TNI Polri di Jawa Timur Selalu Siap Siaga Hadapi Bencana

SURABAYA (titik0km.com) – Kesiapsiagaan menhadapi bencana memang harus selalu menjadi perhatian dari TNI-Polri. Ini terungkap pada saat dilaksanakannya Apel Gabungan TNI-Polri dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam  dalam gelar Gartap III/Surabaya pada hari Kamis (13/2) di Lapangan Makodam V/Brawijaya.

Menurut Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.I.P. selaku Dangartap juga bertindak sebagai penerima apel yang dilaksanakan, menjelaskan bahwa pasukan apel berasal dari TNI, Polri dan non militer yang berjumlah sekitar 3.270 personil ini berada dibawah komando Letkol Mar Irfan Surya Ali. Dalam kegiatan apel ini juga disertakan material yang terdiri dari Motor Patwal, Truck, Perahu Karet/LCR, Ambulance, Dump Truck, Mobil Durlap, Mobil SAR (Polri), Mobil Basarnas, Mobil toilet, Mobil PMK dan Exavator. Adapun tema dalam apel gabungan ini adalah ”TNIPOLRI siap membantu rakyat dalam menghadapi dan mengatasi bencana”.

Ediwan Prabowo juga mengingatkan karena kondisi geografis Indonesia maka saat ini tak terkecuali semua daerah terutama yang berada di Jawa Timur berstatus waspada bencana, “Hampir seluruh wilayah negara kita mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Tak terkecuali wilayah Jawa Timur juga mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Mulai dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Jombang, Madura, Pasuruan, Probolinggo dan Situbondo,” ujar Pangdam V Brawijaya tersebut.

Lanjutnya lagi, bencana banjir yang terjadi, sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat, karena banyak sarana jalan yang terputus dan rusak sehingga menghambat pengiriman bantuan ke korban bencana. “Saat ini kita juga siaga untuk Gunung Kelud yang meliputi 3 wilayah Malang, Blitar dan Kediri. Gunung Kelud juga menunjukkan aktifitasnya sehingga dinaikkan statusnya menjadi siaga, karena itu kesiapsiagaan patut ditingkatkan,” ujar Ediwan Prabowo

Ediwan juga menyampaikan kepada para Komandan Satuan TNIPOLRI untuk senantiasa siap dan bertekad membantu menanggulangi bencana alam untuk dapat meringankan penderitaan rakyat. Melakukan koordinasi dengan semua instansi terkait dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) tingkat Provinsi maupun Kabupaten, serta menjalankan tugas  kemanusiaan ini dengan tulus dan ikhlas karena rakyat sangat mengharapkan bantuan dan perlindungan ketika bencana terjadi.

Disamping itu, Jenderal Bintang dua penerima Adi Makayasa ini memberikan beberapa pesan meningkatkan kemampuan penguasaan wilayah dan selalu mengupdate perkembangan situasi tentang bencana yang terjadi di wilayah, juga tingkatkan kewaspadaan dan ketanggapsegeraan dalam melaksanakan bantuan pertolongan terhadap korban bencana alam dan terhadap masyarakat. Serta adakan kegiatan evaluasi terhadap kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan tugas membantu korban bencana alam, cari solusinya sehingga dapat memperbaiki pelaksanaan tugas yang akan datang. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: