Tertantang Hidupkan Pencak Tradisional Keliling

JEMBER (titik0km.com) – Seni tradisi lokal memang berada di ambang terhimpit modernitas sebuah kota itu sendiri. Paling tidak itu tergambar pada sebuah kelompok Seni Pencak Silat Tradisional yang biasa berkeliling di seputaran Kecamatan Sumbesari Jember, dimana pertunjukannya selalu diadakan di kampung – kampung, atau di sebuah hajatan merupakan hal yang lumrah. Seperti yang tampak pada pertunjukan Seni Penca Silat Tradisional Bintang Timur hari Senin (19/08) malam beberapa waktu yang lalu.

Menurut David Iswanto, salah satu pembina dari kelompok Seni Pencak Silat Bintang Timur, pimpinan Suwarto dari Tegalboto Kecamatan Sumber Sari Jember, memang seni pencak silat tradisional yang hidup dalam komunitas warga ini butuh banyak perhatian, “Seni tradisi memang agak tertinggal jika dibandingkan dengan seni yang lain, apalagi seni pencak silat ini juga menjadi media perekat sosial di masyarakat Jember khususnya di lingkungan kampus UNEJ Tegal Boto ini,” papar David yang juga punya profesi kontraktor ini.

Uniknya dalam setiap pertunjukan Seni Pencak Silat Tradisional Bintang Timur ini ada pertunjukan yang mengadopsi budaya luar Jember seperti mengambil Tari Ganongan dari Ponorogo dan Tari Barong dari Bali. Walaupun tidak sama persis namun tak urung pertunjukan ini cukup menghibur warga seputar Kampus UNEJ Tegalboto Sumbersari Jember. “Selain peragaan silat tangan kosong juga ada tariannya, sebetulnya ini kemasan saja supaya lebih menarik, jadi akhirnya dipilih Tari Garuda, Tari Ganongan, dan Tari Barong serta Can Macanan Kadhuk untuk lebih meriah,” jelas kontraktor sipil yang tergabung di Asosiasi GAPENSI Jember ini.

“Harapannya, agar semua pihak juga turut memperhatikan seni pencak silat tradisional yang hidup dari pertunjukan keliling ini, terutama pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan mereka, ini supaya tidak hilang seperti seni tradisonal seperti Ludruk Jember,” ujar David Siswanto lagi

“Keinginan mereka, pelaku seni tradisi pencak ini agar lebih diperhatikan dan jika perlu ada pembinaan, kalau Pemkab Jember mensupport JFC bisa, kenapa tidak bisa mensupport kesenian tradisional Jember, karena jika dikelola dengan baik bisa jadi aset ikon budaya Jember juga pada akhirnya,” pungkas David Iswanto. (asd)

David Iswanto

Can Macanan Kadhuk

Akulturasi budaya muncul di pertunjukan silat keliling kampung Bintang Timur ada ganongan ponorogo ada barong bali di sela pertunjukannya Pertunjukan seni pencak silat tradisional keliling kampung di sekitar kampus Universitas Jember Perkumpulan Pencak Silat Bintang Timur Tegal Boto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: