Trenyuh Lihat Gepeng Tidur Tanpa Alas

kadinsos jember beri matres gepengJEMBER (titik0km.com) – Kendati anggaran terbatas, Dinas Sosial Pemkab Jember langsung bergerak cepat untuk mengatasi berbagai persoalan yang melingkupi Liposos (Lingkungan Pondok Sosial) yang terlihat kumuh dan tidak terawat. Terlebih lagi, fasilitas tempat untuk para gelandangan dan pengemis (gepeng) terasa tidak memadai dan sangat memprihatinkan.

“Secara bertahap kita akan benahi Liposos. Kita harus memanusiakan manusia,” ujar Eko Heru Sunarso, kepala Dinas Sosial Pemkab Jember saat meninjau kondisi Liposos yang mengenaskan.

Heru menjelaskan, saat melihat berita di media terkait kondisi para gepeng tidur di lantai tanpa alas, dirinya merasa trenyuh dan langsung turun ke lapangan.

Kenyataannya, para gepeng ini memang tidur di lantai yang kotor. Ironisnya, di sebelah gepeng, genangan air membasahi lantai. “Dari segi kesehatan ini tidak layak. Kasihan para gepeng ini,” ujarnya. Tidak hanya itu saja, kondisi ruangan untuk orang gila, juga tanpa terali besi. Kondisi ini tentu saja sangat berbahaya jika orang gila tersebut mengamuk.

Melihat kondisi tersebut, Heru langsung memerintahkan kepala Liposos Winarto dan anak buahnya untuk mengambil matras untuk alas tempat tidur.

Tidak hanya itu saja, perbaikan bangunan juga akan dilakukan. Ini mengingat, kondisi beberapa bangunan sudah banyak yang rusak dan tidak terawat dengan baik.

Heru punya gagasan, untuk membenahi Liposos tidak hanya dibebankan kepada pemerintah dengan keterbatasan anggaran yang ada. Rencananya, pihaknya akan mengundang para pengusaha dan berbagai kalangan yang peduli untuk turut memikirkan dan membenahi kondisi Liposos agar lebih baik.

Kalau Liposos ini diperhatikan banyak pihak, maka kondisinya akan lebih baik. Banyak orang tidak beruntung yang tinggal di Liposos, sudah saatnya mereka diperhatikan.

Winarto, kepala Liposos menyambut baik dengan upaya pembenahan yang mulai dilakukan dinas sosial. Dijelaskan, selama ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena anggaran yang tersedia sangat minim. Sampai-sampai, karena tidak adanya anggaran, para gepeng dan orang gila yang diserahkan ke Liposos terpaksa dilepas lagi.

Dia berharap, dengan perhatian serius dari dinsos, kondisi Liposos akan semakin baik lagi. “Kita sudah lakukan pembersihan di sekitar Liposos, sehingga tampak lebih baik,” ujarnya. (tnt)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: