Favehotel Cimanuk Garut Telah Beroperasi

GARUT (titik0km.com)Favehotel merupakan salah satu hotel berkembang dengan sangat cepat, kali ini ditandai dengan pembukaan favehotel Cimanuk Garut, sekaligus juga menandai kedatangan jaringan hotel yang berstandar internasional di kota Garut pada acara soft opening hari Jumat (6/6), di kota yang terkenal dengan kudapan Dodol Garut tersebut, seperti yang disampaikan melalui rilis elektronik pada Selasa (10/6).

Menyajikan pemandangan pegunungan yang menakjubkan, Garut sering kali disebut sebagai “Switzerland of Java” menjadi salah satu destinasi wisata yang populer dengan pertumbuhan yang pesat sebagai tujuan wisata turis domestik karena pemandangan yang natural, sumber air panas dan pemandangan yang mengagumkan.

Favehotel berada di pusat kota Garut dan dapat ditempuh sekurangnya dua jam dari kota Bandung, favehotel Cimanuk Garut memiliki lokasi yang sangat bagus, sangat mudah jika ingin menjelajahi kota dan daerah sekitarnya yang dimana merupakan pilihan tepat para pelancong bisnis dan liburan untuk mencari hotel yang kontemporer, nyaman, dan dengan harga terjangkau.

Hotel ini memiliki 79 kamar yang dilengkapi dengan perabotan yang terbaik dengan desain interior yang mempunyai konsep penggabungan antara modern dan bergaya ciri khas kota Garut. Para tamu dapat menikmati kolam renang hotel dan coffee shop dan lounge yang merupakan ciri khas dari favehotel, para pelancong bisnis dapat tetap melakukan kegiatannya karena tersedianya 6 ruang pertemuan yang modern dan koneksifitas WiFi dengan kecepatan yang tinggi diseluruh area hotel.

“Jawa Barat merupakan daerah yang sedang berkembang pesat karena adanya jalur bebas hambatan Cipularang yang menghubungkan Jakarta dan Bandung yang memudahkan para pelancong setiap akhir pekan yang ingin datang ke Bandung, favehotel Cimanuk Garut merupakan salah satu favehotel yang terbaru merupakan salah satu tujuan wisata dengan biaya terjangkau dan menjadi kunci bisnis pusat kegiatan di Jawa Barat” Ujar Norbert Vas, Vice President sales & marketing Archipelago International. (asd)

Soft Opening favehotel Cimanuk -Garut

Bagikan :

Archipelago International Berbagi Pengetahuan Seputar Wanita di Hari Kartini 2014

SURABAYA (titik0km.com) – Serangkaian acara peringatan Hari Kartini 2014 yang diadakan manajemen Archipelago International di Jawa Timur. Sukses dengan Aston Amazing Race beberapa waktu yang lalu, kali ini sebagai penutup kegiatan peringatan Hari Kartini, Archipelago International mengadakan Corporate Secretary Gathering yang mengundang para sales manager perempuan dari hotel di bawah management Archipelago International serta para sekretaris perempuan dari beberapa perusahaan di surabaya, yang di adakan di Sky Ballroom lantai 7 Favehotel Mex Surabaya pada Sabtu (25/4).

Menurut Yeni Chrisnawati, National Assitant Director of Sales NSO Surabaya, kegiatan ini memang digelar sebagai penutup rangkaian peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April yang lalu. “Acara ini memang dimaksudkan untuk lebih mempererat hubungan antar sales dari masing-masing hotel dengan para sekretaris  dari berbagai perusahaan yang biasa berhubungan langsung dalam bisnis perhotelan,” ujar Yeni Chrisnawati.

Ratusan undangan yang hadir nampak mengikuti berbagai rangkaian acara yang memang banyak membahas serba serbi ke-perempuan-an tersebut. Diawali dengan perkenalan sales leader hotel dari Archipelago International dari Surabaya Malang Bojonegoro Madiun dan Jember kepada para undangan.

Gelar fashion show busana kerja batik dan kebaya, demo masak dan acara talk show yang tidak kalah menarik tentang kanker serviks yang disampaikan oleh dr. Ananto Sidohutomo yang banyak membahas tentang Pencegahan terhadap kanker serviks dan payudara. Selain itu secretary corporate gathering ini juga digelar berbagai stand dan bazzar serta photo booth juga berbagi keperluan perempuan yang lain.

Netty Marchavika, Public Relation Officer dari Quest Hotel, salah satu jaringan hotel dari Archipelago International yang segera beroperasi di Surabaya, menjelaskan dalam acara ini juga banyak membagikan doorprize bagi para undangan yang hadir, “Ada banyak kategori seperti undangan yang hadir lebih awal, undangan dengan dress code terbaik, dan banyak lagi door prize yang lain,” ungkap Marsya panggilan akrab Netty Marchavika. (ias)

Bagikan :

Bandara Trunojoyo akan Terapkan Pengembangan Bandara Blimbingsari

Bupati Sumenep Tertarik Pengembangan Bandara di Banyuwangi

BANYUWANGI (titik0km.com) –  Perkembangan penerbangan di Bandara Blimbingsari telah menarik perhatian daerah lain, salah satunya adalah Kabupaten Sumenep. Secara khusus Bupati Sumenep A. Busyro Karim bersama sejumlah pejabatnya melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi untuk memperoleh wawasan  terkait perkembangan bandara kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut. Kunjungan itu diterima langsung oleh Bupati Abdullah Azwar Anas, di Pendopo Shaba Swagata, Kamis (6/2).

Menurut rilis resmi pemkab Banyuwangi melalui situs banyuwangi.go.id pda (6/2), Busyro mengatakan,Kabupaten Sumenep telah memiliki Bandara Trunojoyo dengan panjang landasan 1160 meter. Saat ini, bandara tersebut sedang dalam persiapan menyambut dimulainya penerbangan komersil pertama dengan pesawat berkapasitas 40 – 50 seat. “Maskapai yang siap masuk ke Bandara Trunojoyo sudah positif Trigana Air. Ada dua pesawat yang disiapkan dengan kapasitas 40 seat dan 50 seat untuk rute Sumenep-Surabaya,” ungkapnya.

Berbagai hal untuk realisasi penerbangan komersial tersebut pun menurut Bupati Busyro telah dilakukan. Diantaranya berkoordinasi dengan Dirjen perhubungan udara terkait rute penerbangan serta melengkapi infrastruktur navigasi penerbangan. Namun Bupati Busyro mengaku masih memerlukan banyak wawasan agar penerbangan komersial tersebut bisa berjalan dengan lancar dan berkelanjutan. “Kami ingin mendapatkan kiat-kiat dari Banyuwangi yang telah lebih dulu berhasil mengoperasikan penerbangan komersial. Kami ingin bandara Trunojoyo terus beroperasi tanpa ada hambatan baik terkait regulasi maupun keberlangsungan penerbangan itu sendiri,” kata Busyro.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan sejak awal beroperasinya penerbangan komersil di bandara Blimbingsari diupayakan agar berjalan dengan business to business atau tanpa adanya bantuan dari pemkab.  Konsekuensinya agar penerbangan bisa berkesinambungan dan pesawat selalu terisi penumpang maka Pemkab juga ikut melakukan promosi kepada masyarakat. “Pada masa awal saya juga ikut jadi sales, menawarkan para pengusaha untuk melakukan perjalanan ke Surabaya pakai pesawat. Selain itu perjalanan dinas PNS juga saya minta untuk memakai pesawat,” tutur Anas.

Selain itu untuk memperjelas wewenang Pemerintah daerah dan pemerintah pusat di bandara, Anas menyampaikan telah melakukan MoU dengan Dirjen Perhubungan udara tentang pengoperasian dan pengembangan bandar udara Blimbingsari. “Ini penting agar kedepan tidak terjadi permasalahan yang bisa mengganggu kelancaran  operasional di bandara,” sebut Anas.

Pada kesempatan itu, Anas juga menyampaikan kalau Bandara Blimbingsari pada akhir tahun ini akan ditingkatkan kelasnya dari bandara penumpang menjadi bandara kargo. Sebagai persiapan akan dilakukan penebalan runway  agar bisa dilandasi pesawat berkapasitas besar. “Banyuwangi memiliki potensi yang melimpah baik pertanian, perkebunan dan kelautan. Kami ingin transportasi udara bisa menjadi alternatif pengiriman barang karena lebih cepat dan efisien. Untuk itu akan dilakukan penebalan landasan dengan dana Rp. 54 miliar. Target kami, bandara kargo akhir tahun sudah bisa terlaksana,” ucap Anas. (asd)

Bagikan :

Lowongan Kerja BTPN Surabaya

Lowongan Kerja BTPN Surabaya

2014-02-05 02:59:19

Ingin berkarir di dunia perbankan ?

Ikutilah Walk In Interview Bank BTPN untuk seleksi Karyawan tetap.

Persyaratan Umum :

– Pendidikan min, SMA atau dengan pengalaman 1 tahun dibidang sales.
– Fresh graduate pendidikan minimal D3 IPK min 2,75.
– Usia maks 28 tahun.
– Menguasai bahasa dan budaya lokal.
– Memiliki integritas yang tinggi.
– Berorientasi kuat terhadap target dan menyukai tugas-tugas lapangan.
– Mampu menjalin komunikasi dan mudah bergaul.

Fasilitas dan program pelatihan yang diterima :
– Mendapatkan training dasar dan training lanjutan yang berkesinambungan dengan biaya perusahaan.
– Jenjang karier yang jelas dan terbuka untuk jangka panjang.
– Mendapatkan bimbingan karir yang intensif.
– Mendapat fasilitas asuransi kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga, baik rawat jalan maupun rawat inap.
– Berhak mendapatkan berbagai jenis insentif yang sangat menarik.

Hari / Tanggal : Sabtu / 8 Februari 2014.
J a m : 09.00 – 15.00 WIB.
Tempat : Bank BTPN Puma Bakti.
Jln. Ciliwung No.09 Surabaya.
Membawa : CV dan lamaran lengkap.

Hubungi ( 031 ) 5651053 atau SMS ke 0853 1060 2730 untuk info lebih lanjut.

Bagikan :

Lowongan PT Pinus Merah Abadi Surabaya Sidoarjo Malang

LOWONGAN PT. PINUS MERAH ABADI, butuh segera tenaga

2014-01-28 08:13:47

PT. Pinus Merah Abadi, perusahaan bidang usaha sales & Distribusi consumer goods, membutuhkan lowongan kerja dengan jabatan :

1. Salesman Motoris ( kode : MR ) : 3 orang.
2. Delivery Motor ( KOde : Demo ) : 3 orang.

Persyaratan :
– Pria, usia max 40 tahun.
– Memiliki SIM C & kendaraan bermotor pribadi
– Pendidikan min SMA/SMK/sederajat.
– Berpengalaman di sales FMCG.
– Jujur, cekatan & bisa bekerja dalam tim.
– Menguasai & siap ditempatkan area Surabaya, Sidoarjo dan Malang.

Bila berminat kirim lamaran & CV anda ke PT. Pinus Merah Abadi ( Nabati Group ).
Pergudangan Angtropolis Jln. Margomulyo 46 Blok H-12 Margomulyo Surabaya
Info berlaku sampai tanggal 28 Pebruari 2014.

Bagikan :

Kabag Humas Pemkab Jember Prakarsai Forum Pemred

Ajak Wartawan Ikut Bangun Jember Yang Visioner

JEMBER (titik0km.com) -Puluhan pemimpin media massa menyampaikan uneg-unegnya guna membangun Jember, di Hotel Istana, Rabu (11/12) siang. Selain memuji keberhasilan Bupati MZA. Djalal, mereka juga mengkritik sejumlah kebijakan, termasuk sikap pejabat pemkab yang dianggap masih kurang reformis serta tidak terbuka terhadap media massa. “Ini penting untuk membangun Jember ke depan,” ujar Mohammad Efendi, ketua PWI Jember.

Menurut Efendi, ketika mengawali memimpin Jember, Djalal lantang menggaungkan isu pemberantasan korupsi di lingkungan kerjanya. Namun, kini gaung itu kian tak terdengar, seiring banyaknya pejabat pemkab yang terlibat dugaan korupsi. “Saya berharap gaung antikorupsi itu terus disuarakan,” imbuhnya.

Bukan itu saja, pencapaian prestasi yang pernah diraih Bupati Djalal pada periode pertama kepemimpinannya, kata Aga Suratno (direktur Radio KISS FM), juga kian menurun. Bahkan Aga juga menyoroti sejumlah data tingkat kemiskinan, buta aksara, dan indek pembangunan manusia (IPM) yang masih memprihatinkan.

Malah Aga menyarankan agar Bupati Djalal melakukan evaluasi bulanan terhadap para kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), agar diketahui tingkat kinerjanya. “Kalau perlu Pak Djalal mengganti pejabat yang gagal mencapai target, dengan pejabat yang lebih mampu,” tambah Sukoco, Pemred Memorandum Timur.

Pemimpin Redaksi Radar Jember, Winardi Nawa Putra, meminta Djalal juga menjaga dan menjamin iklim kondusif di Jember. Di antaranya, menjamin keamanan dan kenyamanan investor yang ingin membangun Jember. “Jangan hanya bisa mengeluarkan izin, tapi ketika didemo masyarakat, tak berbuat apa-apa,” kritik Winardi.

Kasus yang disampaikan Winardi itu, terkait dengan aksi penolakan penambangan pasir besi oleh warga Paseban, Kencong, dan pendirian Supermarkert, Giant di Talangsari baru-baru ini. Akibatnya, kata dia, banyak investor yang enggan masuk, bahkan mundur dari Jember. “Alasannya Jember tidak kondusif,” tandasnya.

Menurut Ya’kub, pemred Radio Kartika, akhirakhir ini Bupati Djalal terkesan “menikmati” berbagai gejolak di masyarakat. Termasuk banyaknya rumor konflik internal antarpejabat yang sedang berebut pengaruh di pemkab. “Pak Djalal saat ini lebih dikenal sebagai bupati ngetril, daripada turba mendengar suara rakyat,” tuturnya.

Gagasan Bupati Djalal untuk membuat Jember sebagai kota industri, juga disorot oleh Nur Elliyah Anggraeini, redaktur pemberitaan Radio Prosalina, Jember. Jika ingin Jember lebih berkembang, kata Ely, sebaiknya Djalal rela menjadi “sales” untuk menjual Jember. “Saya lihat Bupati Anas (Azwar Anas, red) kerap menjadi “sales” kemana-mana untuk memajukan Banyuwangi.

Menanggapi berbagai kritik “forum pemred” Jember kemarin, Kabag Humas, Sandi Suwardi Hasan itu, menyambut baik demi kemajuan Jember ke depan. Dia juga mengajak para jurnalis untuk melihat sisi keberhasilan Bupati Djalal yang telah dirasakan oleh masyarakat. “Plus minusnya juga perlu diangkat agar balance,” ujarnya.

Menurut Sandi, berbagai kebijakan pemkab, sebenarnya menjadi tanggungjawab bersama seluruh pejabat di bawah koordinasi Bupati Djalal. Bahkan, Bupati, kata Sandi, terkesan telah memberi mandat penuh kepada setiap pejabat yang diangkat sebagai pembantunya, untuk bisa melaksanakan program sesuai tupoksinya. “Jangan sedikit-sedikit menunggu perintah bupati,” imbuhnya.

Tentu saja, arek kelahiran Banyuwangi ini juga minta para wartawan ikut memberi pencerahan kepada masyarakat, yang tidak semuanya tahu tentang kebijakan pemerintah. Juga kepada masyarakat di luar Jember, khususnya investor, wartawan diminta untuk ikut “menjual” Jember. “Tidak hanya kelemahannya yang disuarakan, potensinya juga layak untuk dipromosikan,” tambah Sandi.

Pertemuan awak media dengan humas pemkab tersebut, rencananya akan dilanjutkan dalam bentuk forum rutin secara periodik. Bukan hanya dengan jajaran humas, Sandi juga ingin mengajar para kepala SKPD untuk berdiskusi tentang berbagai hal dengan para jurnalis. “Kalau bisa Pak Bupati juga akan kami undang diskusi sama-sama,” pungkas Sandi. (ias)

Bagikan :

Eudamonic

oleh : Agus Susanto*

Hampir disetiap kesempatan menjadi narasumber di berbagai acara dimana saya diundang, selalu saya sisipkan pertanyaan apakah ada diantara peserta acara tersebut yang sebenarnya dan sejujurnya bukanlah peserta yang “benar” dan “jujur” saat duduk didalam acara tersebut. Beberapa waktu lalu saya diundang oleh Universitas Negeri Jember untuk memberikan sharing tentang kewirausahaan. Tema yang saya berikan adalah “Change of Mind to be Entrepreneur”.

Pertanyaan yang sama saya ajukan kepada mahasiswa yang ikut didalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), ”Apakah diantara kalian semua yang ikut didalam program ini, ada yang merasa salah jurusan?” tanya saya kepada mereka semua. Benar ada tangan-tangan yang teracungkan. Ada sekitar 16 mahasiswa dari jumlah 80 mahasiswa yang ikut program tersebut. Jadi kalau diprosentase sekitar 20 persen yang menjawab jujur pertanyaan saya tersebut.

Ada kisah religi saat Daud diperhadapkan kepada Goliath, Daud sang pengembala domba yang tidak pernah berperang, saat itu tertantang untuk menghadapi si Goliath sang raksasa. Saul raja saat itu berkata kepada Daud “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia. Sebab engkau masih muda, sedangkan dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit,” tetapi Daud tetap ingin memberikan kepercayaan kepada Raja Saul bahwa dia sanggup melawan sang raksasa Goliath.

Akhirnya Raja Saul memberikan ijin kepada Daud untuk melawan sang raksasa Goliath. Dan Raja Saul memberikan baju perangnya kepada Daud. Ditaruhnya ketopong tembaga dikepala Daud, juga dikenakan baju zirah dirinya kepada Daud. Lalu Daud mengikatkan pedang Raja Saul kepada baju besi tersebut. Apa yang terjadi? Saat Daud mencoba berjalan, baju tersebut malah membuat Daud tidak bisa berjalan. Berkatalah Daud kepada Raja Saul “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai baju ini,” Lalu seluruh baju perang Raja Saul pun ditanggalkannya.

Apa yang bisa diambil dari kisah Daud dan Raja Saul ini? Daud memakai “baju orang lain”. Kalau kita jujur terhadap diri kita sendiri. Banyak sekali diantara saudara yang saat ini kehidupannya kedodoran. Jatuh bangun, selalu tidak berhasil didalam langkah kehidupannya, dan selalu bersungut-sungut melihat keberhasilan orang lain. Kenapa hal ini selalu terjadi? Karena saudara memakai baju orang lain.

Bisa kita bayangkan apa yang terjadi jikalau Daud tetap memaksakan dirinya memakai baju perang Raja Saul?Yang dipakai berjalan saja sudah sedemikian sulitnya, apalagi mau dipakai untuk berperang. Saya yakin Daud akan mengalami kesulitan saat mengenakan baju tersebut untuk melawan sang raksasa Goliath. Yang ujungnya pasti dapat diprediksi adalah Daud akan kalah melawan Goliath!

Tidak ada yang salah dengan baju perang Raja Saul tersebut. Yang salah adalah ketika baju perang Raja Saul dipakaikan kepada diri Daud. Hal yang luar biasa yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah saat Daud dengan sadar menanggalkan baju perang Raja Saul. Bisakah saudara berkata kepada diri sendiri bahwa saat ini mungkin potongan rambut saudara tidak cocok dengan tipe raut muka saudara? Model rambut ala Lady Diana yang beberapa waktu lalu sangat populer. Ada juga yang senang dengan potongan rambut ala Demi Moore? Atau sekarang yang lagi trendy potongan ala tentara Romawi? Saya ingat pernah menjadi bahan tertawaan teman-teman saya saat model rambut saya berpotongan ala mohawk. Aneh, lucu, tidak cocok dan banyak lagi komentar miring seputaran potongan rambut saya tersebut.

Didalam dunia nyata, dalam dunia kerja dan dalam dunia profesi, masih banyak kita temui orang-orang yang mencoba memakai baju orang lain. Banyak alasan yang terlontarkan disana. Ada yang salah memilih jurusan karena paksaan orang tua. Ada yang profesi yang ditekuni sekarang tidak sama dengan jurusan yang dipelajari di sekolahnya. Ada yang asal memilih lowongan pekerjaan. Ada yang salah memilih lokasi kerja. Ada yang tidak bisa memasak tapi mempunyai usaha restoran. Ada yang bakatnya menyanyi tapi bekerja jadi sales. Ada yang dan ada yang lain ceritanya lagi. Kalau tetap dipaksakan saudara berjalan, berprofesi, bekerja dengan memakai baju orang lain. Hasilnya akan tidak bisa optimal, bahkan cenderung ke gagal.

Jadi, apa yang harus dilakukan saat anda mungkin mengalami hal-hal tersebut? Segeralah buka baju orang lain tersebut dan memakai baju kita sendiri. Saat itulah saudara akan tahu dengan persis siapa saudara sebenarnya. Saudara akan lincah bergerak kesana kemari tanpa dibebani baju perang orang lain. Saudara akan bebas bernafas karena baju saudara pas persis ukurannya dengan diri saudara.

Eudamonic diperkenalkan sejak jaman Yunani kuno oleh Aristoteles, bahwa ada kebahagiaan lain yang melebihi kebahagiaan yang sekedar memberikan rasa senang. Seperti contohnya membeli mobil baru atau membeli rumah baru. Kebahagiaan yang sekedar memberi rasa senang oleh Aristoteles dinamakan kebahagiaan hedonic.

Kebahagiaan Eudamonic lebih bersifat kejiwaan, sehingga lebih membuat jiwa seseorang sejahtera. Salah satu cara untuk mencapai kebahagiaan eudamonic adalah menjadi diri sendiri seutuhnya. Lebih tahu dan detail lebih dalam siapa diri kita sebenarnya. Tanyakan kepada diri sendiri, apa yang menjadi kehebatannya dan apa pula yang menjadikan diri kita menjadi lemah? Catat itu! Tanyakan sekali lagi kepada diri anda sendiri. Apakah profesi anda sudah tepat saat ini? Pasti ada yang menjawab, “Saya sudah memakai baju saya sendiri dan sudah tepat!” Ada juga yang berkata, “Saya tidak seharusnya berada ditempat ini.”

Bagi yang sudah memakai baju anda sendiri, segeralah bergerak lincah kesana kemari untuk menunjukkan siapa saudara dan apa mau saudara. Tunjukkan kepada dunia bahwa saudara adalah tepat untuk saudara sendiri. Bagi yang masih belum memakai baju saudara sendiri, berhentilah mengeluh setiap saat, mengeluh setiap hari. Keluhan demi keluhan akan terdengar kedalam tulang dan akan membuat tulang-tulang saudara keropos! Saudara tidak punya gairah lagi untuk berjalan. Jangankan mengangkat sebuah kursi, mengangkat sebuah pensil pun anda tidak akan mampu! Segeralah buang baju orang lain ganti dengan baju saudara sendiri! Dan lihat kebahagiaan Eudamonic akan merasuk kedalam jiwa saudara dan menjadikannya sejahtera. Hidup saudara akan menjadi terpuaskan, hidup saudara akan bisa memiliki arti. Juga emosi negatif saudara akan segera berubah kepada emosi positif. Segeralah bertindak sebelum semuanya menjadi terlambat! Semoga bermanfaat. (*)

Agus Susanto ([email protected])

Bagikan :

Titik Nol

Titik Nol

Oleh : Agus Susanto*

Pas akhir bulan Juli kemarin, setelah menerima honor bulanan dan Tunjangan Hari Raya, ada empat orang yang tidak segera pulang. Tapi mereka sengaja berlama-lama duduk ngobrol sambil melihat saya dan istri membagikan honor bulanan dan THR kepada teman karyawan lainnya. Jam menunjukkan pukul sembilan lebih 20 menit, saat saya dan istri selesai semua memberikan apa yang menjadi hak dan bagian karyawan yang bekerja ditempat saya.

Empat karyawan saya juga terlihat masih berbincang sesekali tertawa lepas, saya dekati mereka dan mereka memberikan isyarat kepada saya untuk bisa berbincang dengannya. Saya menggangguk setuju setelah saya makan malam dulu. Mereka menyetujui dan saya segera tinggalkan mereka sejenak.

Setelah makan malam saya kembali menemui mereka ber-empat. Awalnya hanya pembicaraan ringan-ringan saja, baru salah satu diantara mereka memberanikan diri untuk membuka kalimat yang penting. ”Pak Agus, kami ber-empat sengaja menunggu bapak untuk mengungkapkan sesuatu,” ujar Luwi, salah satu karyawan saya.

”Kami ingin mengundurkan diri dari tempat kerja yang sekarang ini pak, setelah Hari Raya Idul Fitri kami mencoba mengadu nasib ke kota Jakarta. Ada tawaran kerja dari saudara saya di Jakarta,” kata Luwi.

Saya tidak segera mengiyakan ataupun menolak permohonan pengunduran diri mereka, saya ajak mereka ngobrol tentang hal-hal lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengunduran diri mereka. Seolah-olah sama sekali tidak ada masalah meskipun secara mendadak saya ditinggalkan oleh mereka,ber empat lagi!

Kami semua tertawa lepas dan terbahak-bahak saat semua menceritakan hal-hal lucu yang terjadi semasa mereka bekerja di tempat saya.

Tetap diakhir pertemuan itu saya harus dengan hati legowo meng-iya-kan permohonan pengunduran diri mereka semua. Ya semua empat orang sekaligus! Dan tetap tersenyum lebar sambil tetap memberi wejangan selalu sukses ditempat yang baru.

Kejadian yang seperti saya alami tadi, di hari menjelang, para pekerja mudik ke kampung halamannya, selalu diharapkan membawa sanak saudaranya untuk bisa bekerja di kota lain. Harapan-harapan dan tawaran-tawaran yang lebih menjanjikan memang membuat siapa saja akan tergiur mendengarnya. Siapa yang tidak ingin naik honor bulanannya? Siapa pula yang tidak ingin naik jabatannya? Dan kapan kesempatan itu akan datang?

Bekerja dikota besar selalu diinginkan dan dimimpikan oleh banyak pekerja kita. Impian akan kehidupan yang lebih baik selalu terpampang jelas di benak kita. Momen yang paling pas juga terjadi, saat mereka mudik, saat itu pulalah banyak pekerja dari daerah yang pada waktu arus balik akan membawa sanak saudara maupun kerabat-kerabatnya untuk dipekerjakan di kota yang lebih besar.

Titik Nol mereka ada disana! Memulai hal baru adalah sebuah momen yang paling mengesankan dan menggetarkan hati kita. Memulai pekerjaan yang baru, berteman dengan orang-orang yang baru, berada di kota yang baru dan ditambah dengan tantangan-tantangan yang baru pula, akan membuat sejarah yang baru didalam hidup mereka.

Saya selalu senang dengan perbandingan, setiap saya menulis, saya selalu melihat sebuah permasalahan dari berbagai sisi, dan dari berbagai pandangan banyak orang.

Dari cerita diatas jujur saja saat itu saya kehilangan langsung empat orang. Hal itu membuat saya harus berpikir ulang untuk menempatkan siapa-siapa saja yang akan mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh karyawan saya tersebut. Proses pengisian kekosongan posisi harus segera dilakukan esoknya. Dan pastinya akan ada rangkap posisi disana. Segera juga saya mengkontak karyawankaryawan yang lain untuk segera mencari pengganti teman mereka yang mengundurkan diri. Juga saya mengkontak teman-teman untuk memberi tahu ada lowongan pekerjaan ditempat saya.

Tidak mudah memang untuk bisa langsung mendapatkan karyawan yang langsung bisa mengisi kekosongan. Saya jadi tertawa sendiri, saat saya banyak mengajarkan untuk banyak orang bisa menjadi entrepreneur sehingga tidak bergantung kepada pimpinan dan membuka usaha sendiri, saat itu pula saya jujur membutuhkan mereka yang mau bekerja di tempat saya.

Sungguh kejadian yang bertolak belakang, kalau kita lihat iklan-iklan lowongan kerja begitu banyak, yang belum bekerja juga begitu banyak tapi juga mencari tenaga kerja sangat begitu sulitnya.

Sekarang mari saya ajak untuk melihat dari sisi karyawan. Saya selalu mendengar cerita bahwa tukang masak di depot itu dulunya adalah tukang masak dari sebuah restaurant yang top di kota tersebut. Sekarang mereka buka warung sendiri. Itulah titik nol dia! Dulu tukang potong rambut yang jadi langganan saya, juga bekerja disebuah salon yang cukup terkenal di kota ini. Sekarang mereka membuka salon sendiri. Itulah titik nol dia! Didatangi seorang sales alat musik dari importir ternama di Jakarta, saya sempat mau order barang saat melihat dia datang. Ternyata saya keliru, dia tidak lagi membawa barang-barang dari importir ternama tersebut, tapi sekarang dia sudah menjalankan bisnis musik sendiri. Itulah titik nol dia!

Saya ingat saat saya berhadapan dengan staff customer service di sebuah bank kecil. Pada waktu itu saya ingin membuka tabungan. Tapi beberapa waktu lalu saya sempat tidak kenal saat staff customer service menyapa saya diruang prioritas bank besar pula. Saya ingat-ingat pernah ketemu dimana ya?

Dia mengingatkan saya, waktu membuka tabungan di sebuah bank kecil. Sekarang dia sudah naik jabatan menjadi kepala bagian. Itulah titik nol dia!

Banyak cerita-cerita dari teman, sahabat, saudara yang masing-masing mempunyai titik nol-nya sendiri-sendiri.

Yang disebut dengan titik nol adalah titik awal yang baru yang bisa merubah semua aspek didalam kehidupan kita. Semua dari kita pasti mempunyai sejarah titik nol-nya. Coba ingat-ingat, apakah yang saudara semua nikmati dan dapatkan saat ini adalah sebuah kebetulan? Tidak bukan? Ada titik nol dan titik awal disana.

Saya punya titik nol saat saya memutuskan untuk tidak bergabung dengan usaha keluarga dan saya memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Pahit memang saat pertama kali saya coba berusaha bekerja sendiri. Seperti seekor burung yang terbiasa nyaman didalam sangkar, makanan selalu ada dan tepat waktu. Lalu saat sangkar itu terbuka, dan burung itu lepas, sesungguhnya saat itulah titik nol burung tersebut berawal. Meski kadang tidak mendapatkan makanan setiap harinya dan bahaya serangan dari lawan-lawan burung tersebut terjadi setiap saat, kedinginan, kehujanan,kepanasan dan semuanya dirasakan tapi itulah kehidupan yang sesungguhnya yang sedang terjadi untuk menjadi seekor burung yang nyata.

Saya belajar dari burung tersebut, mencoba berusaha dan berdoa. Akhirnya saya bisa bertahan dan melewati semua persoalan sehari demi sehari. Jangan takut untuk menghadapi kehidupan ini. Apapun masalahnya, hadapi dan jalani. Siapa tahu hal yang paling menyakitkan yang terjadi didalam kehidupan kita itu adalah titik nol kita menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih indah disana.

Sebab rancangan Tuhan bukanlah rancangan kita! Cari titik nol-mu! Semoga bermanfaat! (*)

Agus Susanto [email protected].com

Bagikan :

Info Lowongan PT Hartono Raya Motor Group Sales Manager Bali

Info Lowongan PT Hartono Raya Motor Group Sales Manager Bali

PT HARTONO RAYA MOTOR  GROUP
Authorized Mercedes-Benz Dealer

Membutuhkan tenaga profesional yang dinamis & bermotivasi kerja tinggi untuk dengan posisi sebagai berikut : Continue reading “Info Lowongan PT Hartono Raya Motor Group Sales Manager Bali”

Bagikan :