Deradikalisasi di Sumut Dirut PT. Pelindo I Serahkan Bantuan Pada Ponpes

MEDAN (titik0km.com) – Berkembangnya aksi teror dan radikalisme di Indonesia turut menjadi perhatian BUMN di Sumut. Hal tersebut tercermin dari program PT. Pelindo I yang melakukan pembinaan terhadap Ponpes Al Hidayah pimpinan Khairul Ghazali. Ponpes Al Hidayah yang menjadi pusat rehabilitasi dan deradikalisasi tersebut membina anak-anak pelaku teror dan mantan narapidana kasus terorisme (Napiter) di Sumut.
Melalui program ‘BUMN Hadir Untuk Negeri’, Direktur PT Pelindo I, Bambang Eka memberikan bantuan langsung sebesar Rp100.000.000,- kepada pimpinan Ponpes Al Hidayah, Khairul Ghazali pada Senin, (5/6/2017), bertempat di Hotel JW Marriot Kota Medan. Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri jajaran direksi PT. Pelindo I diantaranya Direktur Bisnis Syahputra Sembiring, Direktur Keuangan Farid Lutfi, Senior Manajer Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Syaiful Anwar dan beberapa personil PT. Pelindo I.
“Atas nama Ponpes Al Hidayah, mengucapkan terima kasih atas bantuan Pelindo I. Kami berharap BUMN hadir secara langsung membantu negara dalam penanganan terorisme dan radikalisme” ucap Khairul Ghazali. Lebih lanjut pria yang pernah divonis 6 tahun penjara pada tahun 2010 atas kasus perampokan CIMB dan penyerangan Polsek Hamparan Perak di Sumut ini menjelaskan, saat ini Ponpes Al Hidayah membina sekitar 20 orang anak mantan Napiter, namun masih terdapat sekitar 50 orang anak Napiter yang belum dibina di Ponpes. Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai teror yang berkembang.
Ghazali menjelaskan bahwa bantuan tersebut akan digunakan untuk mengembangkan beberapa program deradikalisasi di Ponpes. Bantuan juga diarahkan untuk pengembangan ternak. “Di samping untuk melengkapi beberapa fasilitas belajar mengajar yang masih minim, Ponpes akan membangun ternak, budidaya perikanan, dan pertanian. Hal tersebut untuk melatih santri agar memiliki ketrampilan ketika terjun langsung ke masyarakat,” ujar Ghazali.
Direktur PT. Pelindo I, Bambang Eka ketika menyerahkan bantuan memberikan harapan besar kepada Ponpes Al Hidayah agar mampu membina anak-anak mantan Napiter menjadi generasi penerus yang membanggakan bagi Bangsa dan Negara Indonesia. “Saya sudah laporkan program bantuan ini kepada Menteri BUMN dan mendapat apresiasi. Diharapkan upaya Pelindo I yang berperan menekan perkembangan radikalisme di Sumut diikuti oleh BUMN lainnya di Indonesia. Sektor keamanan sangat penting untuk menjamin adanya percepatan pembangunan” ujar Bambang Eka dengan optimis. (MJL/REL)

Bagikan :

Bupati Jember Himbau Kades Untuk Keluarkan Perdes Biaya Prona

JEMBER (titik0km.com) – Dalam penyelenggarakan Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) di Kabupaten Jember agar tidak memberatkan biaya kepada masyarakat, Bupati Jember menghimbau setiap desa untuk keluarkan Peraturan Desa (Perdes).

“Supaya kades tidak ragu ragu menjalani, ini kesempatan buat kita karena ada APBN walaupun tidak mencakup seluruh pembiayaan, ada pembiayaan pra sertifikat,” ujar dr. Faida,MMR, Bupati Jember saat sosialisasi Beras Sejatera (Rastra) di aula PB Sudirman Pemkab setempat, Rabu (19/4/2017) siang.

Bupati menghimbau agar seluruh kepala desa untuk mengeluarkan perdes,membuat panitia lokal dan tidak perlu seragam diseluruh desa karena kondisi masing masing berbeda.

“Namun demikian saya menekankan agar biayanya paling minim tidak memberati masyarakat, oleh karenanya saya berharap dari pemkab jember membuat acuan minimal dan maksimal sehingga ada panduan dari masing masing desa,” tegas Faida. (MYN/AL1/MJL)

Bagikan :

Wooww… Resto Nuansa Bali Ada di Gading Rejo Jember

JEMBER (titik0km.com) – Untuk menambah kental dengan budaya Bali, sebuah rumah makan yang terletak di jalan MH Thamrin, Dusun Krajan Utara, Desa Gading Rejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, setiap pengunjung yang hadir di pintu masuk di sambut oleh pelayan pramu saji untuk dikenakan udeng yang biasa dipakai masyarakat bali sehari hari. Rumah makan ini namanya Resto AZKIYA yang menyediakan berbagai aneka ragam kuliner, tatanan interior dan berbagai perabot yang ada di resto ini kental sekali dengan sentuhan khas Bali. Masyarakat bisa menikmati berbagai macam menu masakan di Resto AZKIYA dengan nuansa Bali

“Selain terkenal dengan keindahan alamnya, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik,” kata Anik Andrianti, pemilik resto AZKIYA saat launching rumah makanya di alamat setempat, Kamis (6/4/2017) malam.

Berbagai macam masakan kuliner untuk dinikmati oleh para pengunjung yang hadir, menu andalan kami adalah ikan gurami dabu dabu,”cara membuatnya Semua bumbu yang ditaburkan di atas itu mentah yang bahanya terbuat dari bumbu bawang merah, cabe merah, tomat dan sama kemangi lalu dihaluskan diberi garam, gula, kecap setelah itu di kasih minyak tanah. Sedangkan untuk minuman teh ungu terbuat dari gula batu pakai lengkuas jahe,daun jeruk, daun salam dan serai, “nantinya minuman teh ungu kita sajikan lebih awal karena menambah kesegaran bagi pengunjung saat menikmati masakan yang kita hidangkan, ” jelas Anik.

Alhamdulillah banyak peminat dengan menu yang untuk dinikmati pengunjung, dan juga kita menyediakan berbagai macam minunan kopi, seperti kopi robusta, arica, luwak liar, dan liberica,” ucapnya. (MYN/AL1/MJL)

Bagikan :

Sukseskan TMMD ke 98, Dispenduk Capil Buka Layanan On The Spot

JEMBER (titik0km.com) – Layanan On The Spot atau jemput bola salah satu program ungulan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember selama ini dinilai berhasil menjaring ribuan ribuan warga yang belum memiliki identitas diri seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Akte Lahir, untuk di masukan ke dalam data base Kependudukan warga Negara Republik Indonesia.
Begitu juga dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 98 yang akan dilaksanakan selama 30 hari yang akan dimulai sejak 5 April hingga 4 Mei mendatang, di Desa Karang Karang Bayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Dispenduk Capil akan mensupport dengan membuka layanan On The Spot di lokasi TMMD.
“Sebetulnya program on the spot ini sudah lama kita jalankan, dan saya rasa sangat efektif untuk menjaring bagi warga yang belum memiliki kk, akte lahir, dan wajib ktp-el pemula di daerah pinggiran atau daerah yang sulit dijangkau, oleh karena itu, momen TMMD tidak akan kami sia-siakan,” kata Arief Tjahyono Kadis Dispendukcapil Jember saat dikonfirmasi via telpon selular, Selasa (04/04/2017) siang.
Arif menambahkan, sebelum TMMD resmi di buka besok Rabu (5/4/2017), Dispendukcapil sudah melakukan on the spot selama 3 hari di desa karang bayat mulai tanggal 29 sampai 31 maret tahun ini, “Kemarin kami sudah melakukan on the spot di lokasi, dan sebanyak 567 Kartu Keluarga, 372 perekaman KTP el, 48 revisi ktp el atau hilang, 96 surat keterangan (suket) pengganti ktp el sementara, dan 598 akte lahir terlayani dengan baik dokumen adminduk tersebut yang langsung di verifikasi dan dicetak,” terang Arief.
Lebih lanjut Arief menjelaskan kegiatan jemput bola ini demi mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, dan untuk mempermudah bagi masyarakat yang mau mengurus adminduk di daerah pinggiran yang sulit dijangkau tempatnya. (MYN/AL1)

Bagikan :

Berbisnis Via Online, Kerajinan Lokal Tembus 35 Negara

JEMBER (titik0km.com) – Khairul Anam, mulai menikmati kerja kerasnya. Setelah sekian tahun menekuni bisnis online lewat situs eBay, kini pria 40 tahun tersebut beromset rata-rata Rp35 juta perbulan dengan menjual kerajinan lokal ke toko daring. Bahkan produk yang Ia jual menembus hingga ke 35 negara di dunia.
Kisah sukses Khairul Anam tidaklah instan. Sebelum ayah dua anak ini menekuni bisnis handicraft online, Ia sempat menjual berbagai produk biji-bijian dan rempah-rempah dari Indonesia. Namun usaha itu mengalami kendala, lamanya waktu pengiriman membuat barang yang dijual rusak ketika sampai di tempat tujuan atau pelanggan di luar negeri.
“Pada awalnya saya ingin mencari penghasilan dari bisnis online pada tahun 2013 lalu. Karena habis jatuh dari bisnis tanaman hias. Saya mencoba belajar internet di salah satu warnet yang ada di sekitar Jalan Sumatera Jember,” kata Khairul Anam, mengawali kisah bisnis onlinenya tersebut.
Waktu itu, masih belum marak bisnis online. Pria asal Dusun Krajan, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji ini, mencoba masuk ke situs daring di luar negeri dan ingin menghasilkan dollar. Ia lantas menemukan situs eBay, dan mencoba mendaftarkan barang dagangannya ke laman jual online tersebut.
Tapi di eBay, Ia menemukan problem. Karena jual beli online di situs ini harus punya paypal. Paypal merupakan satu alat pembayaran atau Payment Procesors dengan bertransaksi menggunakan jaringan internet. Paypal juga merupakan alat pembayaran online terbanyak digunakan orang dan jaminan keamanan transaksinya cukup tinggi.
“Saya berusaha membuat paypal, ternyata syaratnya harus punya kartu kredit untuk verifikasi paypal. Alhamdulilah, saya mendapatkan kartu kredit dari salah satu bank. Sejak saat itu, mulailah saya mendaftarkan diri dan membuat akun eBay. Meski pada awalnya, saya berusaha untuk mencari item yang saya jual di eBay supaya bisa terjual,” tuturnya.
Setelah mengetahui, tiap hari Khairul Anam browsing di eBay. Awalnya, Ia mencoba berjualan biji-bijian dan rempah-rempah. Salah satu yang dijual pada awal itu adalah biji pohon matoa asal Papua. Yang setiap 5 biji, Ia jual dengan harga US$ 20.
“Alhamdulilah laku dibeli sama orang Spanyol. Seketika itu, hati saya begitu senang bisa mendapatkan uang dollar nyata di rekening paypal,” katanya.
Sukses di lapak pertama, Khairul Anam mencoba peruntungan baru dengan menjual biji rambutan. Tiap 10 biji, Ia hargai US$ 5. Produk itu pun laku, dibeli orang Perancis. Selanjutnya, Ia terus berusaha meningkatkan rating di eBay, karena di situs itulah pertama kali Ia menjual.
Karena terus laku, produk dagangannya Ia tambah. Kemudian, Khairul Aman menjual rempah-rempah seperti jahe merah, kunyit dan kunci. Semua laku terjual. Ia juga sempat mencoba menjual biji jeruk kingkit, yang per 15 biji laku US$ 15.
“Alangkah terkejutnya saya! Ternyata yang jual jeruk kingkit di situs eBay sedunia hanya saya,” sebutnya.
Biji jeruk kingkitnya, beredar ke 15 Negara Eropa dan Amerika. Mulai dari USA, Rusia, Spanyol, Perancis, Inggris dan Negara lainya. Setelah bisnis itu berjalan lima bulan, limit Khairul Anam ditambah oleh pihak eBay. Ia pun memanfaatkan kesempatan itu dengan menjual lebih banyak item, seperti biji anturium gelombang cinta, biji anturium hokery, serta biji salak. “Pokoknya yang tidak mengeluarkan modal,” ucapnya.
Namun, berbisnis biji-bijian dengan tujuan luar negeri, lama kelamaan ada kendala pengiriman. Sebab, pengiriman itu mengunakan register dan tiba di tujuan bisa mencapai satu bulan lamanya. Sehingga banyak pembeli yang mengaku biji tersebut rusak sesampai di negaranya.
“Dari situ saya berfikir keras, untuk menjual barang yang tidak mudah busuk,” tuturnya.
Khairul Anam, lantas mencari-cari lagi barang apa yang cocok untuk dijual di eBay. Ia kemudian mencari item yang belum dijual oleh seller lainnya di eBay. Setelah sekian lama mencari, Ia menemukan ide. Dirinya harus menjual kerajinan tangan.
“Di eBay banyak orang China menjual egelwood, aloeswood, agarwood, dan itu saya tidak mengerti seperti apa jenis barangnya,” ceritanya, sebelum Ia menjajal peruntungan dengan menjual kerajinan tangan atau handycraft.
Kelemahannya, penjual China itu mematok harganya cukup fantastik, lumayan mahal. Apalagi, dalam lapaknya juga menyebutkan jika kayu yang dibuat kerajinan itu berasal Pulau Borneo, Kalimantan.
“Dari itu saya terus menggali ilmu apakah kayu tersebut? Alhamdulilah tidak sengaja saya jalan-jalan ke Tutul Balung, dan menemukan item tersebut berupa gelang dan tasbih yang ternyata terbuat dari kayu gaharu,” paparnya.
Meski sebenarnya, Ia juga tidak tahu kalau kayu gaharu itu yang juga disebut egelwood, agarwood dan aloeswood. Ia pun menemukan penjual kerajinan di Desa Tutul, Kecamatan Balung, yang menjual gelang jenis kayu gaharu buaya.
“Saya mulai membeli dua gelang ukuran 20mm kayu gaharu buaya. Dari dua gelang itu saya posting di eBay, ternyata yang jual gaharu pertama kali di Indonesia di situs eBay hanya saya,” ucapnya, bangga.
Di situs eBay, Khairul Anam, membranding produknya dengan nama gaharu crocodile asal Kalimantan. Ia menjualnya dengan sistem lelang dan dibuka dengan harga US$ 50 untuk setiap gelang. Sementara harga beli dari pengrajin, hanya seharga Rp75 ribu per satu gelang.
Ia kembali mendapat kejutan, setelah diposting lima menit, banyak pembeli yang menawar dagangannya. Para calon pembeli itu berasal dari berbagai Negara. Ia membuka lelang dengan batas tiga hari sejak diposting. Dan alangkah terkejutnya, gelang tersebut tembus US$150 per item, atau berkisar Rp1.600.000 per biji.
“Dari satu gelang itu saya punya modal. Pembeli yang pertama kali beli orang Australia. Maka mulailah saya membeli beberapa gelang dan saya jual di eBay, dengan tetap menjual gelang crocodile atau gaharu buaya tersebut,” ujarnya.
Dalam satu bulan, Khairul Anam mengaku, bisa mendapatkan sekitar US$ 1.000 yang berkisaran Rp12 juta. Dengan hasil itu, Ia lantas mebeli komputer dan memasang internet di rumahnya. Bisnis yang sebelumnya Ia kendalikan dari warnet, kini berubah di rumah. Bekerja di rumah, Khairul Anam mengaku semakin tenang dan konsentrasi dalam bisnis tersebut.
Setahun membuka lapak di eBay, tepatnya pada 2014, Ia sudah mendapat label top rated seller, yang artinya penjual yang bonafit di eBay. Label itu menunjukkan jika Khairul Anam adalah penjual yang terpercaya. Setelah itu mendapat predikat itu, banyak pembeli dari Asia, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, China dan Brunai Darussalam, yang membeli dagangannya.
“Dari pembeli Asia inilah, baru saya mengenal apa yang dinamakan gaharu, karena dari buyer saya dari Singapura langsung mengontak saya lewat ponsel dan menjelaskan tentang kayu gaharu tersebut,” urainya.
Kisah sukses Khairul Anam terus berlanjut, dari salah satu pengrajin gaharu di Desa Tutul Kecamatan Balung, Ia mendapat bahan berupa fosil gaharu buaya. Kala itu, barang tersebut seberat 1.5 Kg. Ajaibnya, paska dibuka lelang dengan harga US$ 100, tembus sampai US$ 700 atau kisaran Rp9 juta. Barang itu, dibeli oleh orang dari Kuwait, di Timur Tengah.
“Dari uang itu akhirnya saya bisa membeli kamera besar. Semakin bagus gambar saya, karena dalam jualan online foto berperan penting. Dan saya menjual bahan baku dari gaharu buaya. Sangat fantastik, 1 Kg bahan gaharu buaya seharga Rp75 rib, bisa laku kisaran Rp4 juta – Rp6 juta,” tuturnya.
Lapaknya di eBay, mencapai batas maksimal atau limit. Karena omsetnya per bulan tembus hingga US$ 3.000 atau kisaran Rp40 juta. Akhirnya, Khairul Anam, mencari jalan lain. Ia lantas bekerjasama dengan Kantor Pos dalam pengiriman barang.
“Waktu itu saya di tunjuk Kantor Pos sebagai kordinator online di Jember. Untuk Kantor Pos tiap pengiriman mendapatkan diskon hinnga 15 persen. Dan itu yang pertama terjadi di Jember,” akunya.
Setelah itu, orang Indonesia mulai menjual gaharu di situs eBay. Tapi tidak membuat omsetnya menurun. Ia juga mulai berbagi dengan teman-temannya di Jember untuk jualan online gaharu di eBay. Waktu itu, ada sekitar 6 seller di Jember yang jual gaharu di eBay.
Namun, dengan berjalannya waktu, ada pembeli dari Guangdong China yang datang ke Indonesia dan menuju ke rumahnya. Pembeli asal China itu ingin membeli langsung gaharu dari dirinya.
Bahkan, ada juga pembeli dari Singapura yang meminta bahan gaharu asli, bukan jenis buaya. Permintaan ini yang menjadi PR baginya, karena Ia belum mengetahui dimana tempat mendapatkan gaharu asli tersebut. Hingga suatu ketika, Khairul Anam bertemu dengan seseorang bernama Amang, yang akrab disapa Pak Yek.
Dari Pak Yek inilah, Khairul Anam mendapat pengetahuan tentang jenis gaharu. Ia kemudian bisa membedakan mana yang asli, atau disebut agarwood aquilaria, dan yang bukan. Ia lantas mencoba menawarkan kayu agarwood aquilaria dari Sulawesi itu, ke pembeli adal Singapura, dengan menunjukan foto. Dengan berat 1,8 Kg, Ia mematok harga Rp75 juta
“Saya menawarkan ke pembeli asal Singapura yang datang kerumah saya. Saya tak menyangka, kayu dari Bang Amang itu ditawar Rp150 juta. Saya kaget, karena tidak pernah memegang uang sebanyak itu, apalagi dalam bentuk dolar,” ucapnya.
Mendapat penghasilan yang lumayan besar, Khairul Anam, terus bekerja di situs online eBay. Bahkan suatu ketika, ada salah satu Jenderal dari Amerika yang menjadi pelangannya. Jenderal itu membeli kayu gaharu buaya. Dan sejumlah toko di Malaysia yang menjadi pelanggan tetapnya.
Berkat menekuni bisnis online tersebut, saat ini kondisi ekonomi Khairul Anam membaik. Ia juga mulai menekuni kerajinan kayu gaharu, sehingga barang yang dijual di eBay tak lagi hasil membeli ke pengrajin, melainkan produk buatannya sendiri.
“Saya berhitung, mulai saya awal jual di eBay ada sekitar 35 negara yang pernah saya kirimi barang dengan bukti resi pengiriman. Alhamdulillah, ekonomi saya berubah karena jadi pengrajin (sekaligus penjual) kayu gaharu,” tandasnya. (MYN/MJL)

Bagikan :

Rumah Dibongkar Polisi, Nenek Rafi’a Menangis Haru

JEMBER (titik0km.com) – Beberapa personil polisi dibawah pimpinan Kapolsek AKP. Miftahul Huda, Senin (3/4/2017) pagi mendatangi rumah warga Dusun Blokmundu Desa Mundurejo Kecamatan Mumbulsari Jember, bersama dengan Komunitas Bikers Kucing Garong, kedatangan mereka bukan untuk menangkap penjahat, karena memang tidak disertai senjata api, tapi kedatangan mereka untuk membongkar rumah Nenek Rafi’a (67) janda yang ditinggal suaminya 12 tahun silam.

Eit jangan salah sangka, jajaran Polsek Umbulsari membongkar rumah Nenek Rafi’a yang berprofesi sebagai tukang pijat panggilan ini bukan karena sedang dalam sengketa, tapi polisi ini membongkar rumah Nenek Rafi’a, karena sudah sangat tidak layak untuk dihuni, dengan dana 5 juta hasil dari iuran, polisi-polisi ini mulai melakukan pembongkaran rumah Nenek Rafia untuk diperbaiki.

“Program Bedah rumah seperti ini sudah digalakan oleh Mapolres Jember, dan kami yang ada di jajaran Polsek, menindak lanjutinya dengan menyisihkan sebagian gaji kami, dan Alhamdulillan, bisa terkumpul 5 juta, dan saya rasa cukup untuk membenahi rumah Nenek Rafia agar lebih layak untuk ditinggali,” ujar Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, bahwa program semacam ini merupakan program yang mulia, dan merupakan bagian dari kedekatan polisi dengan masyarakat, “Program ini akan terus kami lakukan dengan cara mengajak anggota kami untuk menyisihkan gajinya, karena cara seperti ini juga bagian dari mendekatkan polisi kepada masyarakat,” tambah Kapolsek.

Nenek Rafi’a yang mendapat bantuan bedah rumah dari Polsek Umbulsari tidak bisa menahan haru ketika rumah nya di bongkar dan di bangun oleh pihak Kepolisian, diiringi tangis bahagia, nenek yang berprofesi sebagai tukang pijit panggilan tak henti-hentinya memeluk Kapolsek.

“Alhamdulillah, saya sangat senang sekali ada pak polisi yang baik, semoga bapak-bapak semua selalu diberi kesehatan, dan sekarang saya tidak lagi terkena hujan saat tidur, sekali lagi saya ucapkan terima kasih pak polisi,” ujar Nenek Rafi’a. (MYN/AL1)

Bagikan :

Bupati Dihina, Ormas Pelopor Lapor Polres

JEMBER (titik0km.com) – Awas bagi anda yang suka dan aktif bersosmed (sosial media) seperti facebook, Twitter maupun Instagram, jika tidak hati-hati UU No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE, yang sudah disahkan oleh Pemerintah bisa menjerat anda, seperti yang dilakukan oleh Ormas Pelopor Jember pada Jumat (31/3/2017) siang.

Sekitar 10 anggota Ormas Pelopor jember Jumat siang melaporkan Akun facebook BT yang dianggap telah mencemarkan, menghina dan menyebar kebencian terhadap sosok bupati Jember dr. Faida MMR dengan membuat gambar yang berkonten hasutan dan hinaan, “Kami terpaksa melaporkan BT ke Polres Jember, karena telah menyebarkan tulisan beserta gambar Bupati Jember, dalam tulisan tersebut, banyak kata-kata yang menghasut dan menyebarkan kebencian,” ujar Cak Omen salah satu Pengurus Ormas Pelopor Jember saat ditemui di halaman Mapolres Jember.

Menurut Cak Omen, apa yang dilakukan oleh BT sudah keterlaluan, seharusnya ada batasan-batasan dan norma dalam melakukan kritik kepada bupati, tidak membabi buta, karena Bupati merupakan simbol dari suatu daerah, dari gambar yang diunggah menurutnya bukan mengarah kepada pribadi Faida, tapi sebagai Bupati karena jelas dalam foto yang diunggah menuliskan kata-kata Pemerintah Kabupaten Jember.

“Apa yang di unggah oleh BT jelas-jelas menebarkan kebencian yang bisa hanya merugikan pemerintah kabupaten Jember, dan juga masyarakat, kenapa? Karena kesan dari gambar tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember dibawah Faida disebut dengan bahasa yang kurang sopan, seperti ada kata Sanjipak (penipuan) ini kan membuat investor enggan ke Jember,” ujar Omen.

Omen menambahkan, bahwa sah-sah saja masyarakat mengkritik kinerja bupati yang kurang bagus, silahkan, karena pihaknyha juga melakukan mengkritik jika bupati tidak benar, “Tapi apa yang diunggah oleh BT kemarin bukan kritikan, tapi hinaan terhadap simbol pemerintah kabupaten Jember, dan saya sebagai warga Jember merasa dihina, makanya kami melaporkan BT ke Mapolres Jember,” ujar Cak Omen.

Bahkan pria yang akrab memakai peci hitam tinggi ini mengatakan bahwa, Ormasnya sudah menyimpan screen shoot status BT, “Kami sudah melengkapi bukti-bukti screenshoot bagaimana ia mengunggah, dan semalam saat saya lihat, gambar itu sudah dihapus olehnya, tapi kami sudah mengamankan barang bukti,” tegas Omen. (MYN/MJL)

Bagikan :

HOTEL HARPER Purwakarta Peduli Jembatan Cisomang

PURWAKARTA (titik0km.com) – Jembatan Cisomang adalah Jembatan Penghubung antara Kota Jakarta dengan Kota Bandung, Jembatan Cisomang ini diresmikan oleh Ibu  Presiden  Megawati Soekarno Putri pada tanggal 3 Agustus 2004. Jembatan ini memiliki panjang 253,15 Meter dan memiliki sruktur balok paten menerus, jembatan ini pun memiliki 6 pilar pada bagian struktur atas (super structure) dengan tipe Gelagar Pratekan Indonesia (GPI).
Pada akhir tahun 2016 lalu, Jembatan Cisomang mengalami pergeseran yang terjadi pada bagian atas pilar kedua sejauh 57 cm. Dan akibatnya hanya kendaraan kecil yang dapat melewati jembatan tersebut, adapun kendaraan bermuatan besar dilarang melalui jembatan tersebut dikarenakan beresiko tinggi untuk kestabilan jembatan.
Baru baru ini, Hotel Harper Purwakarta berkesempatan mengunjungi Jembatan Cisomang yang sedang di perbaiki oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum. Menurut Desi Musdianasari HS, Sales Executive – Hotel Harper Purwakarta yang mengunjungi Jembatan Cisomang tersebut, hal ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap para pekerja yang telah bekerja keras untuk memperbaiki Jembatan Cisomang ini. Pihak pekerja pun mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Hotel Harper Purwakarta yang dengan peduli mau mengunjungi proyek perbaikan Jembatan Cisomang.

Mengenai Archipelago International
Archipelago International adalah salah satu operator hotel terkemuka di Indonesia dengan portofolio lebih dari 100 hotel dan 15.000 kamar. Sebagai merek yang terus berkembang, Archipelago International memiliki aliran pengembangan melebihi 100 properti di Indonesia, Filipina, dan Malaysia.
Archipelago International mengoperasikan beberapa Hotel dengan nama brand inti seperti: favehotel, NEO, Quest, Harper, Aston, Alana dan Kamuela. Archipelago International menawarkan pilihan dari villa mewah dengan kolam renang pribadi hingga pelayanan terpilih, hotel kelas ekonomi sampai dengan apartemen, dengan demikian para wisatawan Indonesia dapat menikmati jaringan hotel yang terbesar dan terlengkap. (MJL)

Bagikan :

Masih Berseragam, Pelajar Ini Diamankan Pol PP Karena Melepas CD Didepan Pacarnya

JEMBER (titik0km.com) – Pandangannya Tajam saat wartawan media ini melihat ruang penyidikan Satpol PP Jember, bahkan terkesan ‘menantang’ dan tanpa malu bertatap mata dengan wartawan, sebut saja namanya Kencur (17) siswi dengan mengenakan seragam warna krem serta rok abu-abu cirikhas almamater merupakan salah satu SMA Negeri di Jember.

Laki-lakinya ED (17) siswa SMK Negeri, dengan tertunduk juga diperiksa di ruang sebelah, mereka berdua seharusnya usai sekolah langsung pulang, tapi harus berurusan dengan Satpol PP Jember, Rabu (29/3/2017) siang.

keduanya ditangkap Satpol PP saat si Kencur sudah melepas CD dan Hotpants warna hitamnya di warung Lesehan arah Rembangan di Desa Kemuningaari Lor Arjasa Jember.

Menurut Erwin Prasetyo Kasi Binwaslu Satpol PP Jember, kedua pelajar ini diamankan oleh regu patroli saat hendak berbuat mesun.

“Keduanya diamankan regu patroli Pol PP, saat ini sedang kami periksa, nanti kedua orang tua dan pihak sekolah siswa tersebut akan kami panggil, serta membuat surat pernyataan,” ujar Erwin.

Sementara dari pantauan media ini, sejumlah warung lesehan yang ada di jalan desa tersebut memang sering dijadikan ajang mesum, bahkan beberapa waktu yang lalu pihak satpol PP sudah memberikan peringatan kepada pemilik warung di lokasi tersebut. (MYN/AL1)

Bagikan :