Bupati Sambut Baik Kantor KPPBC Pindah Ke Jember

Jember (titik0km.com) – Kantor Pelayanan, Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) dari Panarukan Situbondo terhitung mulai Jumat (23/11/2018) resmi pindah di Jalan Kalimantan Jember, peresmian kantor yang membidangi barang ilegal ini diresmikan oleh Dirjen Bea Cukai pusat Heru Pambudi, dengan dihadiri oleh Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jatim 1 dan Kanwil Jatim II, serta jajaran Forkopimda Jember, diantaranya Bupati dr. Hj. Faida MMR, Kapolres AKBP. Kusworo Wibowo, dan Dandim 0824 Letkol. Inf. Arif Munawar.

Menurut Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, pindahnya KPPBC dari Panarukan ke Jember selain karena faktor infrastruktur dan pertimbangan ekonomi suartu daerah, juga untuk mendekatkan diri ke Konsumen Bea dan Cukai yang lebih banyak di Jember.

“Pindahnya kantor KPPBC dari Panarukan ke Jember, selain faktor pertumbuhan ekonomi di masa mendatang, juga untuk mendekatkan konsumen atau klien bea cukai yang lebih banyak di Jember, dimana ada 12 konsumen bea cukai di Jember, sedangkan di Situbondo hanya ada 1 konsumen, malah di Bondowoso tidak ada konsumen kita,” ujar Heru.

Menurut Heru, pertumbuhan ekonomi di masa mendatang adalah terbangunnya infrastruktur yang saat ini sudah bergeser ke Jawa Timur wilayah timur, khususnya di Jember, jika saat ini banyak pengusaha yang membuka pabrik di Sidoarjo dan Surabaya, maka ke depan pabrik-pabrik tersebut dipastikan akan pindah ke timur.

“Adanya Infrastruktur yang menunjang menjadi alasan adanya kantor KPPBC di sini, dan potensi itu ada di Jember, selain itu, perkembangan ekonomi suatu daerah juga menjadi dasar berdirinya KPPBC, serta instansi lintas sektoral yang seiring, seperti kantor KPKNL dan juga KPPN,” tambah Heru.

KPPBC Jember sendiri membawa wilayah coverage tiga kabupaten, diantaranya Jember, Bondowoso dan Situbondo, sedangkan kasus terbongkarnya barang-barang ilegal seperti rokok dan beberapa barang impor tanpa izin lainnya juga ada di Jember.

“Dengan adanya kantor KPPBC di Jember, maka akan semakin memudahkan kami dalam pengawasan, terlebih untuk Jember sendiri dalam beberapa tahun terakhir banyak menggagalkan peredaran barang ilegal, diantaranya rokok dan kosmetik,” tambahnya.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., menyambut baik kehadiran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C di Jember.

Kehadiran pelayanan kepabean ini diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember.

Bupati Faida mengatakan, kota akan tumbuh ekonominya bila memenuhi tiga hal. Yaitu, pemerintah yang mau bekerja, swasta yang mau berinvestasi, dan masyarakat yang mendukung

Menurut orang pertama di Jember ini, pemerintah yang mau bekerja bukan hanya pemerintah daerah saja.

“Tetapi lintas instansi vertikal juga, yang di dalamnya ini ada kantor bea cukai di Jember, menjadi suatu bagian penting daripada syarat pertama,” pungkasnya. (*)

Bagikan :

Korupsi DD, ADD dan TKD, Kades Nogosari Pindah Tidur

Jember (titik0km.com) Diduga Lakukan penyelewengan Dana Desa, ADD dan TKD, ZA Kades Nogosari Kecamatan Rambipuji Jember, Selasa (14/3/2017) sore ‘harus pindah tidur’ di Lapas kelas II A Jember, hal ini setelah penyidik kejaksaan negeri Jember melakukan penahanan badan bagi kades yang sempat di non aktifkan oleh Bupati Jember pada pertengahan tahun 2016.

“Dilakukannya penahanan terhadap Kades Nogosari di lapas Kelas II A Jember, bertujuan untuk memudahkan proses pemeriksaan. Selain itu juga untuk memastikan tersangka tidak lagi mengulangi perbuatannya, tidak mempengaruhi saksi-saksi, serta agar tidak merusak atau menghilangkan Barang Bukti,” ujar Kajari Jember Ponco Hartanto,

Ponco mengatakan, bahwa penahanan terhadap kades Nogosari dilakukan selama 20 hari, terhitung sejak hari ini, “Penahanan Penyidikan untuk Kades Nogosari ini akan dilakukan selama 20 hari terhitung sejak hari ini, Jika dianggap belum cukup maka penahanan bisa diperpanjang selama 20 hari lagi,”tuturnya.

Tersangka yang diduga telah melakukan penyimpangan atas Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD) dan Tanah Kas Desa (TKD) tahun 2013 -2015 ini, ditengarai telah menyebabkan kerugian negara sedikitnya Rp 500 juta. Jumlah tersebut dimungkinkan bertambah mengingat masih ada tersangka lain yang diduga terlibat, sebab kasus korupsi umumnya dilakukan secara kolektif, bukan seorang diri.

“Kasus korupsi itu umumnya dilakukan secara kolektif, jadi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi, tergantung dari pemeriksaan, dari kerugian negara sebesar itu, memang dari tersangka ada itikad untuk mengembalikan, tapi masih sebagian, namun hal tersebut tidak akan menghapus perkara pidana yang telah diproses di Kejaksaan,” jelasnya.

Kades Nogosari akan dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korups

Bagikan :

Sebuah Harapan Baru di Sebuah Pasar

Oleh : Agus Susanto*

“Ada kenaikan penjualan!” dari sekitar empat toko bahan bangunan yang saya datangi untuk kepentingan membuat sebuah survey tentang paska pemindahan para teman pedagang kaki lima kelokasi-lokasi yang baru. Apa saja yang sedang mengalami kenaikan penjualan di toko bahan bangunan? Nomer satu adalah cat dan perlengkapannya seperti thinner, amplas dan kuas. Selebihnya seperti semen dan bahan bangunan lainnya juga mengalami kenaikan, meskipun diakui tidak naik secara drastis.

Beberapa waktu lalu bagi para entrepreneur kaki lima sedang menjalani sebuah masa yang disebut masa tidak ada kesenangan bagi mereka didalamnya. Masa mendung dan masa seolah masa depan itu tidak ada. Kabar burung yang terdengar sayup-sayup bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Jember akan memindah para entrepreneur kaki lima disekitar pasar Tanjung ke lokasi baru memang sudah didengar oleh para entrepreneur disana. Perasaan was-was, tidak tenang dan banyak juga yang berpasrah terhadap kabar burung tersebut.

Hari demi hari semakin nyata dan nampak bahwa kabar burung itu akan segera menjadi sebuah kenyataan. Dan benar nyatanya hari itu tiba. Para entrepreuner jalanan harus dan sekali harus mau pindah! Hari itu adalah hari yang mempunyai makna banyak sekali. Bagi para pemilik toko disekitaran Pasar Tanjung, hari itu adalah hari yang penuh dengan muzijat. Antara percaya dan tidak. Antara yakin dan tidak. Antara pesimis dan optimis. Semuanya terjalin kompak didalam hari itu.

Sejujurnya memang banyak yang pesimis didalam mengapresiasi kerja dari team Pemerintah Daerah Kota Jember untuk memindahkan para entrepreneur kaki lima ke lokasi yang baru. Nyatanya kerja team Pemerintah Derah Jember baik dan mulus sesuai dengan harapan kita semua. kerja yang sangat patut diacungi jempol. Segera setelah jalan-jalan dan trotoar sudah bersih dari para entrepreneur kaki lima, langsung dikebut pembenahan infrastrukur. Jalanan yang berlubang bak wajah bulan kita langsung diaspal sampai mulus. Lalatpun yang hinggap dijamin akan terpeleset. Warga Jember pun sudah menyaksikan kelegaan jalan yang selama ini tertutup oleh lapak-lapak mereka.

Bagi pemilik toko dan tempat usaha disana yang selama ini sudah sangat pesimistis terhadap lokasi didaerah sekitaran Pasar Tanjung seharusnya boleh bersyukur atas kenyataan ini. Segeralah membuat “new hope” buat usaha saudara. Harapan baru sudah terpampang jelas didepan mata. Buka mata dan buka telinga lebar-lebar.Ambil cangkulmu dan ratakan tanah didepanmu. Itulah suatu idiom yang harus segera dilakukan oleh para pemilik toko dan tempat usaha yang resmi. Perbaharui tampak depan toko dan tempat usaha saudara. Itulah yang sekarang seharusnya terjadi.

Buat toko bahan bangunan kehabisan stok cat yang baru, karena pemakaian cat tembok maupun cat kayu seharusnya naiknya melonjak tinggi. Jangan sampai terjadi dibiarkan lagi tempat usaha dan toko saudara kelihatan kotor dan kusam.meskipun tampilan depan tampak kuno, justru disanalah daya tarik magnet yang tinggi untuk melestarikan budaya peninggalan para tua-tua kota Jember ini. Lalu jikalau diwaktu yang lalu jam usaha saudara hanya sampai jam empat atau jam enam sore, sekarang mulai cari lagi karyawan-karyawan yang baru.Untuk apa?

Pastinya ya untuk memfokuskan diri terhadap tambahan jam buka toko dan tempat usaha saudara. Jangan tutup sore lagi, tutuplah jam sembilan malam. Pasti kawasan daerah Pasar Tanjung akan bersinar dan bersolek lagi. Buat design logo tempat usaha saudara. Lalu cetak besar-besar dan taruh didepan toko dan tempat usaha saudara. Kalau bukan saudara yang mempunyai toko atau tempat usaha yang berbenah lantas siapa lagi yang akan bisa mempercantik kawasan pasar Tanjung tersebut?

Sampai ditingkat ini bola sudah bukan ditangan Pemerintah Daerah Jember lagi, melainkan bola sudah ada ditangan para pemilik toko dan tempat usaha disekitaran Pasar Tanjung.

Lantas apa yang sekarang harus juga dilakukan oleh para entrepreneur kaki lima yang sudah menempati lokasi baru? Berhentilah menangis dan berkeluh kesah. Sengaja saya menuliskan kata entrepreneur buat mengganti kata pedagang kaki lima. Karena jikalau hanya dikatakan pedagang maka jikalau sesuatu hal yang tidak enak terjadi, maka akan timbul rasa hitung-hitungan dan kekecewaan tingkat dewa didalamnya. Lantas apakah kalau pedagang kaki lima tersebut disebut entrepreneur kaki lima. Apakah akan bisa merubah jalannya nasib? Ya bisa! Jawab saya.

Bagi seorang entrepreneur sejati, sebuah masalah adalah sebuah tantangan yang harus dijawab dan dijalani sebagai sebuah rute yang harus dijalani. Dan kemenangan mengatasi masalah demi masalah tersebut adalah kemenangan yang sejati.Bersyukurlah sekarang saudara sudah berada disebuah tempat baru untuk memulai sebuah “harapan baru tingkat dewa”.

Lupakan lapak-lapak kumuh saudara yang kemarin. Lupakan atap langit dan lantai aspal yang lalu, hadapi harapan baru yang sudah didepan mata. Bahkan sudah saudara nikmati. Jangan takut untuk tidak ada pembeli. Buat ide-ide kreatif untuk bisa mendatangkan konsumen datang dan membeli sesuatu di tempat saudara. Sebelum berangkat kerja mandi dulu yang bersih, pakailah parfum yang harum dan wangi lalu pasang seyum termanis saudara untuk hari yang baru. Hari yang telah Tuhan jadikan bagi saudara untuk saudara menangkan dan bersukacitalah didalamnya. Sinergilah dengan perusahaan dan event organiser untuk membuat acara-acara semacam “grebek pasar” dengan membuat kemasan yang menarik, sehingga banyak pengunjung akan datang dan setidaknya membeli sesuatu yang saudara jual dan tampilkan.

Terakhir buat kita semua yang tidak terlibat menjadi pemilik toko dan tempat usaha disekitaran Pasar Tanjung dan tidak juga mempunyai lapak-lapak yang terkena pemindahan tempat. Apa yang harus kita lakukan? Buat diri saudara juga saya menjadi “new hope” menjadi harapan baru bagi mereka semua. Belanjalah ke daerah sekitaran kita. Jikalau mungkin barang dagangan mereka belum lengkap seperti di pasar pusat, cobalah untuk inden barang yang saudara butuhkan. Pasti yang namanya seorang entrepreneur sejati akan menyiapkan apa-apa saja yang menjadi kebutuhan pelanggannya. Sedikit demi sedikit barang-barang mereka akan semakin lengkap dan semakin murah, bisa bersaing dengan pasar pusat tentunya.

Harapan dari Pemerintah Daerah akan tercapai yaitu pemerataan ekonomi di semua lokasi desa sampai di semua lokasi kota. Jikalau pemerataan itu sudah tercapai maka dengan sendirinya tingkat kemiskinan lokal akan berubah menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi. Tingkat pendapatan masyarakat akan naik dengan sendirinya. Kalau setiap daerah yang mandiri dan tingkat pendapatan per masyarakatnya naik maka secara otomatis pula di tingkat kota akan sejahtera! Jadi apa yang perlu ditakutkan dari pemindahan entrepreneur kaki lima ke lokasi yang baru? Tidak ada sama sekali, malah yang ada adalah hal positif, yaitu meratakan tingkat kesejahteraan semuanya baik saudara dan saya. ”New Hope” atau harapan baru sudah didepan mata. Tinggalkan pikiran-pikiran negatif yang sesungguhnya akan menjadi sebuah penyakit baru bagi diri saudara. Hanya orang-orang yang berpikiran positif yang bisa melihat dengan mata yang positif pula. Semoga bermanfaat! (*)

*Agus Susanto ([email protected])

Bagikan :

TPS Khusus di Rumah Sakit Tidak Maksimal

Sosialisasi Form A5 KPU Kurang, Karyawan, Pasien dan Keluarga Bingung Tidak Bisa Mencoblos

JEMBER (titik0km.com) – Kebijakan KPU yang akhirnya menjalankan TPS Keliling yang dilaksanakan oleh KPPS yang terdekat di rumah sakit di seputar Kabupaten Jember, masih belum maksimal. Pasalnya banyak karyawan dan pasien serta keluarga yang akan mencoblos, tidak bisa menyalurkan hak pilihnya karena waktu yang terbatas dan tidak mengurus form A5 yang disyaratkan untuk menggunakan hak pilih pada TPS di luar TPS domisili pemilih, pada hari Rabu (9/4).

Seperti yang dipantau oleh Media Online Titik Nol Kilometer di beberapa rumah sakit swasta di Kabupaten Jember, RS Jember Klinik Jember, hampir semua karyawan tidak mendapatkan sosialisasi tentang adanya form A5 untuk pindah pilih, begitu juga para pasien dan keluarga yang kecewa karena tidak bisa memilih karena Panwaslu mensyaratkan harus ada form A5 untuk pindah pilih, seperti yang diungkapkan Budidoyo warga Blitar, yang kecewa akibat tidak bisa mencoblos karena tidak mengurus form A5, “Saya kebetulan ada di Jember karena pas liburan, sebetulnya mau pulang tapi karena anak saya sakit jadi harus di Jember sampai pemilu. Ya kecewa karena petugas minta form A5, kalau pakai KTP saja ternyata tidak bisa,” ujar Budidoyo yang didampingi istrinya.

Hal yang sama terjadi di RS Bina Sehat Jember, dari total 133 pasien yang punya hak memilih hanya sekitar 20 pasien yang mencoblos karena panitia TPS datang sekitar jam 12.30, tidak bisa menjangkau semua pasien dan karyawan, dr. Faida MMR, Direktur RS Bina Sehat menjelaskan bahwa pasien yang punya hak sebanyak 96 pemilih dan karyawan sebanyak 117, “Karyawan yang tidak bisa meninggalkan pos-nya, jauh hari sudah mengurus form A5 dan sudah mencoblos, namun waktu yang diberikan KPPS hanya 1,5 jam tidak bisa menjangkau 96 pasien yang punya hak pilih, jadi hanya 20 pemilih saja yang bisa mencoblos karena waktu habis,” ujar Faida.

Pasien di RS Bina Sehat juga diberi keleluasaan dengan hanya menunjukan KTP kepada petugas tanpa diwajibkan mengurus form A5. Hal yang sama juga terjadi di RS Al Huda Genteng Banyuwangi, yang akhirnya khusus pasien dan keluarga pasien bisa mencoblos dengan hanya menunjukkan KTP, setelah berkonsultasi dengan Ketua KPU Banyuwangi, disamping jam TPS Khusus yang diperpanjang sampai dengan 14.30 wib, lebih panjang 1,5 jam dari waktu yang disyaratkan untuk TPS. (ias)

TPS Khusus di Rumah Sakit Tidak Maksimal-situasi TPS keliling di RS Jember Klinik

Bagikan :

Tekan Angka Golput Pemkab Jember Sosialisasi Pemilu di Pasar

JEMBER (titik0km.com) – Tidak hanya KPU yang melakukan sosialisasi pemilu, akan tetapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember Jawa Timur (Jatim) pun juga aktif melakukan sosialisasi pemilu pada tanggal 9 April 2014 nanti.

Pasalnya Bakesbangpol Pemkab Jember mengajak kalangan pedagang dan pembeli di pasar untuk mempergunakan hak pilihnya dalam Pemilu 9 April mendatang.  “TPS akan mulai dibuka pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Mari pergunakan hak pilih anda. Kalaupun mau memilih di TPS di sekitar pasar juga bisa, dengan meminta formulir A5,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jember, Widi Prasetyo disela sosialisasi Pemilu di pasar Tanjung, Senin (7/4) yang juga didampingi Hasi Madani, Kepala Dinas Pasar Pemkab Jember.

Pasar Tanjung merupakan pasar yang terletak di kawasan segitiga emas kota Jember, juga memiliki landmark khas yaitu menara air tersebut, Widi Prasetyo mengatakan bahwa sosialisasi untuk mempergunakan hak pilih dalam Pemilu merupakan tanggung jawab bersama, seluruh lapisan rakyat Indonesia. Untuk itu, Pemkab Jember juga terus melaksanakan sosialisasi agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu mendatang.

Pemkab Jember, lanjutnya, sejak satu tahun terakhir terus berupaya membantu melakukan sosialisasi pemilu, dan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Pemkab Jember telah melakukan sosialisasi melalui media massa, dan memasang baliho, serta pamflet, di seluruh wiilayah kabupaten Jember.

Sosialisasi langsung dengan pedagang Pasar Tanjung, merupakan salah satu bentuk nyata peran serta pemkab jember dalam menekan angka Golput. “Para pedagang tidak perlu meninggalkan aktivitas keseharian. Karena memberikan hak suara bisa dilakukan di sekitar rumahnya atau bahkan pindah ke TPS di dekat pasar,” ujarnya. (asd)

Bagikan :

Jember Layak Jadi Tujuan Investasi

Ada Peluang Investasi Asing Masuk ke Jember

SINGAPURA (titik0km.com) – Bertemu dengan kawan dari yang berasal dari satu daerah di luar negeri memang menjadi hiburan tersendiri, terlebih lagi untuk mengobati rasa kangen terhadap tanah kelahiran mereka. Tak kurang seorang putra daerah yang berasal dari desa Batu Urip, kecamatan Tanggul Jember,  Triyono Setiawan yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan asing dari Australia.

Triyono Setiawan saat ditemui reporter titikokm di sela-sela studi banding 10 jurnalis jember ke negeri sing tersbut, mengaku telah bekerja selama 2 tahun dan saat ini bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas sebagai Lead Coating Inspector di sebuah perusahaan  yang menjadi konsultan Mobil Cepu Ltd Banyu Urip FSO Project singapore tersebut.

Triyono menjelaskan bahwa selama 2 tahun bekerja sebagai Consultan to Mobil Cepu Ltd. Banyu Urip FSO Project, bisa jadi nanti akan pindah ke negara lain lagi sesuai dengan tugas yang diberikan kepadanya.

Saat Triyono ditemui bersama rekan kerjanya Firman, yang juga berasal dari Jember, serta saat ini menjadi Quality Engineers, di perusahaan yang sama, sempat diungkapkan bahwa jika pemerintah daerah mau bekerja sama dengan perusahaan tempat mereka bekerja dan bisa menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Jember untuk mengelola sumber daya alam yang belum tergarap sama sekali, “Secara potensi sumberdaya alam Jember sangat bagus dan bisa dikelola untuk kemakmuran kabupaten Jember sendiri,” ungkap Firman.

“Jember akan lebih bergairah lagi saat sudah ada lapangan terbang Jember siap beroperasi, terutama untuk menarik investasi masuk ke kabupaten Jember, karena semua investor akan berlomba-lomba masuk saat ada bandara di Jember, sedangkan potensi Jember sangat luar biasa dan belum dimanfaatkan secara maksimal,” jelas Triyono yang disambut anggukan Firman yang lokasi kantornya terletak di Admiralty Road West, Sembawang tersebut.

Pertemuan yang santai antara reporter titik0km.com berlangsung hangat sambil menikmati hidangan di Madura’s Restaurant salah satu resto khas India di Singapura.

Obrolan hangat itu lebih banyak bercerita tentang kemajuan teknologi yang dimiliki perusahaan yang bergerak di minyak dan gas yang sangat luar biasa, dan aman untuk lingkungan

“Jember memang sudah waktunya membuka diri untuk investor dengan teknologi maju, karena selain aman untuk lingkungan, juga akan mendorong sektor perekonomian yang lainnya, pada akhirnya lapangan kerja menjadi semakin banyak, ini peluang untuk Jember agar bisa memanfaatkan serta mengolah sumber daya alam yang dimilikinya,” jelas Triyono.

Saat ditanya, apakah Triyono dan Firman merasa rindu untuk pulang ke Jember, sontak keduanya berkata “Memang kangen setengah mati, mas. Makanya saat ketemu sama-sama orang Jember agak terobatilah kangennya, salam kangen juga buat teman-teman alumni SMA Negeri 1 Tanggul,” kata Triyono yang juga alumni SMA Negeri 1 Tanggul tersebut. (mjl)

T0K at Madura's Restaurant SingaporeTriyono Setiyawan 002 Triyono Setiyawan 001 Triyono Setiyawan

Bagikan :

Pembalap Alexandra Dapat Sponsor Dari China

JAKARTA (titik0km.com) – Pembalap Alexandra Asmasoebrata akan bertolak menuju China pada Selasa, 10 September 2013 untuk mengikuti ajang balap mobil Formula Asian Formula Renault (AFR) Rounds 7-8 di China yang rencananya akan digelar pada 13-15 September mendatang.

Keberangkatan kali ini sangat istimewa mengingat dilepas langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Bapak Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dikantornya pada Rabu (28/08).

Mengenai persiapan Alexandra mengaku menambah jadwal latihan dengan beberapa jenis latihan, “Lebih menitik beratkan pada latihan fisik untuk memperkuat otot tangannya dan memperbanyak latihan mengemudi,” papar gadis kelahiran Jakarta tahun 1988 ini.

Putri dari H. M.A.S. Alex Asmasoebrata yang juga salah satu caleg DPR RI untuk daerah Jawa Barat dari partai Demokrat ini, berhasil merebut Juara lll race ke 5 AFR bulan Juni lalu. Pada balapan kali ini Alexandra Asmasoebrata pindah team, hengkang dari Pekka Racing pindah ke Champ Motorsport, kepindahan ini bukan karena kurang puas terhadap performa tim yang sebelumnya serta kinerja mobil yang ditangani oleh Pekka Sarainen, namun karena Alexandra mendapatkan penawaran sponsor yang lebih baik dari Champ Motorsport China.

“Selain itu juga mendapat tawaran dari perusahaan rekanan Champ Motorsport China yang memproduksi produk kecantikan, mereka juga berminat menjadikan saya sebagai brand ambassadornya,” jelas Alexandra.

Prestasi Alexandra di lintasan balap sendiri bisa dibilang cukup gemilang, di AFR Seri lll (rounds 5-6) di Zhuhai lnternational Circuit – China bulan Juni lalu, gadis ayu ini mampu tampil optimal.

Kejuaraan yang diikuti oleh 9 peserta dari Jepang, China, lndonesia, Singapore, Swiss, Colombia dan USA dan Alexandra sukses memenuhi janjinya untuk naik podium race pada AFR seri III tersebut.

Nomor kendaraan 15 pada mobil formulanya merupakan tanggal kelahiran mamanya benar-benar menjadi angka keberuntungan baginya, meski pada saat balap terjadi insiden tabrakan dengan Leo Wong dari Hongkong dan Thomas Luedi dari Swiss. Saat itu Alexandra yang juga mendapatkan peraih bintang Jasa Parama Krida Pratama ini berusaha menyalip pembalap didepannya.

Manajemen Alexandra sendiri mempunyai harapan tinggi terhadap satu-satunya pembalap gokart dan formula perempuan ini dapat mengulangkesuksesan pada balapan kali ini, menjadi target bagi Alexandra yang dipercaya menjadi brand Ambassador CLEAR Shampo 2013 ini.

Pada balapan kali ini adalah putaran ke 4 dari 5 seri yang dilaksanakan, dari 4 putaran gadis yang juga menjadi Duta Kuningan City sebagai profesional muda sebagai wakil Atlet Otomotif, hanya dapat mengikuti 3 putaran balap, mengingat pada putaran ke 2 Mobil Formulanya sedang di Dyno Test untuk mengingkatkan performa kendaraannya, namun demikian Alexandra berhasil menduduki rangking 3 klasemen sementara di AFR lnternational category dengan total point 71 terpaut 13 point dari runner up pembalap Shigetomo Shimono dari Jepang. Pada posisi puncak diduduki pembalap dari Colombia, Julio Acusta.

Secara pribadi Alexandra juga mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah memberikan dorongan sehingga mampu mencapai prestasi yang dalam ajang balap AFR ini, “Terimakasih kepada, Ketua Komisi Vll Sutan Bhatoegana, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, SKK Migas, Pemda DKI Jakarta, KONI DKI Jakarta dan Ketua IMI DKI Jakarta A. Judiarto serta rekan-rekan di lMl DKI Jakarta,” pungkas Alexandra pada akhir pers rilis menjelang keberangkatannya ke China. (gug/ias)

Bagikan :

Fenomena Selebrasi

Oleh : Akhmad Fauzi*

 

Perjalanan hidup memang misteri, tidak ada yang bisa menebak walau sedetik kemudian. Tetapi anehnya, hidup dikibas-kibas hingga menimbulkan kontradiksi. Secara filosofi, kontradiksi hidup adalah perbendaharaan kata untuk menimbulkan ragam intonasi agar terjadi kemeriahan dalam kehidupan. Kemeriahan hidup itulah yang nantinya akan menjadi catatan sejarah apakah akan dianggap sebagai budaya atau Continue reading “Fenomena Selebrasi”

Bagikan :

OPORTUNIS

Oleh : Akhmad Fauzi*

 

Secara etimologi, Oportunis (-isme) adalah suatu aliran pemikiran yang menghendaki pemakaian kesempatan menguntungkan dengan sebaik-baiknya, demi diri sendiri, kelompok, atau suatu tujuan tertentu. Bagi kaum awam, dia bagaikan sosok asing. Bagi kelompok cendekia, penulis yakin, cukup memuakkan. Bagi politikus, tergantung bagaimana warna “demokrasi” saat itu. Bagi cinta, tidak ubahnya seperti selingkuh. Bagi wanita, mungkin, sejenis Continue reading “OPORTUNIS”

Bagikan :