Tergolong Kembar Siam Separateble

IMG-20130202-00366BANYUWANGI (titik0km.com) – Ada kabar menggembirakan yang disampaikan tim dokter dari Rumah Sakit (RS) dr Soetomo Surabaya saat melakukan pemeriksaan medis dan diagnosa terhadap bayi kembar siam buah hati pasangan suami istri (pasutri) Yuda Winarno, 22, dan Sika Jayati, 22, warga asal Dusun Krajan, RT 003/RW 001, Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi.

Sabtu tadi (2/2/2013), tim dokter dari RS dr Soetomo, sudah sampai di Rumah Sakit Al Huda Genteng, Banyuwangi. Saat datang itulah, menurut dr Indiati MMRS, Kabid Yanmed RS Al Huda, Genteng, Banyuwangi, didapat keterangan dari dr Agus Harianto Spa(k) selaku ketua tim dokter bahwa bayi kembar siam temasuk kembar siam separateble. “Separateble artinya dapat dipisahkan,” ujarnya.

Maka dari itulah, peluang bayi kembar siam dipisahkan, masih sangat mungkin dilakukan. Meski begitu, kata dr Indiati MMRS, ada syarat minimal dilakukan pemisahan bayi kembar di RS dr Soetomo. “Minimal beratnya 5 kilogram setiap bayi atau berat bayi kembar siap dua-duanya minimal 10 kilogram,” ujarnya.

Dijelaskan, saat ini ada masalah yang dihadapi untuk pemisahan. “Problem yang dihdapai prematuritas terkait berat badan, maka dirawat untuk meningkatkan survive,” ujarnya. Termasuk, role of ten yang jadi patokan dan risiko airway/track infection yang sering terjadi setelah dilakukan pemisahan.

Sebagaimana diberitakan media online www.titik0km.com, tim dari RS dr Soetomo Surabaya datang ke Rumah Sakit Al Huda, Genteng, Banyuwangi, untuk melihat kondisi bayi kembar siam. Dan bila memungkinkan akan di bawa ke Surabaya untuk dilakukan operasi pemisahan.

Riwayat pasien Ante Natal Care (ANC) di RS Al Huda selama kehamilannya. Karena diketahui bayi 3 kembar melalui USG, maka disarankan kontrol ke RS dr Soetomo Surabaya pada usia kehamilan 6 bulan.

Setelah beberapa kali kontrol, kondisinya baik. Ibu bayi tinggal di Banyuwangi. Karena merasa kencang-kencang, maka pada 29 Januari dibawa ke RS Al Huda.

295089_3828679055386_301477335_nNah, saat itulah ketuban pecah dini, meskipun usia kehamilan masih 7 bulan. Maka segera menjalani operasi caesar oleh dr Novan Affandy Sp.OG. Bayi lahir selamat didampingi tim dokter RS Al Huda. Triple satu dan triple dua kembar siam berkelamin perempuan berat badan 2000 gram, 39 cm lingkar kepala 26 cm dan triple tiga tunggal/sendiri kelamin laki laki, berat 1300 gram dengan panjang 41 cm. (tnt)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: