Urai Kemacetan Selama Lebaran, Dishub Lakukan Rekayasa Lalin Dalam Kota

Jember (titik0km.com) – Ada yang baru di jalur dalam kota Jember, yakni perubahan jalur di Jalan Gatot Subroto dan Jalan RA. Kartini, jika sebelumnya jalan Kartini yang merupakan jalur One Way (satu arah) dimana pengendara dari jalan Trunojoyo bisa belok kanan lewat jalan Kartini, mulai hari ini Sabtu (1/6/2019) sudah tidak bisa, karena arus jalan Kartini dialihkan sebaliknya, yakni dari Jalan Kartini menuju Jalan Trunojoyo.

Begitu juga untuk Jalur di Jalan Gatot Subroto, jika selama ini Jalur dari Jl. Kartini menuju Jalan Ahmad Yani via Jalan Gatot Subroto berlaku untuk dua arah, mulai hari ini diberlakukan untuk satu arah yakni one way (satu arah) dari Jalan Ahmad Yani menuju jalan Kartini via jalan Gatot Subroto.

“Perubahan jalur ini sifatnya sementara, hanya berlaku saat libur lebaran saja, untuk mengurangi beban atau kepadatan kendaraan yang melintas di Jalan Ahmad Yani, karena selain banyaknya kendaraan diruas jalan yang melambat karena adanya beberapa titik yang menyebabkan macet, seperti pertigaan Gatot Subroto, SPBU Jl. Ahmad Yani, persimpangan tugu koperasi dan pasar Kepatihan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Jember Hadi Mulyono.

Selain itu, jalur di depan pusat perbelanjaan Golden Market dan pertigaan GNI juga sering menimbulkan kemacetan, hal inilah yang menyebabkan Dinas Perhubungan Jember bersama dengan Satlantas Polres Jember melakukan rekayasa lalu lintas.

Sementara Kasatlantas Polres Jember AKP. Edwin Nathanael SH SIK, kepada jatimtimes mengatakan, bahwa rekayasa perubahan jalur lalu lintas di dalam kota Jember ini berlaku mulai 1-9 Juni 2019, dimana untuk warga dari Bondowoso yang ingin ke arah Surabaya, bisa melewati jalur rekayasa untuk menghindari kemacetan di pertigaan tugu koperasi.

“Untuk pengendara dari jalan Ahmad Yani yang ingin ke arah Pasar Tanjung atau Surabaya, bisa belok kanan lewat jalan Gatot Subroto, kemudian belok kiri lewat jalan Kartini untuk selanjutnya belok kanan lewat  Jalan Trunojoyo, perubahan jalur ini berlaku mulai hari ini sampai tanggal 9 juni besok,” ujar Kasatlantas AKP. Edwin Nathanael.

Selain itu, Kasatlantas juga menghimbau kepada pengendara untuk tetap berhati-hati dan menghindari jalur-jalur yang rawan macet, khususnya bagi pengendara kendaraan pribadi dari Banyuwangi dengan tujuan Surabaya.

“Untuk kendaraan pribadi dari arah Banyuwangi dengan tujuan Surabaya, agar menghindari lewat tengah kota, agar tidak terjebak kemacetan, warga bisa melalui beberapa jalur alternatif, diantaranya di perempatan Wirolegi belok ke kiri, Sukorejo ke kiri, atau dari Gladak Kembar ke kiri,” pungkas Edwin. (*)

Bagikan :

Resmikan Kota Cinema Mall, Ini Harapan Bupati Jember

Jember (titik0km.com) – Kabupaten Jember, mulai terlihat sexy bagi investor yang ingin menanamkan investasinya di kota yang dijuluki sebagai Kota Budaya Pandhalungan, terbaru Kota Cinema Mall (KCM), sebuah konsep gedung bioskop yang dipadu dengan wisata Kuliner dengan konsep Pujasera telah hadir di Jember.

Kehadiran Bisokop KCM ini menambah deretan bioskop ternama yang lebih dulu sudah hadir di Jember, “Kota Cinema Mall ini bisa menjadi destinasi wisata baru di Jember, dengan wisata edukasi yang ditayangkan di bioskop, serta wisata kulinernya yang menyajikan makanan khas Jember, karena semua stand di KCM merupakan karya UMKM-UMKM yang ada di Jember,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Oleh Karenanya, Bupati mengucapkan terima kasih kepada pihak Investor yang menanamkan modalnya untuk membangun sarana rekreasi tersebut, Bupati juga berharap kehadiran KCM ini bisa menambah indeks kebahagiaan masyarakat Jember. “Mudah-mudahan indeks kebahagiaan masyarakat Jember bertambah, seiring berdirinya KCM di kabupaten Jember,” jelasnya.

Sementara Irwan Sasongko, Direktur Kota Cinema Mall Jember, kepada sejumlah media mengatakan, bahwa kehadiran KCM di Jember diharapkan  bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat maupun pemerintah kabupaten Jember.

“Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, kami berharap, kehadiran KCM ini bisa memberikan kontribusi denan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), kami juga berharap bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan merekrut pegawai 100 persen Asli warga ber KTP Jember,” ujar Irwan.

Irwan Optimis, kehadiran KCM di Jember akan disambut masyarakat, karena pihaknya sudah melakukan survey pasar, dan animo masyarkat di usia 20-35 tahun atas bioskop sangat bagus, belum lagi masyarakat yang berada di kota sekitar Jember seperti Bondowoso dan Lumajang.

“Kami sudah melakukan survey pasar, animo masyarakat di Jember , terutama generasi milenial terhadap bioskop sangat tinggi, belum lagi kalau masyarakat di sekitar Jember, seperti Bondowoso dan Lumajang, mereka bisa menonton sambil wisata kuliner dan nongkrong,” papar Irwan.

Irwan juga mengatakan, bahwa investasi KCM yang ditanam di Jember nilainya mencapai 21 Milyar, khusus untuk bioskop, KCM menyediakan seat theater dengan kapasitas 180 orang, selain itu, ada 22 tenand kuliner yang semuannya tenand adalah pelaku usaha UMKM di Jember. (*)

Bagikan :

Sebagai Kota Prajurit, Wabup Sebut TNI Adalah Saudara

Jember (titik0km.com) – Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief menyebut TNI sebagai saudara yang sudah tidak bisa dipisahkan.

Pernyataan ini disampaikan oleh wabup usai mengikuti upacara penutupan Pendidikan Bintara TNI AD program tahun ajaran 2018 di Secaba Rindam V/Brawijaya Jember, Senin 18 Februari 2019.

“Keharmonisan Kabupaten Jember dengan TNI sudah terbukti dan sudah berjalan beberapa tahun,” ujar wabup kepada wartawan.

Keharmonisan itu terlihat dari sinergi dalam melaksanakan beberapa kegiatan di Jember.

TNI yang berada di Jember, jelas wabup, banyak mengadakan kegiatan sosial, kegiatan kemanusiaan, pengobatan gratis, dan lain sebagainya.

“Dan, bagi Pemerintah Kabupaten Jember, TNI sudah merupakan saudara yang sudah tidak bisa dipisahkan,” tutur wabup.

Kabupaten Jember yang memiliki banyak kesatuan militer menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Jember pun disebut Kota Prajurit.

Wabup berharap lulusan lulusan dari Secaba yang sudah lulus bisa menjadi generasi penerus yang menjaga keutuhan NKRI.

“Menjadi generasi penerus bangsa, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur orang nomor dua di Jember ini.

Upacara penutupan Pendidikan Bintara TNI AD di Lapangan Hitam Secaba Rindam V/Brawijaya Jember dipimpin langsung Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi.

Penutupan pendidikan tersebut menandai secara resmi sebagai prajurit aktif di TNI Angaktan Darat.

Dalam pengarahannya, Pangdam mengatakan pelantikan sebagai prajurit efektif ini merupakan titik awal karir dan pengabdian sebagai prajurit TNI AD.

“Semoga ilmu dan keterampilan yang telah didapat dijadikan bekal untuk menempuh pendidikan lanjutan nanti, sesuai kejuruan atau kecabangan masing-masing,” jelasnya.

Para Bintara muda diminta untuk mempersiapkan diri dengan baik selama mengikuti prosedur pendidikan berikutnya, dengan meningkatkan budaya belajar dan berlatih.

Belajar dan berlatih mengacu pada Tri Pola Dasar Pendidikan, yang meliputi aspek fisik, mental, dan intelektual secara seimbang.

“Untuk itu, timbulkan motivasi belajar dan berlatih karena proses belajar mengajar tidak akan pernah berhenti,” ungkap Pangdam.

Pangdam juga berpesan kepada semua prajurit agar menjaga kesehatan, professional, dan menjaga hubungan baik dengan rakyat. “Karena tentara berasal dari rakyat,” jelasnya.

Tentang pendidikan Bintara 2018, Pangdam menjelaskan tingkat kelulusan mencapai 100 persen atau 221 orang. Angka kelulusan ini menunjukkan bahwa proses rekrutmen dan penyaringan dengan seleksi yang betul sesuai standar.

Usai penutupan Pendidikan Bintara, Wabup bersama Pangdam ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember.

Di Kodim, Pangdam mendapatkan paparan Laporan Singkat Satuan dari Dandim 0824/Jember di Letkol. Inf. Arif Munawar, serta memberikan Pengarahan kepada Personel Kodim 0824/Jember. (*)

Bagikan :

HDI 2018 Pertegas Jember Sebagai Kota Inklusi

Jember (titik0km.com) – Pemkab Jember dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang gelar pada Sabtu (1/12/2018) menjadikan Kabupaten Jember sebagai kota yang ramah kepada kaum Disabilitas, sehingga kota yang juga disebut sebagai kota Karnaval Indonesia ini semakin meneguhkan sebagai kota yang semakin Inklusi.
“Hari ini Jember memperingati Hari Disabilitas Internasional, dan peringatan ini bukan peringatan biasa, karena hari ini pemkab menunjukkan komitmennya sesuai dengan yang di anjurkan oleh pemerintah pusat, dimana hak kaum difabel sejajar dengan warga lainnya, dan ini yang menjadikan Jember kota peduli Inklusi,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR Sabtu (1/12/2018) usai melepas peserta jalan santai khusus kaum disabilitas.
Faida menambahkan, komitmen terhadap memberikan hak yang sama terhadap kaum difabel dengan warga lainnya bisa dilihat dari akses layanan publik yang menyediakan jalur khusus untuk kaum difabel, seperti di isntansi, tempat ibadah maupun perusahaan.
“Komitmen Jember sebagai kota Inklusi, bisa kita lihat dan kita rasakan terutama di beberapa tempat ibadah, perkantoran dan instansi instansi sudah mulai memberikan akses masuk untuk kaum difabel, ini yang perlu kita apresiasi,” tambah Bupati.
Bupati juga mengatakan, pemkab Jember akan memberikan penghargaan setinggi tingginya kepada perusahaan dan instansi swasta yang telah memberikan hak yang sama bagi kaum difabel dengan warga lainnya menjadi bagian di perusahaannya.
“Pemkab Jember akan memberikan penghargaan kepada instansi dan perusahaan yang telah peduli dengan memberikan hak yang sama seperti warga lainnya kepada kaum difabel, ini yang akan kita apresiasi,” pungkas Bupati. (*)

Bagikan :

Jember Kota Pertama di Jatim yang Menerapkan Sensor Zebra Cros

Jember (titik0km.com) – Firman Syauqi MHS, pelajar kelas 2 SMA di Jember berhasil ciptakan alat Sensore Storene. Alat ini berfungsi untuk memberikan peringatan melalui pengeras suara bagi pengendara yang melanggar dan melewati garis zebra cross di setiap lampu lalu lintas.

Atas karyanya ini, Jumat (14/9/2018) Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR memberinya penghargaan serta meresmikan karyanya untuk diterapkan di setiap lampu lalu lintas yang ada di ruas jalan di Jember. “Ini karya putra daerah, patut dicontoh dan diapresiasi, tidak hanya penghargaan saja, akan tetapi karyanya kita terapkan langsung kepada pengendara dengan memasang karyanya di beberapa titik lampu merah yang ada di Jember,” ujar Bupati Jember dr.  Hj. Faida MMR dalam sambutannya.
Dengan peresmian Sensor Storene ini, bupati berharap pengendara menyadari kesalahannya. “Karya ini sangat bagus, karena akan mengingatkan pengendara untuk menyadari kalau melakukan pelanggaran lalu lintas, tentu mereka harus malu dong, apalagi yang membuat karya ini seorang pelajar yang sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujar bupati.
Firman Syauqi kepada wartawan mengatakan, bahwa ide dibuatnya alat Sensore Storene bermula saat ia melihat banyaknya pengendara yang melanggar di garis zebra cross. Menurutnya hal sepele inilah yang memberinya ide untuk membuat karya ini.

“Awal ide ini saya dapatkan saat saya melihat banyak pengendara yang melanggar garis putih di setiap lampu merah, memang ini hal sepele, tapi justru hal sepele ini akan menjadikan kita biasa melanggar,” ujar Firman.
Sementara Kasubdit Keselamatan Direktorat Lalu Lintas Hubdat Kementerian Perhubungan M. Fatawi yang hadir pada acara peresmian ini mengatakan, bahwa baru Kota Jember di Jawa Timur yang menerapkan sistem sensor ini, dan yang lebih membanggakan dibuat oleh putra Jember sendiri.
“Ini sebuah karya yang layak diapresiasi, dan untuk di Jawa Timur sistem ini pertama kalinya diterapkan di Jember, dan kebetulan yang membuat putra Jember sendiri,” ujar M Fatawi. (*)

Bagikan :

Jember Dinobatkan Sebagai Kota Layak Anak

Jember (titik0km.com) – Pemerintah Pusat melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) membuat program untuk membentuk Kota atau Kabupaten yang ramah dan layak anak, dimana anak-anak terlindungi hak-haknya dan bebas dari bekerja maupun kekerasan, nah kota tersebut bisa di juluki sebagai Kota atau Kabupaten Layak Anak (KLA) seperti apa?

Setidaknya Pemerintah Kabupaten Jember di bawah Pimpinan Faida-Muqiet bisa menunjukkan tanda-tanda Jember sebagai kota yang layak dan ramah anak, hal ini ditunjukkan dengan diraihnya penghargaan prestisius dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Yambise oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR Senin (23/7/2018) malam di Dyandra Convention Hall Surabaya.

“Jember mendapat penghargaan dari Menteri PPA karena memang layak dan memenuhi kriteria yang ditentukan oleh Ibu Menteri, yaitu Memenuhi Hak-hak Sipil, diantaranya pemenuhan Kartu Identitas Anak (KIA) yang telah mencapai 92 persen dari daftar Anak-anak yang telah memiliki KIA,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Tak Hanya itu saja, Bupati juga menjelaskan di Jember, Pemkab telah menerapkan bahwa setiap anak harus mendapatkan hak pengasuhan secara layak dan baik, meski itu diluar pengasuhan orang tuanya sendiri, anak-anak juga telah mendapatkan fasilitas kesehatan secara gratis, juga menjadi faktor Jember meraih predikat sebagai kota yang layak anak.

“Fasilitas Kesehatan secara gratis untuk anak-anak juga menjadi kriteria, terutama bagi anak-anak yang mengalami stunting, difabel. “Dimana anak-anak Jember yang mengalami stunting dan difabel mendapatkan asuransi kesehatan”, ungkap Faida.

Bupati Faida juga menyampaikan bahwa selain daripada hal-hal yang masuk dalam kategori tersebut. Kabupaten Jember juga telah menerapkan akses-akses khusus untuk di puskesmas dan sekolah bagi anak-anak. Faida juga mengatakan bahwa di Jember, anak-anak diperbolehkan untuk memilih sekolah-sekolah yang dikehendaki termasuk bagi anak-anak difabel akan diberikan kelas-kelas inklusi.

Untuk itu, Bupati Dokter pertama di Jember ini berharap ditahun yang akan datang harus bisa meraih penghargaan PPA Madya. “Ini harus menjadi motivasi bagi DP2KB untuk bisa membawa penghargaan Madya di tahun depan”, ujarnya.

Penghargaan KLA dalam rangka Hari Anak Nasional ini sendiri selain diterima oleh Kabupaten Jember juga diberikan kepada 177 kabupaten di Indonesia dari 389 kota atau kabupaten yang masuk nominasi.

“Kami memberikan penghargaan sebanyak-banyaknya agar kabupaten kota yang belum berkesempatan terus terpacu. Sekaligus agar kabupaten kota dapat mendorong keluarga, masyarakat, media di wilayahnya semakin paham upaya pemenuhan hak anak,” pungkas Yohana Yembise saat memberikan sambutan. (*)

Bagikan :

Jember Menuju Smart City Bersama 50 Kota Lainnya di Indonesia

Jember (titik0km.com) – Kabupaten Jember tahun 2018 menuju Smart City (kota pintar atau kota cerdas), hal tersebut berdasarkan asesmen yang dilakukan Direktorat E-Goverment Kementerian Kominfo pada awal tahun, “Jember dipilih bersama dengan 8 kota lainnya di Jawa Timur setelah kami melakukan asesmen terhadap 100 kota di seluruh Indonesia, dan tahun ini diambil 50 kabupaten termasuk Jember,” kata DR. Hasyim Gautama Kepala Subdirektorat Layanan Kepemerintahan Kementerian Kominfo pada acara Sosialisai dan Bimtek Gerakan Menuju 100 Smart City Kabupaten Jember di Pendapa Wahyawibawa Graha, Senin (9/7/2018).

Hasyim menjelaskan smart city merupakan wujud pemerintah dalam memenuhi keinginan masyarakat dan tuntutan di era digital akan kebutuhan sebuah informasi, sedangkan kota atau kabupaten yang bisa diasesmen untuk menjadi kota yang menuju smart city banyak yang harus dilalui dan dipenuhi, diantaranya infrastruktur yang mendukung dan memadai, Sumber Daya Manusia (SDM) nya yang mumpuni, serta anggaran.

“Jember dipilih untuk dijadikan pilot project menuju smart city karena banyak faktor yang mendukung,  salah satunya infrastruktur, SDM, dan Anggaran di APBD yang terpenuhi, atas dasar inilah Jember dipilih,” ujar Hasyim.

Hasyim menjelaskan, konsep Smart City (kota cerdas) ini mengetengahkan sebuah tatanan kota yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat, seperti melihat arus lalu lintas,  keamanan serta lokasi lokasi yang dibutuhkan masyarakat melalui sebuah Aplikasi.

“Untuk pengelolaanya dalam menyajikan informasi ini dibutuhkan SDM yang mumpuni dan paham dengan IT, selain itu juga dibutuhkan peralatan yang cukup, di kota kota yang sudah menerapkan smart city,  tanggung jawabnya di Infokom,” ujar Hasyim.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Ir. Mirfano yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa Jember sudah menyiapkan proses menuju Smart City (kota cerdas) sejak tahun 2017, karena untuk menjadi kota yang Smart dibutuhkan persiapan-persiapan yang matang dan bertahap.

“Untuk menuju Smart City, kita sudah jauh jauh hari menyiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan,  terutama untuk servernya, untuk server kita sudah menyiapkan sejak tahun kemarin, dan saat ini tinggal memberikan bimbingan kepada SDM nya, Insya Alloh secepatnya akan segera terealisasi,” ujar Mirfano.

Acara bimbingan teknis ini sendiri diikuti oleh tenaga IT yang ada diseluruh organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jember, “Tenaga-tenaga IT ini nanti akan menghubungkan komputernya dengan server yang ada di Dinas Infokom untuk menyajikan informasi yang dibutuhkan masyarakat,” pungkas Mirfano.  (*)

Bagikan :

Wakil Bupati Bangga, Jember Sebagai Kota Pendhalungan, Multi Etnik, Ras dan Agama

Jember (titik0km.com) – Tidak salah jika Jember dijuluki sebagai kora Pandhalungan, hal ini terlihat dari berbagai suku, budaya Ras dan Agama ada di Jember, Meski Multi Etnik kebersamaan dan harmonisasi di Jember bisa terjaga, sehingga menambah keberagaman, hal ini disampaikan wakil bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqiet Arief saat menghadiri acara paskah di Gereja Bathel Indonesia Kaliwates Jember Senin (7/5/2018) malam.

“Ada pepatah yang mengatakan saat dua muara bertemu, maka sampah pasti akan menumpuk. Maka hendaknya kita jaga muara itu agar tidak terkotori oleh sampah yang terbawa oleh dua muara tersebut. Jadi, jika kita merajut kebersamaan, semua pembuat kekacauan di Jember tidak akan ada,” ujar Wabup Muqit Arief.

Wabup juga menyampaikan rasa bangga karena bisa menghadiri perayaan Paskah Bersama sebagai seorang saudara. Sebab jika diakui sebagai saudara, maka hubungan antara sesama anak manusia dan bangsa akan terasa lebih lekat.

“Lebih nikmat jika diakui sebagai saudara, bukan sebagai pejabat. Karena sebagai saudara akan lebih melekat untuk di kemudian hari,” tutur Wabup Muqit Arief, yang juga pengasuh Ponpes Al Falah, Silo, Jember itu.

Sementara Ignatius Sumarwiadi ketua Musyawarah Antar Gereja mengatakan bahwa kondisi keberagaman tersebut merupakan kekayaan yang luar biasa. Hal ini juga harus dibanggakan bersama di Kabupaten Jember.

“Bukan hanya beragam suku di dalam bermasyarakat, tetapi beragam budaya juga hidup, tumbuh, dan berkembang di dalam gereja,” kata Marwi.

Ia menilai, keberagaman yang berkumpul dalam gereja itu memiliki potensi luar biasa untuk mencegah terjadinya benturan antar-budaya dan agama.

“Maka dengan kondisi itu di Jember, meski ada isu dan rumor dari pihak-pihak yang sengaja ingin membenturkan antar-budaya dan agama yang ada di Jember, itu tidak akan pernah mempan,” tegasnya.

Benteng untuk mencegah benturan tersebut, lanjut Marwi, karena kehidupan insan beragama dalam berbangsa dan bermasyarakat telah membaur melalui budaya, suku, etnik. (*)

Bagikan :

Soal Kota Sosial 15 Negara Dengarkan Bupati Jember Faida

JAKARTA (titik0km.com) – dr. Hj. Faida, MMR Bupati Kabupaten Jember menjadi salah satu narasumber istimewa dalam sebuah seminar bertema Social City bertema Aspiration of an Urban Transformation in Asia yang digelar oleh lembaga Fredrich Eberto Stiftung dan lembaga pemerintah Indonesia di Jakarta diikuti kurang lebih 15 negara.

Bupati Faida dalam pidatonya bercerita tentang misinya dalam menciptakan kota dan desa sosial di Kabupaten Jember Jawa Timur, Indonesia.

Sistem Administrasinya diimplementasikan antara lain, Sekolah gratis yang jangan sampai membiarkan seorangpun siswa putus sekolah sejak awal. Sementara itu juga ada investasi besar untuk sekolah yang lebih besar dan lebih baik berupa makanan berkualitas di kantin sekolah, Akses yang lebih inklusif dan lebih baik terhadap asuransi dan layanan kesehatan didirikan dengan berinvestasi secara besar-besaran di Pusat Perawatan Kesehatan Masyarakat dan menyediakan ambulans gratis di seluruh desa di Jember dan saat ini sudah terdistribusikan puluhan unit ambulan. “Jadi ini bukan hanya cara untuk menyediakan layanan kesehatan yang baik, ini adalah sarana untuk menegakkan hak masyarakat untuk mendapatkan perawatan kesehatan!,” ujar Bupati Faida.

Selain itu dia juga menyediakan koneksi gratis ke sistem penyediaan air bersih bagi ribuan rumah tangga untuk menjamin akses terhadap ketersediaan air bersih. “Kami juga mendukung perempuan dengan mengatur gaji pekerjaan terutama untuk wanita. Serta melibatkan semua orang dalam upaya pembangunan untuk menciptakan kohesi sosial dan mempromosikan toleransi antar umat beragama,” terangnya.

Usaha Bupati Faida telah diakui oleh pemerintah Indonesia dan dia menerima beberapa penghargaan atas usahanya yang sukses tersebut. Atas presentasi tersebut, peserta seminar maupun Non Government Organisation (NGO) dalam dan luar negeri mengaku sangat terkesan dengan pemaparan Dr. Hj. Faida. Bahkan lembaga NGO memberikan apresiasi positif agar Bupati Jember Faida terus bekerja dengan baik, karena pada dasarnya kota dan desa sosial adalah sesuatu yang sangat mungkin. (MJL)

Bagikan :