerja maksimal untuk rakyat, barulah kita semua bersama sama mengkritisi. Salam Damai…. (*)

Bagikan :

BBM Naik Kenapa Takut?

Oleh : Mike Reyssent*

Pertemuan di Nusa Dua, Bali, 27 Agustus 2014 lalu, antara Presiden terpilih Jokowi dan Presiden sekarang SBY, dalam rangka membicarakan masa transisi, dari pemerintahan lama yang di pimpin oleh Presiden SBY dan pemerintahan akan datang, dan yang akan dipimpin oleh Jokowi.

Diberitakan juga, dalam pertemuan itu bahwa Jokowi telah meminta Presiden SBY untuk menaikan harga BBM tahun ini sebelum beliau lengser atau sebelum masa pemerintahan baru yang akan dipimpin oleh Jokowi.

Menurut saya, tindakan Jokowi meminta SBY untuk menaikkan harga BBM adalah tindakan yang kurang dipikir dengan cermat dan matang karena SBY mustahil mau memenuhi permintaan itu.

Jika menurut banyak pihak atau para pakar ekonomi yang mengatakan bahwa kenaikkan harga BBM adalah hal yang sangat penting yang tidak dapat dihindari lagi dan harus segera dilakukan secepatnya untuk menutupi defisit anggaran dalam RAPBN 2015 dan juga untuk kemajuan bangsa ini, kenapa Jokowi mesti kuatir menaikkan harga BBM dimasa pemerintahannya dan meminta supaya SBY yang menaikkan?

*****

Dalam beberapa hari ini, berita tentang kelangkaan BBM yang melanda negeri sudah banyak beredar di media online dan televisi. Juga sudah banyak memuat berita tentang masyarakat sangat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.

Antrian BBM bersubsidi sudah begitu banyak terjadi di beberapa daerah. Tulisan tentang antrian BBM dan kenaikan BBM sudah banyak terdapat di media online negeri ini. Korban dan efek dari tulisan di media sosialpun tentang antrian BBM juga sudah ada.

Ketika ada korban dan efek dari tulisan di media sosial kemarin, saya jadi teringat oleh tulisan saya, pada beberapa hari yang lalu tentang korban pilpres dan tentang korban keputusan MK, jadi dalam tulisan ini saya tidak membahas tentang korban antrian BBM lagi, karena itu bisa terjadi pada diri siapa saja, yang tidak bisa mengontrol atau tidak bisa mengendalikan diri dalam menulis di media sosial ini.

Dalam tulisan ini, saya juga tidak ingin terjebak dalam perdebatan tentang kenapa SBY tidak menaikkan harga BBM sebelum masa pemerintahannya berakhir, atau sebelum masa pemerintahan Jokowi dimulai. Karena saya sangat yakin SBY walau bagaimanapun tidak akan menaikkan harga BBM sebelum masa tugasnya berakhir.

Semua pihak sudah tahu bahwa kenaikan harga BBM akan banyak membawa dampak atau efek domino yang begitu besar bagi perekonomian dan dengan menaikkan harga BBM, hanya akan membawa banyak keresahan bagi masyarakat banyak. Oleh sebab itu jika SBY menaikkan harga BBM dilakukan di masa akhir pemerintahannya maka SBY akan meninggalkan jejak yang kurang baik di mata masyarakat. Dan hal itu pasti akan dihindari oleh SBY.

*****

Naikkan harga BBM, jika memang itu harus dan sangat penting dilakukan oleh pemerintah.

Naikkan harga BBM, jika memang hal itu akan tidak akan membuat orang mengantre lagi di pompa pompa bensin yang bisa membawa korban lebih banyak lagi.

Naikkan harga BBM pada masa pemerintahan awal nanti, jika memang hal itu akan membuat bangsa ini menjadi lebih baik dan akan membawa kemakmuran negeri ini.

Dalam usaha pemerintah untuk menaikkan harga BBM yang harus dan sangat penting dilakukan adalah

1. Berantas dengan segera mafia migas. Isu mafia migas ini seperti siluman atau seperti mahluk mitologi saja, karena sering kali dibicarakan ada dan diyakini keberadaannya, tapi tak juga ada yang pernah tertangkap apalagi yang dipenjara. Banyak orang, seringkali membicarakan tentang adanya mafia migas yang menyebabkan kerugian negara dengan angka yang sangat fantastis, tapi belum ada tanda tanda pemerintah yang lalu atau KPK, untuk membongkar mafia migas sampai ke akar akarnya. Korban dari KPK hanya sebatas satu orang yang sedang naas saja. Jika hanya satu orang saja, berarti bukan mafia, karena tidak mungkin yang namanya mafia tapi bekerja hanya seorang diri!!!

2. Dukung penelitian tentang energi alternatif. Sudah banyak anak negeri ini, yang membuat percobaan tentang energi alternatif yang bisa digunakan sebagai bahan bahan bakar pengganti bensin. Berikan subsidi atau bantuan kepada sekolah ataupun individu yang mempunyai ideatau gagasan untuk membuat energi alternatif pengganti BBM.

3. Berikan pengertian sederhana tentang kenaikan harga BBM ini, tidak perlu mengeluarkan angka angka yang ruwet, hitung hitungan yang menjelimet dan neraca neraca, karena tidak semua rakyat bisa mengerti hitung hitungan seperti itu. Tidak semua rakyat mau mengerti tentang cara cara penjelasan seperti itu.

4. Sosialisasikan kepada masyarakat banyak tentang kenaikan harga BBM ini. Sosialisasikan melalui televisi, tulisan di media sosial maupun media cetak. Bahkan kalau perlu beri penyuluhan kepada kepala desa untuk pembekalan sehingga rakyat bisa jadi lebih mengerti.

Jika sosialisasi dan pengertian sudah dilakukan dengan maksimal oleh pemerintah, agaknya efek yang kurang baik atau gejolak yang meresahkan di masyakat akan jauh berkurang. Saya sangat percaya dan yakin bahwa, masyarakat kita akan bisa menerima apapun yang menjadi kebijakan pemerintah, jika memang kebijakan itu akan berdampak untuk kebaikan bangsa ini.

Masalah yang mungkin terjadi adalah faktor hasutan dari partai oposisi yang sampai saat ini masih belum juga mau berbesar hati untuk menerima kekalahannya.

Semoga pemerintah yang akan datang akan secepatnya mengadakan rekonsiliasi dan berdamai dengan partai oposisi, sehingga akan mengurangi gesekan dan efek yang tidak baik bagi negeri ini…

Salam Damai…. (*)

Bagikan :

Halal Bihalal Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 081 PD V Brawijaya

MADIUN (titik0km.com) – Pertemuan rutin arisan Bulanan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 081 PD V/Brw, yang dipimpin langsung oleh ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 081 PD V/Brw Ny. Inonk Reza Utama, pada hari Selasa Tanggal 12 Agustus 2014  Pukul 08.00 WIB yang bertempat di Aula Makorem 081/DSJ. Pertemuan rutin arisan persit ini dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi antara pengurus dan anggota Persit KCK Koorcab Rem 081 PD V/Brw maupun sebagai bentuk usaha untuk bertukar pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat untuk keluarga serta memberikan pengarahan sekaligus informasi yang sedang berkembang.

Acara tersebut dihadiri oleh Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Czi M. Reza Utama, Kasrem 081/DSJ Letnan Kolonel Arh Eko Wibowo Kusrianto , S.E beserta jajaran Perwira staf dan juga dihadiri oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 081 PD V/Brw Ny. Inonk Reza Utama beserta jajaran dan anggotannya. Dalam acara pertemuan ini Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Czi M. Reza Utama memberikan pengarahan terhadap ibu-ibu persit Rem 081/DSJ, Sebelum acara pertemuan rutin arisan dimulai.

Dalam pengarahanya Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Czi M. Reza Utama menyampaikan sehubungan saat ini masih dalam suasanan lebaran Atas nama Pribadi dan keluarga, mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin mohon maaf lahir dan batin serta ucapan terima kasih kepada seluruh ibu-ibu Persit yang telah hadir pada acara arisan rutin yang kita selenggarakan ini, Lebih lanjut Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Czi M. Reza Utama berpesan agar ibu-ibu selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME, dan senantiasa aktif dalam kegiatan keagamaan sebagai spirit dalam mendukung tugas pokok suami dalam menjalankan tugasnya, Jadilah pribadi yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita, beri dukungan dan semangat kepada suami untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, selalu ingatkan  suami agar menghindari hal-hal yang negatif yang nantinya akan merugikan dan merusak nama baik keluarga dan satuan, bina kehidupan rumah tangga yang harmonis, sehingga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah, keluarga yang tentram yang penghuninya dihiasi dengan cinta dan kasih sayang, karena keluarga yang harmonis akan menjadikan suami dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Komandan Korem juga memberikan beberapa penekanan diantaranya, hidup ini adalah merupakan pilihan, sehingga jalani & bersyukur atas pilihan kita, keterbatasan yang ada di satuan jangan dijadikan sebagai alasan pembenaran untuk tidak bekerja secara optimal, sikapi setiap permasalahan secara bijak & cari solusi yang terbaik, bina keluarga dengan baik terutama hubungan suami, istri & anak, setiap permasalahan rumah tangga agar diselesaikan secara tuntas, dan jangan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang diluar nalar (akal pikiran) sehingga tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.

Diakhir pengarahannya Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Czi M. Reza Utama memberikan pengertian tentang kebahagian, menurutnya kebahagiaan adalah bukan hal yang bisa diukur dengan sesuatu yang ada di dunia ataupun sesuatu yang hanya dilihat oleh pandangan mata semata. Seandainya kebahagiaan itu bisa dibeli, tentulah kebahagiaan itu hanya milik orang-orang kaya saja sedangkan orang-orang miskin tidak akan mungkin bisa memiliki kebahagiaan. Janganlah kita berangan-angan ingin meraih bintang dilangit, tetapi cukuplah bersyukur selagi kaki kita masih bisa berpijak dibumi ini. Intinya kebahagiaan itu hanya datang dari hati kita sendiri, apabila hati ini bisa ihklas menerima apapun yang terjadi dan pandai mensyukurinya maka kebahagian yang hakikilah kita dapatkan Tegasnya. (asd)

Bagikan :

24 Mahasiswa Lulusan Prodi Ners PSIK Unej Raih Cum Laude

JEMBER (titik0km.com) – Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember kembali melaksanakan kegiatan Sumpah/janji Profesi Ners (8/8). Kali ini ada dua puluh empat sarjana Keperawatan (S.Kep) yang lulus dari Program Pendidikan Ners  Angkatan VIII yang berhak menyandang gelar Ners. Istimewanya, sebagian besar lulusan sudah bekerja di instansi pemerintah maupun swasta dan semua lulus dengan pujian alias cum laude dan berhasil meraih IPK sempurna atau 4,00.

Keberhasilan PSIK Universitas Jember meluluskan perawat profesional ini mendapatkan apresiasi dari Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD, Rektor Universitas Jember. Dalam sambutannya, Rektor memuji sinergi antara dosen dan semua pihak yang terlibat dalam Program Pendidikan Ners PSIK Universitas Jember sehingga mampu meluluskan perawat yang secara akademis mumpuni. “Pesan saya saat nanti terjun di dunia kerja, ingatlah dua hal yakni ikhlas dan profesional. Landasi semua kerja dengan rasa ikhlas sebagai ibadah agar mendapatkan ridho dari Allah SWT, kemudian profesional dalam melayani semua orang sesuai tuntutan profesi perawat,” tutur Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Lantin Sulistyorini, S.Kep., Ners., M.Kes. ketua Program Studi Ilmu Keperawatan yang baru dilantik 8 Juli lalu mengaku Bangka pada prestasi para lulusan. Menurutnya, keberhasilan mereka merupakan buah dari kerja keras mereka beserta para pendidik sehingga banyak diantara mereka sudah bekerja dibidangnya sebelum lulus. “Mereka semua sudah mengikuti Uji Kopetensi Ners (UKNI) sehingga mereka sudah siap dalam dunia kerja,” paparnya.

Lebih jauh Lantin menjelaskan, sistem perkuliahan yang ada di Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember memang dirancang untuk menciptakan Ners yang handal. “Tidak heran bagi kami jika para lulusan sudah banyak yang bekerja baik di instansi pemerintah maupun swasta sebelum pengambilan sumpah Ners, ada juga yang diterima menjadi dosen di STIKES Malang,” ujarnya.

Lantin menambahkan, pengambilan sumpah atau janji Ners merupakan ujung dari Program Pendidikan Ners. Sebelumnya selama satu tahun para sarjana keperawatan ini melaksanakan praktek di berbagai Rumah Sakit dan Puskesmas  yang ada di Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Malang bahkan Bali. Menurutnya, materi yang diberikan dalam Program Pendidikan Ners antara lain Keperawatan Medik Bedah, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Maternitas dan Anak, Manajemen Keperawatan, Keperawatan Kritis, Keperawatan Keluarga dan Komunitas serta Keperawatan Gerontik.

Diakhir sambutannya Lantin berpesan kepada Ners yang baru diambil sumpah untuk terus meningkatkan keilmuan dan keterampilan mereka dalam hal asuhan kususnya asuhan keperawatan. “Anda akan memasuki dunia kerja yang mungkin berbeda dengan apa yang dipelajari di bangku kuliah, oleh karena itu lulus dari Program Pendidikan Ners bukan berarti selesainya proses belajar, namun justru harus lebih tekun belajar,” ujarnya.

Untuk diketahui, Program Pendidikan Ners adalah pendidikan profesi bagi perawat sebelum bisa berkiprah di institusi-institusi pendidikan, dan PSIK Universitas Jember adalah salah satu penyelenggaranya . “Semua Ners yang kebetulan hari ini diambil sumpahnya sudah mengikuti uji kompetensi sehingga kemampuan mereka dalam dunia kerja tidak perlu diragukan lagi,” kata Lantin Sulistyorini, S.Kep., Ners., M.Kes. (asd)

Bagikan :

3 Mahasiswa Unej Ikuti KKN Kebangsaan di Kalimantan Barat

JEMBER (titik0km.com) – Universitas Jember mengikutsertakan mahasiswanya dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Tahun ini KKN Kebangsaan diselenggarakan di Kalimantan Barat, dengan tuan rumahnya adalah Universitas Tanjungpura Pontianak. Hal ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Jember, Drs. Sujito, PhD saat mendampingi mahasiswa Universitas Jember peserta KKN Kebangsaan 2014 untuk berpamitan kepada Rektor hari Selasa siang di Gedung Rektorat (5/8).

“Tahun ini LPM Universitas Jember mengirimkan tiga mahasiswa guna mengikuti KKN Kebangsaan di Kalimantan Barat, mereka akan ditempatkan di Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sanggau,” ujar Drs. Sujito, PhD.

Ketiga mahasiswa Universitas Jember tersebut adalah Marwah Firdausul Akmal dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Agus Prayitno dari jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian dan M. Farid Syafi’i dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi. Ketiga mahasiswa angkatan 2011 ini akan berangkat Selasa malam menuju Pontianak guna bergabung dengan ratusan rekannya dari 34 perguruan tinggi negeri lainnya dari seluruh nusantara.

“Marwah akan ditempatkan di Desa Seluas, Kabupaten Bengkayang, sementara kedua rekannya, Agus dan Farid di Desa Tanjung Merpati, Kabupaten Sanggau. Kedua lokasi ini berbatasan langsung dengan negara Malaysia,” jelas Ketua LPM Universitas Jember. Ketiga mahasiswa ini akan menjalani KKN Kebangsaan dari tanggal 6 Agustus sampai dengan 15 September 2014.

Kegiatan KKN Kebangsaan tahun ini adalah pelaksanaan kali kedua, setelah tahun 2013 lalu diselenggarakan di Sulawesi Selatan. Untuk KKN Kebangsaan kali ini mengambil tema “Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan untuk Menumbuhkan Semangat Persatuan dan Kesatuan dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Tujuan pelaksanaan KKN Kebangsaan adalah untuk meningkatkan jiwa nasionalisme serta agenda untuk belajar budaya dan melatih kepekaan sosial mahasiswa yang terlibat. “Lokasi KKN Kebangsaan sengaja ditempatkan di daerah perbatasan, agar mahasiswa tahu kondisi nyata di perbatasan, dapat mengetahui masalah yang ada sekaligus mencari solusinya. Selain tentu saja menggelorakan semangat nasionalisme,” tambah Drs. Sujito, PhD yang juga dosen di Jurusan Fisika FMIPA ini.

Sementara itu dalam pertemuan dengan Rektor Universitas Jember, Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD berpesan agar para duta Kampus Tegalboto mampu menjaga nama baik almamater dengan betul-betul berupaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat setempat. “Aplikasikan semampu kalian apa-apa yang telah didapat dari kampus tentunya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat disana,” pesannya.

Selain itu Rektor juga berpesan para duta kampus ini untuk selalu menjaga sikap baik dengan masyarakat dan sesama peserta KKN Kebangsaan yang berasal dari kampus lain. Rektor berharap agar mereka mampu bekerja dengan baik. “Utamakan kerja tim karena disana kalian tidak hanya bekerja sendirian,” imbuhnya. (asd)

Bagikan :

Berbekal Belajar dan Yakin Anak Kondektur Bis Ini Masuk Kedokteran

JEMBER (titik0km.com) – Ada pancaran dan raut kebahagiaan terlihat jelas dari wajah Yuli Lusiani Sari saat ditemui di sela-sela kegiatan registrasi ulang mahasiswa baru Universitas Jember tahun 2014 di Gedung Soetardjo (23/7). Kebahagiaan Yuli sangat beralasan pasalnya impiannya untuk kuliah di Fakultas Kedokteran akhirnya tercapai. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena akhirnya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Jember, apalagi dengan fasilitas Beasiswa Bidik Misi,” tutur gadis alumnus SMA Negeri 2 Kediri ini.

Yuli memang mahasiswa baru tahun 2014 Universitas Jember yang termasuk spesial, bersama tiga rekannya yang lain, Yuli diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Jember melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan fasilitas Beasiswa Bidik Misi. Nantinya mahasiswa penerima Beasiswa Bidik Misi gratis kuliah selama 4 tahun dan berhak mendapatkan biaya hidup setiap bulannya.

Seperti yang diketahui, persaingan untuk masuk ke Fakultas Kedokteran termasuk sangat ketat, terlebih lagi yang mendaftar melalui fasilitas Beasiswa Bidik Misi. Dari data di Bagian Akademik Universitas Jember, pada tahun 2014 ini ada 34.947 pelamar jalur SBMPTN ke Kampus Tegalboto. Dari jumlah itu Yuli harus bersaing dengan 2.169 peserta yang mendaftar ke jurusan Pendidikan Dokter dan yang diterima hanya sebanyak 70 peserta.

Keberhasilan Yuli menembus Fakultas Kedokteran juga disyukuri oleh keluarganya. Orang tua Yuli yang tinggal di Desa Bangsongan Kecamatan Kajen Kidul, Kediri, termasuk dalam golongan keluarga yang tidak mampu. Ayah Yuli, Hientoro, bekerja serabutan, sementara yang lebih luar biasa adalah apa yang dikerjakan sang Ibu, Sri Sari, untuk menghidupi keluarga. “Ibu menjadi kondektur bus Harapan Jaya jurusan Surabaya-Tulungangung tetapi tidak tiap hari. Jika sedang tidak menjadi kondektur, Ibu berjualan pakaian dan seprei. Sebulan gabungan penghasilan Ibu dan Bapak yang bekerja serabutan berkisar satu juta setengah, tapi bisa juga kurang ,” kata gadis kelahiran 9 Juli 1996 ini.

Keterbatasan biaya ternyata tidak membuat Yuli dan orang tuanya menjadi putus asa dalam usaha mencapai cita-cita menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Mengetahui ada program Beasiswa Bidik Misi, Yuli aktif menanyakan mengenai bagaimana cara mendapatkan Beasiswa Bidik Misi melalui guru-guru di sekolahnya. “Ibu bahkan bertanya tentang seluk beluk Bidik Misi kepada tetangga yang kebetulan anaknya kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri dengan fasilitas Beasiswa Bidik Misi,” kata gadis berjilbab ini.

Perjuangan Yuli tidak berhenti di sini saja, anak kedua dari tiga bersaudara ini menyempatkan diri rutin belajar tiga jam setiap harinya. Semua mata pelajaran dikaji mulai dari bab awal hingga akhir. “Saya juga beruntung dibiayai oleh paman untuk ikut bimbingan belajar,” kata Yuli. Sebenarnya, Yuli merasa surprise dapat diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang memang menjadi cita-citanya. Sebenarnya Yuli merasa prestasinya selama sekolah di SMAN 2 Kediri tidak terlalu mentereng. “Memang beberapa kali saya masuk dalam 10 besar di kelas, pernah juga masuk sebagai 10 peserta terbaik dalam lomba karya tulis ilmiah di Kediri, tapi menjadi yang terbaik belum pernah. Makanya kemarin tidak tembus di SNMPTN dan mendaftar di SBMPTN,” kata gadis yang bercita-cita menjadi dokter spesialis anak atau jantung.

Sebenarnya terbersit rasa ragu di hati Yuli saat memutuskan memilih Fakultas Kedokteran sebagai pilihan. Kedua orang tuanya pun sempat menyampaikan rasa khawatir terkait biaya yang nanti akan ditanggung. “Tapi saya sudah mantap masuk Fakultas Kedokteran, lagipula ada beasiswa Bidik Misi,” kata Yuli. Guru-gurunya di SMAN 2 Kediri juga mengingatkan Yuli agar tidak kecewa jika nanti gagal, mengingat persaingan masuk ke Fakultas Kedokteran sangat berat. Namun syukurlah kerja keras beserta doa kedua orangtunya berhasil mengantarkan Yuli kuliah di Kampus Tegalboto.

Keberhasilan Yuli dapat menjadi pelajaran bagi siswa-siswi yang lain yang bercita-cita untuk menimba ilmu di perguruan tinggi. Keterbatasan biaya ternyata bukan alasan meraih cita-cita asalkan mau belajar keras dan disertai keyakinan selalu akan ada jalan. Salah satunya dengan Beasiswa Bidik Misi. “Untuk kawan-kawan yang kebetulan senasib dengan saya, jangan putus asa karena jalan untuk meraih cita-cita tetap terbuka asal mau sungguh-sungguh belajar dan berdoa,” tutur Yuli. (asd)

Bagikan :

Kodim 0824 Jember Gelar Pasar Murah Ramadhan 1435 H

JEMBER (titik0km.com) – Salah satu kiat untuk mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang lebaran, adalah menggelar pasar murah yang langsung memotong jalur distribusi barang kebutuhan pokok seperti gula, minyak, telur. Untuk itu, Kodim 0824 Jember kali ini menggelar pasar murah yang diselenggarakan di halaman Kodim 0824 Jember yang berlangsung 3 hari, dari Senin s/d Rabu (14-16/7).

Menurut Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Arh Wirawan Yanuartono, acara yang diselengarakan setiap tahun ini memang banyak diminati oleh masyarakat sehingga pihaknya kali ini menggelar pasar murah yang bekerja sama dengan Disperindag dan ESDM Jember ini lebih panjang dari pada biasanya, “Tahun kemarin hanya berlangsung satu hari dan karena animonya cukup banyak, maka untuk pasar murah kali ini sengaja kita adakan selama 3 hari agar semua bisa membeli kebutuhan dan bahan pokok dengan harga yang cukup murah,” jelas Wirawan Yanuartono.

Nampak pada deretan stand yang menggunakan tenda lapangan Kodim 0824 Jember tersebut, digunakan oleh beberapa perusahaan antara lai PG Sembeoro, beberapa pengilingan padi, juga distributor minyak, peternak telur dan toko berjaringan serta berbagai penyalur kebutuhan pokok untuk berjualan.

“Dua hari akan digelar untuk masyarakat umum, dan satu hari untuk anggota TNI, bisa dari Koramil, Pepabri, Veteran dan yang lainnya supaya mereka juga bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok juga, kalau nanti jadi satu biasanya enggak kebagian, kami juga mengantisipasi setiap pembelian dalam jumlah banyak akan kami lihat dulu, karena barang yang dijual disini memang benar-benar murah dan bukan harga di pasar, jadi biasanya orang cenderung memborong dalam jumlah yang banyak,” lanjut Wirawan Yanuartono.

Kegiatan yang juga termasuk agenda Komunikasi Sosial (Komsos) Kodim 0824 Jember ini memang langsung diserbu oleh warga masyarakat kota jember dan sekitarnya yang juga bekerja sama dengan beberapa UKM binaan Disperindag dan ESDM Kabupaten Jember ini juga untuk mengimbangi naiknya harga barang menjelang Hari raya Idul Fitri 1453 H mendatang. (ias)

Pasar Murah Ramadhan 1435 H Kodim 0824 Jember

Bagikan :

Info Lowongan Staf Profesional PBB United Nation Young Professional Programme

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB-) mengundang warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung sebagai staf profesional PBB pada level P-1 atau P-2. Lowongan melalui program United Nations Young Professionals Programme (YPP) 2014 ini, terbuka bagi para fresh graduates.

Dalam membuka rekrutmen ini, PBB bekerjasama dengan Kemlu RI, dengan tujuan mencari kalangan muda di negara-negara anggota yang jumlah warga negaranya yang bekerja di kantor-kantor PBB masih sedikit (underepresented), untuk bergabung sebagai staf Profesional PBB.

Indonesia turut berpartisipasi pada program ini karena saat ini masih sangat sedikit jumlah WNI yang bekerja di PBB.

Untuk itu, Kemlu RI mendorong kalangan muda Indonesia yang memenuhi persyaratan umum yang diminta, yaitu:
(1) berusia maksimal 32 tahun,
(2) memiliki ijazah minimal Strata-1 (S-1) yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dibuka, dan
(3) mampu berbahasa Inggris atau Perancis dengan baik, untuk ikut melamar pada bidang kerja yg tersedia.

Program YPP tidak mensyaratkan pengalaman kerja, sehingga kesempatan ini juga terbuka bagi para fresh graduates.

Pada YPP 2014, terdapat 6 (enam) bidang kerja yg dibuka yg terbagi ke dalam tiga gelombang pendaftaran sebagai berikut:

14 Juni-13 Agustus 2014 untuk bidang (a) sistem informasi & teknologi, (B-) politik.
21 Juni-20 Agustus 2014 untuk bidang (c) ekonomi, (d) produksi siaran radio (khusus bahasa Arab/China/Kiswahili/Rusia/Spanyol).

28 Juni-27 Agustus 2014 untuk bidang (e) Hak Asasi Manusia (HAM), dan (f) Fotografer.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs http://careers.un.org/, dan seluruh waktu pendaftaran ditutup pada pukul 23.59 waktu New York, AS. Perlu diperhatikan jg bahwa bidang kerja dan waktu pendaftaran dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada keputusan Sekretariat PBB.

Disarankan agar trs memantau informasi terkini melalui situs http://careers.un.org/ atau melalui www.kemlu.go.id pada kolom Karir dan Beasiswa.

Info Lowongan Staf Profesional PBB United Nation Young Professional Programme

Bagikan :