Tujuh Riset Jadi Unggulan Universitas Jember

DSC_0545JEMBER (titik0km.com)Universitas Jember melalui Lembaga Penelitian menetapkan tujuh riset unggulan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian Universitas Jember, Prof. A. Subagio, M.Agr. PhD dalam ajang Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Desentralisasi dan Proposal Penelitian BOPTN Sumber Dana DIPA Universitas Jember yang diadakan di aula lantai III Gedung Rektorat dr. R. Achmad (2/4).

Ketujuh riset unggulan tersebut adalah riset mengenai kopi, tebu, singkong, kedelai, budaya Osing, mobil listrik serta eksplorasi dan konservasi tiga taman nasional ujung timur pulau Jawa yakni Meru Betiri, Baluran dan Alas Purwo.

“Komoditas kopi memiliki prospek yang baik untuk medorong perekonomian dan kesejahteraan nasional. Apalagi Universitas Jember berada di wilayah potensial perkebunan kopi, kita juga memiliki track record yang baik dalam pengajaran bidang perkebunan, khususnya kopi. Intinya, kita ingin kalau kopi yang dibicarakan, Jember yang terpikirkan,” ujarnya menjelaskan alasan mengapa kopi menjadi salah satu riset unggulan Universitas Jember.

Menurut pakar mocaf ini, Lembaga Penelitian telah menyusun road map riset kopi di Kampus Tegalboto. Tahun 2013 akan dimulai dengan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi berbasis kopi yang lebih terstruktur, menyiapkan SDM para doktor muda yang unggul di bidang kopi, menjalin kerjasama dengan stake holder serta merintis pembukaan pascasarjana kopi. “Tahun 2014 kita harapkan penelitian penting mengenai kopi sudah muncul dari Kampus Tegalboto, sambil kita terus melengkapi fasilitas penelitian dan pengabdian bidang kopi,” kata dosen Fakultas Teknologi pertanian ini.

Topik-topik unggulan mengenai riset kopi juga sudah disiapkan, antara lain riset di bidang teknologi proses dan peralatan pengolahan biji kopi. Pengembangan pasar kopi dalam negeri dan luar negeri beserta nilai tambahnya. Peningkatan produktivitas kopi serta peningkatan kapasitas SDM masyarakat perkebunan kopi. “Penetapan tujuh riset unggulan tadi sesuai dengan visi Universitas Jember menjadi universitas yang unggul dalam pengembangan sains, teknologi dan seni berwawasan lingkungan, bisnis dan pertanian industrial. Namun bukan berarti penelitian lain tidak kita lakukan,” kata Prof. A. Subagio, M.Agr., PhD mengingatkan.

Dukungan dana juga sudah disiapkan, rencananya 30 persen dana Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri atau BOPTN yang diterima oleh Universitas Jember akan dialokasikan untuk penelitian. Alokasi dana untuk kegiatan penelitian yang makin besar ini diharapkan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian di Kampus Tegalboto.

“Dari BOPTN tahun 2013 kita anggarkan dana sebesar 4,8 milyar rupiah untuk penelitian dan 2,7 milyar rupiah untuk kegiatan pengabdiannya. Anggaran ini belum termasuk penelitian yang berasal dari sumber dana lainnya,” jelas Prof. A. Subagio, M.Agr., Ph.D. Dirinya  juga menjelaskan, dari data Lembaga Penelitian, sepanjang tahun 2011 dan 2012, ada 144 penelitian yang dilaksanakan oleh 133 orang dosen.

Pelatihan yang diikuti oleh 144 peneliti dari semua fakultas dan program studi juga diisi dengan penjelasan mengenai Rencana Induk Penelitian (RIP) Universitas Jember, riset unggulan Universitas Jember, kebijakan mengenai desentralisasi penelitian dan sosialisasi sumber dana penelitian(ias)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: