Peringatan Nuzulul Qur'an 1435 H Korem 081 DSJ

MADIUN (titik0km.com) – Puluhan Prajurit dan PNS Korem 081/DSJ, juga ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Koor cab Rem 081 melaksanakan acara Peringati Nuzulul Qur’an 1435 Hijriah/2014 Masehi. Kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap Ramadhan ini, berlangsung di Masjid Sudirman Korem 081/DSJ Jalan Pahlawan Kota Madiun. Sesaat setelah pelaksanaan Upacara Bendera yang dilaksanakan setiap Hari Senin, seluruh Prajurit dan PNS Korem 081/DSJ berbondong-bondong menuju Masjid Sudirman Korem 081/DSJ untuk mengikuti acara Nuzulul Qur’an. Acara diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al Qur‘an oleh Nanda Nida Atul Layinah, kemudian sambutan oleh Komandan Korem 081/DSJ, dan ceramah disampaikan oleh Kusnan Spdi dari Depag Kabupaten Madiun ini diakhiri dengan do’a bersama.

Acara ini selain juga diikuti oleh jajaran Perwira, Bintara, Tamtama, juga dihadiri perwakilan Anggota dari Kodim 0803/Madiun serta perwakilan Anggota Satdisjan yang ada di Madiun. Dalam Sambutannya Komandan Korem 081/DSJ yang dibacakan Kasrem Letkol Arh Eko Wibowo Kusrianto, S.E pada acara peringatan Nuzulul Qur’an ini disampaikan bahwa Nuzulul Qur’an merupakan tonggak awal proses turunnya Al-Qur’an kepada Rasul yang mulia Muhammad SAW.

Peringatan Nuzulul Qur’an memiliki hikmah yang dalam bagi proses pembinaan keagamaan, terlebih kegiatan ini dilaksanakan dalam kondisi sedang melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Bagi Umat Islam di Indonesia, peringatan Nuzulul Qur’an kali ini terasa sangat Istimewa. Karena pada bulan ini bangsa Indonesia melaksanakan pesta Demokrasi untuk memilih Capres dan Cawapres yang telah dilaksanakan dengan tertib dan lancar, yang akan ditetapkan oleh KPU pada Hari Selasa, tanggal 22 Juli 2014.

Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini menjadi Momentum yang tepat bagi Umat Islam di Negara kita untuk mendo’akan agar Penetapan Presiden terpilih Hari Selasa besok berjalan dengan aman dan damai, siapapun yang terpilih nantinya bisa membawa Bangsa dan Negara kita kearah yang lebih baik. Sejalan dengan itu peringatan Nuzulul Qur’an kali ini mengambil tema “Dengan Hikmah Memperingati Nuzulul Qur’an Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kita Kepada Allah SWT Sebagai Pedoman Dalam Menjalankan Tugas”.

Dalam tausiyahnya, Kusnan Spdi mengatakan Al-Qur’ān adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur’an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, melalui perantaraan Malaikat Jibril, dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-’Alaq ayat 1-5. “Al-Qur’an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril A.S. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas,” jelas Kusnan dalam tausiyahnya

Kusnan juga menambahkan, Kitab Suci Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril, pada dasarnya merupakan karunia terbesar bagi kehidupan umat islam dan bagi umat manusia secara umum. “Eksistensi Nabi Muhammad SAW sebagai penerima Wahyu, sesungguhnya diutus ke bumi ini sebagai Rahmatan Lil‘alamin, sehingga sangat tepat bila Al-Qur’an yang merupakan kitab suci petunjuk umat, juga merupakan rahmat bagi semua makhluk di alam semesta ini,” pungkas Kusnan. (asd)

Bagikan :

MZA Djalal Memahami Isra Miraj akan Perkuat Iman

Pada Peringatan Isra’ Mi’raj Pemkab Jember

JEMBER (titik0km.com)Bupati Jember MZA Djalal membuka acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw, di aula PB Sudirman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Selasa (3/6). Dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw, dihadiri segenap pimpinan dan karyawan Pemerintah Kabupaten Jember, serta pimpinan institusi Polri dan TNI. Selain itu juga diisi dengan ceramah agama oleh KH Malik Sanusi.

Dalam sambutannya, Bupati Jember mengatakan bahwa semua undangan yang menghadiri acara itu harus bersyukur. Karena kemauan untuk menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw merupakan salah satu indikator masih adanya iman di hati.

Pasalnya, peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw, merupakan sebuah peristiwa ghaib yang tidak dapat hanya dipahami dengan nalar semata, namun juga harus dipahami dengan pendekatan iman.

MZA Djalal berharap, dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw ini, dapat memperkuat keimanan dan menambah wawasan keislaman semua undangan yang hadir dalam acara itu.

Pada kesempatan itu, MZA Djalal juga mengajak seluruh undangan untuk bersuka cita menghadapi datangnya bulan ramadhan. Pasalnya bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang selalu ditunggu oleh umat Islam. “Jangan bersedih kalau bulan Ramadhan datang, hanya karena tidak boleh makan dan minum di siang hari. Namun pada bulan Ramadhan begitu banyak pahala yang dijanjikan oleh Allah kepada umatNya yang beriman,” katanya. (asd)

MZA Djalal Isra Miraj Perkuat Iman

Bagikan :

Menjadi Khusnul Khotimah Impian Semua Muslim

SURABAYA (titik0km.com)Peringatan Isra’ Mi’raj di Kodam V/Brawijaya tahun 2014 ini mengambil tema “Jadikan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1435 H untuk Meningkatkan Kebersamaan Dengan Rakyat dalam rangka Menjaga Kedaulatan NKRI”, yang dihadiri oleh prajurit militer, PNS dan ibu-ibu persit Kodam , pada Senin (2/6) di Masjid At-taqwa Kodam V/Brawijaya.

Segala sesuatu yang dilakukan manusia dan hanya berorientasi pada dunia tidak akan membawa ketenangan karena pasti ada iri dan dengki, harus ada keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat agar tercapai ketenangan yang hakiki. Demikian yang sekelumit ceramah Ustadz KH. Sholihin Yusuf ketika menyampaikan ceramahnya pada acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1435 H.

Isra’ Mi’raj yang merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Madinah dan dilanjutkan ke Sidrotul Muntaha tersebut adalah kehendak Allah untuk menerima perintah melaksanakan sholat lima waktu bagi umat Islam. Perjalanan Nabi Muhammad SAW yang ditempuh dalam waktu semalam, adalah wujud salah satu kebesaran Allah yang diperlihatkan kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW. Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa yang langka/tidak masuk akal tetapi nyata.

Di samping itu menurut Kyai yang humoris ini, kita harus bisa mensyukuri dan menerima apa yang kita terima dengan ikhlas agar apa yang kita miliki menjadi barokah bagi diri kita dan orang lain. Selain itu beliau mengajak para prajurit, PNS dan ibu-ibu persit agar selalu mendekatkan diri dengan para alim ulama sehingga bertambah ilmu dan amal sholehnya. Sehingga dengan begitu, di akhir hidup kelak akan mencapai khusnul khotimah.

Sedangkan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Asma’i mengatakan, bahwa peringatan Isra’ Mi’raj merupakan saat yang tepat bagi kita untuk merenung dan introspeksi. Dengan harapan kita semua sebagai anggota Kodam maupun warga masyarakat dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan Allah SWT.

Dalam amanatnya beliau juga menghimbau dan mengajak kepada keluarga besar Kodam V/Brawijaya untuk melaksanakan hal-hal sebagai berikut: Pertama, Laksanakan ajaran agama dengan penuh keyakinan dan buktikan secara nyata dalam bentuk perbuatan yang baik dan bermanfaat secara individu dan kehidupan sosial. Kedua,Tingkatkan disiplin dan solidaritas diantara seluruh komponen bangsa, sehingga kita tidak mudah dipecah belah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatas namakan kepentingan rakyat. Ketiga, Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, tumbuh suburkan semangat pengabdian yang profesional dan proporsional untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa guna meraih masa depan yang lebih baik. (asd)

Bagikan :

Hari Libur Resmi 2015 Hanya 19 Hari

JAKARTA (titik0km.com) – Pemerintah melalui Menkokesra akhirnya menetapkan hari libur resmi pada 2015 sebanyak 19 hari, lebih sedikit dari hari libur tahun 2014 yang mencapai 22 hari.

Menko Kesra Agung Laksono mengatakan hari libur nasional 2015 sebanyak 15 hari, dan cuti bersama berjumlah 4 hari sehingga total libur 19 hari.

“Jumlah hari cuti bersama 2015 sebanyak 4 hari, akan mengurangi jumlah hari cuti tahunan,” ujar Agung Laksono dalam Rakor Penandatanganan Surat Ketetapan Bersama Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2015, di kantor Kemenko Kesra, Jakarta, Rabu (7/5) seperti yang dikutip melalui humas Kemenko-Kesra dan Setkab RI pada hari yang sama.

Menurut Menko Kesra, keputusan hari libur nasional dan cuti bersama tersebut berdasarkan pembicaraan yang mendalam dari berbagai kementerian terkait di bawah Kemenko Kesra.

Acara ini juga dihadiri Menteri Agama Suryadharma Ali, Staf Ahli Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rusdianto, dan Sekjen Kemenakertrans Abdul Wahab Bangkona.

Berikut adalah daftar hari libur 2015 :

1. Kamis, 1 Januari (Tahun Baru 2015).
2. Sabtu, 3 Januari (Maulid Nabi Muhammad SAW)
3. Kamis, 19 Februari (Tahun Baru Imlek 2566 Kongzili).
4. Sabtu, 21 Maret (Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937).
5. Jumat, 3 April (Wafat Yesus Kristus).
6. Jumat, 1 Mei (Hari Buruh Internasional)
7. Kamis, 14 Mei (Kenaikan Yesus Kristus).
8. Selasa, 2 Juni (Hari Raya Waisak 2559).
9. Jumat-Sabtu, 17-18 Juli (Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah).
10. Senin, 17 Agustus (Hari Kemerdekaan RI).
11. Kamis, 24 September (Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah)
12. Rabu, 14 Oktober (Tahun Baru Islam 1437 Hijriyah).
13. Jumat, 25 Desember (Hari Raya Natal).

(asd)

Bagikan :

Pemuda Derma Insani Bahagiakan Yatim

JEMBER (titik0km.com) – Puluhan anak yatim larut dalam kegembiraan bersama teman-temannya. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti instruksi dari kakak-kakak pendamping dalam berbagai permainan yang mengggembirakan di salah satu taman wisata di Jember.

Menurut Makmun Jaya, pendiri Derma Insani, kegiatan bertajuk “Tebar Ceria Yatim” yang melibatkan puluhan anak yatim dan para dermawan ini diselenggarakan oleh organisasi pemuda Derma Insani. “Turut hadir pula para donatur ke acara yang digelar disalah satu taman wisata di Jember, hari Minggu (17/11). Mereka datang dan memberikan santunan uang tunai secara langsung kepada para anak yatim,” jelas Makmun Jaya.

Derma Insani sendiri merupakan Organisasi yang berdiri sejak 2010 yang senantiasa aktif dalam menyelenggarakan kegiatan sosial untuk Anak Yatim dan Janda Tua. Hingga saat ini Derma Insani yang dimotori oleh para kawula muda berjiwa sosial tinggi terus aktif dalam mengkampanyekan gerakan peduli anak yatim dan menyantuni serta memberdayakan para janda tua. “Sebagai bentuk kepedulian kami selaku pemuda dan dalam rangka merayakan peringatan hari anak yatim yang yang kebetulan jatuh pada bulan Muharrom tepatnya pada 10 Muharrom,” lanjut Makmun Jaya yang juga pendiri organisasi Derma Insani

Dlaam rilisnya, acara tebar ceria yatim merupakan puncak dari rangkaian acara “Festival Anak Yatim Derma Insani”. Sebelumnya telah diselenggarakan acara sunatan massal anak yatim, doa bersama dan santunan tunai dan kemudian ditutup dengan acara rekreasi bersama para yatim. “Rekreasi ini merupakan puncak acara dari Festival Anak Yatim Derma Insani, sebelumnya kami sudah menggelar acara sunatan massal, makan bersama yatim plus santunan langsung,” ungkap deni selaku panitia pelaksana kegiatan.

Menyantuni anak yatim memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Bagi orang-orang yang peduli pada anak yatim akan mendapatkan keismewaan tersendiri. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW “Aku dan orang-orang yang mengasuh atau menyantuni anak yatim di Surga seperti ini, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya.”

Bahkan dalam hadist yang lain diriwayatkan bahwa menyantuni anak yatim dapat melembutkan hati.“Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya: sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” [HR. Thabrani, Targhib, Al Albaniy: 254].

Sejak berdiri hingga saat ini Derma Insani terus berfokus pada gerakan membangun umat terutama dalam memberdayakan anak yatim dan janda tua. Mengusung misi “Terwujudnya Masyarakat Indonesia Berdaya Ekonomi Mandiri & Berjiwa Insani” para kawula muda yang tergabung dalam Derma Insani terus aktif menggalang dana dan menyalurkannya kepada yang berhak dengan berupa program pemberdayaan maupun santunan tunai. (asd)

Bagikan :

Kunjungi Situs Bersejarah Masjid Jin Di Mekkah

Masjid Jin MEKKAH (titik0km.com) – Jika di Madinah ada beberapa situs bersejarah, berupa sebuah masjid yang ada sejak zaman Nabi Muhammad seperti Masjid Quba’ dan Masjid Qiblatain. Di Mekkah juga ada masjid yang memiliki nilai historis dalam awal peradaban Islam, yakni Masjid Jin. Dilaporkan langsung dari Mekkah al Mukarramah Saudi Arabia, oleh Continue reading “Kunjungi Situs Bersejarah Masjid Jin Di Mekkah”

Bagikan :

Situs Bersejarah Tempat Abu Bakar RA Jadi Khalifah

Oleh : Iqbal Kholidi – Langsung Dari Madinah

Di Madinah terdapat sebuah tempat bernama SUKAIFAT BANI SAEDAH. Dia berjarak hanya 200m dari Masjid Nabawi namun jarang sekali yang mengetahui tempat bersejarah ini, meskipun sangat dekat dengan Masjid Nabawi.

Sebenarnya lokasi ini sangat mencolok karena berupa taman yang asri, dan berbeda dengan lokasi lainnya yang gersang dan dipenuhi Continue reading “Situs Bersejarah Tempat Abu Bakar RA Jadi Khalifah”

Bagikan :

Momentum Maulid Rasulullah dan Umrah ke Baitullah

Oleh: Iqbal Kholidi*

     PADA beberapa waktu terakhir ini Kantor Imigrasi Jember banyak di padati oleh orang-orang mengurus paspor yang merencanakan menunaikan ibadah Umrah ke tanah suci Makkah, mereka bukan hanya warga Jember tapi juga orang-orang yang datang dari berbagai daerah. Rata-rata mereka para calon jamaah Umrah itu, adalah orang yang lanjut usia, kebanyakan dari mereka sebelumnya berencana dan sebagian sudah mendaftarkan diri sebagai calon jamaah Haji, lantaran daftar tunggu Haji yang antri hingga belasan tahun, sementara keinginan untuk menunaikan ibadah ke tanah suci tidak bisa di bendung lagi, mereka memilih untuk menunaikan ibadah Umrah terlebih dahulu. Daftar tunggu Haji yang antri hingga belasan tahun nampaknya menjadi berkah bagi para penyedia jasa pemberangkatan umroh, para pendaftar calon jamaah Umrah setiap hari berdatangan dan terus bertambah.

   Umat Islam begitu antusias untuk menunaikan Ibadah ke tanah suci Makkah, karena orang yang melaksanakan Haji dan Umrah adalah tamu Allah, artinya adalah hanya orang yang benar-benar mendapat Panggilan-Nya yang hanya bisa berangkat ke tanah suci, sekalipun secara materi ia kaya raya bilamana tidak “terpanggil” ia tidak akan mungkin ke tanah suci. Permohonan para tamu Allah di kabulkan berdasarkan Hadits ‘Abdullah Ibnu ‘Umar R.A. Nabi Muhammad SAW bersabda:

      “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang Haji dan orang yang Umrah, adalah Tamu Allah. Dia (Allah Swt) memanggil mereka, maka merekapun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka”.

      Dan balasan bagi yang melaksanakan Ibadah ke tanah suci sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW“Umrah (yang pertama) kepada Umrah yang berikutnya sebagai Kaffarat (penghapus) bagi (dosa) yang di lakukan diantara keduanya, dan Haji yang Mabrur tidak ada balasan baginya melainkan Surga. (Hadits Riwayat Malik, al Bukhari, Muslim, at Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Majah). Lihat shahih at-targhiib No. 1096

Umrah di Bulan Maulid

    Beberapa bulan sebelum dan setelah ritual akbar umat Islam se-dunia yakni Haji selesai, “pintu” masuk untuk gelombang jamaah Umrah ke tanah suci di tutup oleh pemerintah Saudi Arabia, kini “pintu” itu mulai di buka pada bulan Rabi’ul Awal (maulid).

    Sebagian besar masyarakat kita ketika datang bulan kelahiran Nabi yakni bulan Rabiul Awal (Maulid) menyambut dengan berbagai kegiatan, masyarakat muslim kita telah akrab dengan tradisi muludan. Pada intinya perayaaan maupun peringatan Maulid  Nabi Muhammad SAW itu merupakan bentuk pengungkapan kebahagiaan dan syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia ini. Yang di wujudkan dengan menyelenggarakan pengajian keimanan dan keislaman, mengkaji dan meneladani nilai-nilai luhur ajaran Nabi Muhammad SAW.

    Keinginan menggebu-gebu orang-orang ke tanah suci bersamaan dengan memasukinya maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi momentum bagi kebanyakan orang-orang untuk memilih menunaikan Ibadah Umrah di bulan tersebut. Sehingga gelombang jamaah Umrah memadati dua tanah suci yakni kota Makkah dan Madinah. Bandara-bandara di banjiri oleh para calon jamaah Umrah, bahkan penyelenggara jasa pemberangkatan umrah harus mencarter pesawat untuk melancarkan pelayanan pemberangkatan dan kepulangan.

      Sesungguhnya dalam Islam tidak ada keterangan yang menyebutkan keutamaan pahala maupun kelebihan menunaikan Ibadah Umrah di bulan maulid, artinya sama saja dengan menjalankan ibadah Umrah di bulan di luar bulan maulid. Kecuali bulan Ramadhan yang memang jelas-jelas pahala amal ibadah di lipat gandakan.

    Baik ketika Haji maupun Umrah (meskipun diluar bulan maulid), para jamaah mendapat kesempatan mengunjungi kota Madinah untuk berziarah ke makam Rasulullah SAW. Dalam sebuah Hadist Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang datang kepadaku untuk berziarah, dan keperluannya hanya untuk berziarah kepadaku, maka ALLAH SWT memberikan jaminan agar aku menjadi orang yang memberi syafa’at (pertolongan) kepadanya di hari kiamat nanti” (Hadist Riwayat Daruquthni).

      Dan juga yang perlu di ketahui dan di pahami adalah ritual prosesi Umrah (sebagaimana Haji) di lakukan di kota Makkah (kota kelahiran Nabi) tepatnya di Masjidil Haram bukan di laksanakan di Madinah, artinya ziarah ke makam Rasulullah SAW bukanlah bagian dari rangkaian ibadah Umrah. Rangkaian ibadah Umrah adalah Niat IhramTawaf, Sa’i dan Tahallul.

     Dengan di jadikannya momentum maulid Rasulullah SAW untuk Umrah ke tanah suci, telah menjadi magnet bagi kebanyakan umat Islam, mereka berduyun duyun ke tanah suci, bagi jamaah yang lanjut usia tentu ini harus menjadi pertimbangan akan padatnya manusia di sana, maka tidak ada salahnya menunaikan ibadah Umrah di luar bulan Maulid, karena dari segi pahala juga sama namun dari segi suasana di tanah suci jauh lebih lega dan longgar dari kepadatan manusia, sehingga di harapkan bisa menunaikan ibadah Umrah dengan sempurna dan berziarah ke makam Rasulullah-pun tidak terlalu berdesak-desakan. Wallahu a’lam bisshawab

*Penulis Tinggal di PP.MHI Bangsalsari Jember. Twitter @iqblack_kholidi

Bagikan :