Tenang Yang Sesungguhnya

Oleh : Agus Susanto*

Jam di handphone menunjukkan pukul 23.35 wib, berarti saya sudah menunggu hampir 4 jam didalam mobil Kijang yang bermesin diesel 2.500 cc. Alunan lagu didalam flashdisk 2gb seolah terdengar itu dan itu saja, padahal saya sudah mensetting dengan mode random. Saya tersadar sedang didalam mobil yang seharusnya sudah membawa saya jauh keperjalanan yang memakan waktu 4 jam, semestinya saya sudah berada di kota Surabaya. Nyatanya saya tetap didalam mobil Kijang saya. Kalau menurut pembaca semua, kira-kira saya sedang apa didalam mobil saya?

Benar sekali kalau ada saudara semua mencoba mengira saya sedang antri solar untuk kelangsungan hidup tunggangan saya si Kijang yang tiada duanya. Perasaan jengkel berubah menjadi kesal, berubah lagi menjadi pasrah, berubah lagi menjadi jengkel lagi demikian berputar terus saat saya sedang menikmati antrean yang mengular di depan POM bensin. Sampai kapan “rumput”untuk Kijang Diesel saya lancar lagi ya? Demikian saya berpikir.

Ternyata yang mempunyai perasaan seperti tadi bukan saya saja,banyak teman senasib dan sepenanggungan yang saling bergotong royong didalam situasi menunggu. Ada yang mengumpat, ada yang tertawa, ada yang mencoba ber entrepreneur didalam keadaan ini. Banyak yang dilakukan oleh teman-teman saya melihat keadaan semua ini terjadi.

Sudah dua hari ini lampu kota padam. Dengan gaya penguasa teritorial yang saya dapatkan dari pertemanan dengan seorang Mayor Jenderal TNI, saya mencoba menyelidik, kenapa listrik padam. Saya sms petinggi PLN di kota Jember, saya dapat  jawaban bahwa ada sedikit gangguan di pembangkit listrik di Paiton. Sampai rekan wartawan di Bondowoso bisa berteriak lega saat jam delapan malam listrik sudah menyala.”Terimakasih PLN atas hidupnya kembali listrik, sehingga saya bisa menulis berita lagi” kata rekan wartawan di Bondowoso. Gosip yang berkembang kenapa ada pemadaman listrik adalah pasokan batu bara habis? Entahlah saya bukan ahli listrik.

Komentar seorang ibu di profile picture blackberry-nya ditulis demikian, ”Yang sabar ya Nak, tetaplah belajar untuk UNAS besok pagi, meskipun harus pakai lilin.” Ya apakah masih ada UNAS besok pagi, mengingat sudah sejak UNAS SMA yang lalu distribusi soal yang tidak sama, membuat UNAS tahun ini lebih berwarna dari tahun-tahun yang lalu. Saat saya menulis tulisan ini UNAS SMP sedang berlangsung di hari keempat. Halaman media massa tak surut kehabisan berita untuk dijadikan head line tentang UNAS tahun ini.

Faksimile berbunyi dan ada selembar kertas masuk tercetak adanya kop Pertamina yang memberi pengumuman bahwa adanya kenaikan gas elpiji 12 kg menjadi harga modal Rp 86rb dan harga jual konsumen Rp 90rb. Saya pun mencoba menghubungi pelanggan saya yang sudah terlanjur telepon pesan antar gas elpiji bahwa ada kenaikan gas elpiji tabung 12 kg.

Ternyata besoknya di media massa menulis HL besar elpji tabung 12 kg batal naik.Terus apa lagi yang akan terjadi sebentar lagi? Akankah info kenaikan yang tertunda akan juga cepat sampai juga.

Menurut angin yang berhembus, sebentar lagi akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak, bensin dan solar. Yang skemanya juga membingungkan pembaca yang budiman dan saya juga. Ada yang dijual dengan harga yang berbeda antara sepeda motor dan mobil, mobil juga ada pembeda juga mobil yang berplat kuning apa hitam, dan sebagainya dan sebagainya. Saya juga tidak berkomentar atas harga yang bervariasi tersebut, wong saya bukan ahli minyak dan gas.

Setiap hari juga saya berjalan-jalan mencoba menelusuri sektor apa saja yang masih bisa bertahan di situasi sedemikian. Penjualan di bidang makan dan minum tetap seolah tidak terjadi apa-apa. Meski harga ayam sudah merangkak naik dan telur pun sudah naik. Karena solar sedang kosong stok maka harga sawi hijau dan ketimun pun harus merangkak naik, disebabkan pengiriman barang-barang tersebut dikirim memakai mobil yang berbahan bakar solar.

Di sektor perbankan saya sempat bertemu dengan salah satu pimpinan bank di Jember, yang berkata kepada saya ada beberapa nasabah yang kredit di banknya bulan ini tidak dapat membayar kewajibannya untuk mengangsur bunga kreditnya. Padahal di bulan-bulan sebelumnya lancar-lancar saja. Kenapa hal demikian itu terjadi? Karena pekerjaan nasabah adalah nelayan dan karena solar tidak ada maka dia tidak dapat melaut dan ujungnya dia tidak mempunyai cash flow yang bisa digunakan untuk membayar tagihan banknya.

Berita demi berita tentang permasalahan yang terjadi di masyarakat membuat kita sadar ! Seolah membuat hidup ini semakin banyak lagi hambatan dan permasalahan yang dihadapi.

Lantas dimanakah seharusnya kita semua akan menempatkan posisi diri? Kalau melihat dan ikut tenggelam didalam carut marut suasana tadi, rasanya tidak kuat kita semua untuk menanggung hidup didalamnya.

Tapi saudaraku semuanya janganlah putus asa! Habis hujan akan nampak pelangi sebagai janji Tuhan yang kekal. Pencobaan yang pembaca dan saya alami adalah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.

Sebab Allah setia dan karena itu Allah tidak akan membiarkan pembaca yang budiman dan saya dicoba melampaui kekuatan kita semua. Pada waktu saudara dan saya dicoba, ingatlah Allah akan memberikan kepada kita jalan keluar, sehingga para pembaca dan saya juga dapat menanggungnya! Dan keluar sebagai pemenang, bahkan lebih dari pemenang!

Sesuai judul yang saya tulis diatas tulisan ini “Tenang Yang Sesungguhnya” hanya ada dan didapat jikalau pembaca semua dan saya melekat erat kepada Sang Pencipta.

Berpalinglah dan sujud lah kepada Allah, karena disanalah tempat yang paling tepat untuk kita mengadu. Saat semuanya tidak ada jalan maka Allah sanggup membuka jalan!

Ada lirik lagu yang sering saya nyanyikan saat diri ini merasa kesesakan.”Hanya dekat Allah saja, aku tenang. Daripada Nya lah keselamatanku. Hanya Dia, gunung batuku, hanya Dia, kota bentengku, aku tidak akan goyah selama-lamanya” Pujilah Allah dan bersyukurlah kepadaNya. Karena disanalah ada “tenang yang sesungguhnya” (*)

Email Pribadi Agus Susanto : [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: