Demokrasi Rasa Sambal Istri

(Tatap Semua Dengan Cinta) Oleh : Akhmad Fauzi* Pedas, terengah-engah Kadang hambar, sesekali lupa terasi Jangan! Apalagi sampai tanpa garam Melotot Sebaiknya tersenyum sembari mencubit Yang mana? Yang diperbolehkan agama Dan negara! 18 tahun serumah -untunglah- hanya sesekali saja terbelalak mata. Yang banyak adalah ngomel sambil sok berwacana, seakan sambal adalah keahliannya, ya saya! Demokrasi […]

Read More

Jember Jadi Kota Polisi Tidur

Oleh : Feris* Polisi-Tidur adalah rintangan-halangan sebagai bagian dari fasilitas keselamatan dijalan, yang bertujuan mengurangi kecepatan kendaraan pada titik-titik yang dianggap rawan kecelakaan. Namun sayangnya, dari tahun ke tahun, penempatan polisi-tidur di JEMBER ini semakin sembarangan. Dan bukan hanya penempatannya, ukuran dan kualitas polisi-tidur itu sendiri juga semakin tidak memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. […]

Read More

Indonesia (Menuju) Anti-klimaks

Oleh : Akhmad Fauzi* Anti klimaks adalah bahasa keseharian bagi jalan cerita menuju titik penyelesaian. Jeda siap-siap bagi penonoton untuk memberesi barang bawaan. Awal dari akhir bias imajinasi penikmat cerita. Pun, harapan besar bagi kru pertunjukan untuk menerima uang lelah. Pun, senyum (kecut atau manis) sang sutradara. Pun, mulai bergeraknya kembali gerbong imajinasi para penulis […]

Read More

Dari yang Tergesa-gesa

Oleh : Akhmad Fauzi* Adalah Roy Suryo, Menpora, harus repot-repot melapor ke kepolisian. Memang, hentakan ingin mendapat yang lebih murah tetapi berkualitas sudah tabiat klise para pembeli negeri kita. Tidak ingin saya tergesa-gesa mengatakan jika sang menteri bertabiat sama. Tetapi memang harus segera dikatakan jika tergesa-gesa adalah desakan nafsu setan belaka. Ketergesaan bukanlah ketakutan, malah […]

Read More

Catatan Kemerdekaan

Oleh : Akhmad Fauzi* Segar rasanya mandi di gemericiknya sungai kecil nan jernih, meski seringkali membayangkan kran-kran bak mandi berlapis emas yang mengalirkan air hangat di dinginnya malam nan gemuruh, nun di sana. Jangan takut bermimpi di negeri sendiri Merdekakan hasrat yang berderajat…! 1. Hidup Merdeka Pernah terjadi, seorang pembesar partai besar tersungkur menjatuhkan diri […]

Read More

Dolly yang Meremas Nurani Seorang Risma

Oleh : Akhmad Fauzi* Semoga masih menjadi keyakinan, inilah saat yang tepat untuk ber-hijrah. Terasa ringan hijrah ini jika di iring keyakinan, demi menutup sesuatu hal yang tidak seharusnya. Janji Tuhan sangat pasti akan faedah hijrah ini. Salam hormat untuk warga di sana, kuatkan keyakinan jika sekaranglah saatnya berkesempatan ber-hijrah untuk mencari kesempurnaan dalam hidup. […]

Read More

Tuhan Tolong Ampunkan Jokowi dan Prabowo

(Do’a Akhir Pekan buat Jokowi dan Prabowo) Oleh : Akhmad Fauzi Nukilan tausiyah yang disampaikan seorang da’i di Indonesia Damai siang tadi. Tidak terlalu persis tetapi juga tidak jauh dari makna itu. Entahlah, apakah masih ada yang mau berkenan memanggil tetesan air mata atas telanjangnya aib dua tokoh ini. Minimal mengadu emosi yang terlanjur meninggi […]

Read More

Derita Lapindo Saat Jadi Komoditas Capres

Oleh : Akhmad Fauzi* Ketika Jokowi harus meninggalkan Jakarta karena ada tugas dari partai, pikiran sederhana saja masih bisa memaknai logika pengambilan keputusan itu. Ketika diragukan ke-Islamannya, sulit juga untuk ikut berpikir latah meragukannya. Begitupun dengan melihat kapabilitas Jokowi dalam riuh rendahnya proses birokrasi dan rumitnya ketata-negaraan, namun masih ada rasa keyakinan pemimpin sekaliber Jokowi […]

Read More

Jejak yang Hilang di Pilpres 2014

(Renungan Malam Jum’at: “Terjepitnya Dua Kandidat di Minggu Kecepit”) Oleh : Akhmad Fauzi* Ada yang selalu mempopulerkan “jasmerah”, meski harus membedakan “merah” yang mana. ada juga yang fasih menarik garis lurus keterikatan dengan “jasmerah”, lengkap dengan catatan-catatan. Sayang, keduanya lupa jika sejarah tidak harus didewakan ataupun dijelaskan tanpa hikmah. Lebih konyol lagi, masing-masing tutup telinga […]

Read More