Tonometri Cara Efektif Cegah Kebutaan

Pasien sedang diperiksa menggunakan tonometri oleh dokter spesialis mata di Klinik Mata RS Bina Sehat JemberJEMBER (titik0km.com) – Salah satu cara efektif untuk mendeteksi adanya glaukoma  pada mata untuk mencegah kebutaan adalah dengan pemeriksaan Tonometri. Pemeriksaan Tonometri dilakukan untuk mengetahui apakah tekanan bola mata (tekanan intraocular) meningkat atau menurun. Layanan pemeriksaan Tonometri ini bisa didapatkan di Klinik Mata RS Bina Sehat Jember.

Menurut dr. Iwan Dewanto SpM, dokter spesialis mata Rumah Sakit (RS) Bina Sehat Jember, Glaukoma merupakan gejala kehilangan penglihatan dimulai dari samping (peripheral vision) karena adanya kerusakan syaraf optik. Glaukoma disebut juga sebagai “Si Pencuri Penglihatan” karena berkembang tanpa ditandai gejala yang nyata.

“Karena itu, penderita glaukoma seringkali tidak menyadari penyakitnya, sampai terjadi kerusakan penglihatan yang lebih lanjut,” ujarnya.

Gejala klinis glaukoma akut, kata dia, di antaranya timbulnya rasa nyeri hebat secara tiba-tiba pada mata dan sekitarnya, mata mendadak kabur dan seperti melihat pelangi di sekitar lampu serta adanya gejala mual, dan muntah. Di samping itu, ditandai dengan mata merah (hiperemi konjungtiva dan siliar), serta pupil lebar lonjong, dan refleks terhadap cahaya menurun.

Dijelaskan, glaukoma menimbulkan masalah kesehatan yang lebih besar daripada katarak, karena kebutaan yang disebabkan glaukoma bersifat permanen. Kerusakan yang disebabkan oleh glaukoma tidak dapat diperbaiki, maka deteksi, diagnosis, dan perawatan harus dilakukan sedini mungkin.

“Deteksi dini glaukoma bisa dilakukan dengan cara mudah, yang pertama bisa dilakukan dengan cara sederhana, yaitu mengukur Lapang Pandang atau Konfrontasi Test dan yang kedua dengan cara mengukur tekanan bola mata dengan menggunakan alat Tonometri Schiotz,” ujarnya.

Masih menurut dr Iwan Dewanto Sp M, pasien dinyatakan mengalami glaukoma apabila dari hasil test tersebut terjadi penyempitan lapang pandang dan tekanan bola mata tinggi (di atas 21).

Dikatakan, penanganan glaukoma antara lain dengan menurunkan tekanan dalam bola mata dengan obat-obatan. Hal ini berfungsi untuk mengurangi produksi dari cairan dalam bola mata depan (Aquos Humor), melancarkan aliran dan membuka sudut dalam bola mata.

Apabila dengan terapi pengobatan tekanan tetap tidak terkontrol, lanjut dia, maka harus dilakukan tindakan bedah filtrasi dengan tujuan membuka sudut dalam mata untuk aliran dari Aquos Humor.

“Dapat pula dilakukan tindakan bedah atau laser untuk mencegah tertutupnya aliran cairan bola mata kembali,” paparnya.

Untuk informasi tentang penanganan glaukoma hubungi Klinik mata RS Bina Sehat di nomor telepon (0331) 422701. (fid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: