Kunjungi Situs Bersejarah Masjid Jin Di Mekkah

Masjid Jin MEKKAH (titik0km.com) – Jika di Madinah ada beberapa situs bersejarah, berupa sebuah masjid yang ada sejak zaman Nabi Muhammad seperti Masjid Quba’ dan Masjid Qiblatain. Di Mekkah juga ada masjid yang memiliki nilai historis dalam awal peradaban Islam, yakni Masjid Jin. Dilaporkan langsung dari Mekkah al Mukarramah Saudi Arabia, oleh Continue reading “Kunjungi Situs Bersejarah Masjid Jin Di Mekkah”

Bagikan :

Berkunjung Ke Ulama Ternama Di Mekkah

kontributor titik0km bersama Syeikh Muhammad bin Ismail MEKKAH (titik0km.com) – Beberapa Ma‘had atau yang lazim disebut Pesantren di Makkah memiliki hubungan emosional dan spiritual yang erat  dengan Indonesia. Ini karena di ma’had-ma’had tersebut banyak pelajar yang berasal dari Indonesia. Salah satu ma’had yang menjadi tempat belajar santri dari Indonesia adalah ma’had yang diasuh oleh Syeikh Muhammad bin Ismail. Kunjungan ke ma’had yang diasuh oleh Muhammad bin Ismail kali ini, dilaporkan langsung dari Makkah al Mukarramah Saudi Arabia, oleh Continue reading “Berkunjung Ke Ulama Ternama Di Mekkah”

Bagikan :

Situs Bersejarah Tempat Abu Bakar RA Jadi Khalifah

Oleh : Iqbal Kholidi – Langsung Dari Madinah

Di Madinah terdapat sebuah tempat bernama SUKAIFAT BANI SAEDAH. Dia berjarak hanya 200m dari Masjid Nabawi namun jarang sekali yang mengetahui tempat bersejarah ini, meskipun sangat dekat dengan Masjid Nabawi.

Sebenarnya lokasi ini sangat mencolok karena berupa taman yang asri, dan berbeda dengan lokasi lainnya yang gersang dan dipenuhi Continue reading “Situs Bersejarah Tempat Abu Bakar RA Jadi Khalifah”

Bagikan :

Momentum Maulid Rasulullah dan Umrah ke Baitullah

Oleh: Iqbal Kholidi*

     PADA beberapa waktu terakhir ini Kantor Imigrasi Jember banyak di padati oleh orang-orang mengurus paspor yang merencanakan menunaikan ibadah Umrah ke tanah suci Makkah, mereka bukan hanya warga Jember tapi juga orang-orang yang datang dari berbagai daerah. Rata-rata mereka para calon jamaah Umrah itu, adalah orang yang lanjut usia, kebanyakan dari mereka sebelumnya berencana dan sebagian sudah mendaftarkan diri sebagai calon jamaah Haji, lantaran daftar tunggu Haji yang antri hingga belasan tahun, sementara keinginan untuk menunaikan ibadah ke tanah suci tidak bisa di bendung lagi, mereka memilih untuk menunaikan ibadah Umrah terlebih dahulu. Daftar tunggu Haji yang antri hingga belasan tahun nampaknya menjadi berkah bagi para penyedia jasa pemberangkatan umroh, para pendaftar calon jamaah Umrah setiap hari berdatangan dan terus bertambah.

   Umat Islam begitu antusias untuk menunaikan Ibadah ke tanah suci Makkah, karena orang yang melaksanakan Haji dan Umrah adalah tamu Allah, artinya adalah hanya orang yang benar-benar mendapat Panggilan-Nya yang hanya bisa berangkat ke tanah suci, sekalipun secara materi ia kaya raya bilamana tidak “terpanggil” ia tidak akan mungkin ke tanah suci. Permohonan para tamu Allah di kabulkan berdasarkan Hadits ‘Abdullah Ibnu ‘Umar R.A. Nabi Muhammad SAW bersabda:

      “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang Haji dan orang yang Umrah, adalah Tamu Allah. Dia (Allah Swt) memanggil mereka, maka merekapun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka”.

      Dan balasan bagi yang melaksanakan Ibadah ke tanah suci sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW“Umrah (yang pertama) kepada Umrah yang berikutnya sebagai Kaffarat (penghapus) bagi (dosa) yang di lakukan diantara keduanya, dan Haji yang Mabrur tidak ada balasan baginya melainkan Surga. (Hadits Riwayat Malik, al Bukhari, Muslim, at Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Majah). Lihat shahih at-targhiib No. 1096

Umrah di Bulan Maulid

    Beberapa bulan sebelum dan setelah ritual akbar umat Islam se-dunia yakni Haji selesai, “pintu” masuk untuk gelombang jamaah Umrah ke tanah suci di tutup oleh pemerintah Saudi Arabia, kini “pintu” itu mulai di buka pada bulan Rabi’ul Awal (maulid).

    Sebagian besar masyarakat kita ketika datang bulan kelahiran Nabi yakni bulan Rabiul Awal (Maulid) menyambut dengan berbagai kegiatan, masyarakat muslim kita telah akrab dengan tradisi muludan. Pada intinya perayaaan maupun peringatan Maulid  Nabi Muhammad SAW itu merupakan bentuk pengungkapan kebahagiaan dan syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia ini. Yang di wujudkan dengan menyelenggarakan pengajian keimanan dan keislaman, mengkaji dan meneladani nilai-nilai luhur ajaran Nabi Muhammad SAW.

    Keinginan menggebu-gebu orang-orang ke tanah suci bersamaan dengan memasukinya maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi momentum bagi kebanyakan orang-orang untuk memilih menunaikan Ibadah Umrah di bulan tersebut. Sehingga gelombang jamaah Umrah memadati dua tanah suci yakni kota Makkah dan Madinah. Bandara-bandara di banjiri oleh para calon jamaah Umrah, bahkan penyelenggara jasa pemberangkatan umrah harus mencarter pesawat untuk melancarkan pelayanan pemberangkatan dan kepulangan.

      Sesungguhnya dalam Islam tidak ada keterangan yang menyebutkan keutamaan pahala maupun kelebihan menunaikan Ibadah Umrah di bulan maulid, artinya sama saja dengan menjalankan ibadah Umrah di bulan di luar bulan maulid. Kecuali bulan Ramadhan yang memang jelas-jelas pahala amal ibadah di lipat gandakan.

    Baik ketika Haji maupun Umrah (meskipun diluar bulan maulid), para jamaah mendapat kesempatan mengunjungi kota Madinah untuk berziarah ke makam Rasulullah SAW. Dalam sebuah Hadist Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang datang kepadaku untuk berziarah, dan keperluannya hanya untuk berziarah kepadaku, maka ALLAH SWT memberikan jaminan agar aku menjadi orang yang memberi syafa’at (pertolongan) kepadanya di hari kiamat nanti” (Hadist Riwayat Daruquthni).

      Dan juga yang perlu di ketahui dan di pahami adalah ritual prosesi Umrah (sebagaimana Haji) di lakukan di kota Makkah (kota kelahiran Nabi) tepatnya di Masjidil Haram bukan di laksanakan di Madinah, artinya ziarah ke makam Rasulullah SAW bukanlah bagian dari rangkaian ibadah Umrah. Rangkaian ibadah Umrah adalah Niat IhramTawaf, Sa’i dan Tahallul.

     Dengan di jadikannya momentum maulid Rasulullah SAW untuk Umrah ke tanah suci, telah menjadi magnet bagi kebanyakan umat Islam, mereka berduyun duyun ke tanah suci, bagi jamaah yang lanjut usia tentu ini harus menjadi pertimbangan akan padatnya manusia di sana, maka tidak ada salahnya menunaikan ibadah Umrah di luar bulan Maulid, karena dari segi pahala juga sama namun dari segi suasana di tanah suci jauh lebih lega dan longgar dari kepadatan manusia, sehingga di harapkan bisa menunaikan ibadah Umrah dengan sempurna dan berziarah ke makam Rasulullah-pun tidak terlalu berdesak-desakan. Wallahu a’lam bisshawab

*Penulis Tinggal di PP.MHI Bangsalsari Jember. Twitter @iqblack_kholidi

Bagikan :