Tetap Komitmen Untuk Menjaga Ramah Difabel

Jember (titik0km.om) – Pemerintah Kabupaten Jember merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki peraturan daerah tentang difabel.

Berdasar perda ini, setiap pemohon izin diajak untuk berkomitmen, dengan menandatangani perjanjian tertulis untuk ramah difabel.

Karena itu, Bupati Jember, dr. Faida, MMR., mengajak penerima sertifikat perizinan menjaga kesepakatan tertulis tersebut.

“Kita mempunyai tanggung jawab untuk peduli sesama,” kata bupati dalam sambutan penyerahan sejumlah sertifikat izin, Selasa, 17 Desember 2019.

Implementasi dari perjanjian untuk ramah difabel itu ditunjukkan dengan membangun fasilitas umum yang memiliki aksesbilitas yang baik terhadap difabel.

“Bangunan ramah difabel. Seluruh fasilitas umum harus bisa ramah difabel. Biayanya tidak banyak. Tetapi, yang penting kepeduliannya,” ungkap bupati.

Fasilitas sederhana untuk difabel yang dimaksud bupati seperti jalan untuk kursi roda, kamar mandi khusus kursi roda.

“Jika di depannya ada trotoar, kasih penanda khusus untuk tongkat tuna netra, supaya bisa meraba jalan. Hanya perlu sedikit kepedulian,” jlentrehnya.

Peyerahan sertifikat perizinan berlangsung di Ruang Tamyaloka, Pendapa Wahyawibawagraha. Sebanyak 87 sertifikat perizinan diberikan langsung oleh bupati kepada 73 pemohon.

Sertifikat perizinan yang doserahkan terdiri dari izin pendirian PAUD, izin pendirian TK, izin pendirian SD, izin pendirian bangunan pendidikan, dan izin pendirian bangunan umum.

“Saya ingin memastikan, izin hari ini bisa sampai langsung ke bapak dan ibu,” kata bupati.

Dalam kesempatan itu, bupati mengungkapkan sejumlah fasilitas untuk difabel yang disediakan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Jember. Diantaranya buku dengan huruf braile. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: