Tumbuhkan Motivasi Belajar Anak Perdesaan

JEMBER (titik0km.com) – Pendidikan sebuah bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah saja. Namun juga jadi tanggung jawab dari seluruh elemen masyarakat. Kepedulian dari seluruh elemen masyarakat masih sangat diperlukan agar mampu mendorong percepatan peningkatan potensi sumber daya manusia di semua golongan. Pendidikan perlu digerakkan, khususnya untuk anak-anak perdesaan.

Hal itu dilakukan beberapa relawan yang tergabung dalam Komunitas Kelas Inspirasi (KI) di Jember. Mereka menggelar serangkaian kegiatan pendidikan bersama anak-anak sekolah dari perdesaan di Jember. Para relawan dari Komunitas KI Jember diisi oleh para fotografer, videographer, dan profesional dari berbagai lembaga, baik lembaga negara maupun lembaga swasta.

KI Jember yang merupakan pengembangan dari komunitas KI Jawa Timur. Sabtu (2/1) kemarin KI Jatim mengadakan briefing untuk para relawan pengajar, fotografer, dan videographer di Aula Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Briefing tersebut bertujuan untuk memantapkan gerakan pendidikan yang akan dilaksanakan mulai Sabtu, 1 November 2013 di sejumlah SD di Jember.

Kegiatan pendidikan KI tersebut dengan konsep menumbuhkan semangat belajar dari para siswa SD dengan cara sharing cerita atau pengalaman dari para relawan. Para relawan menceritakan berbagai pengalaman dalam dunia kerjanya dan mempraktikkan bagaimana mereka bekerja. Sehingga para siswa SD yang mengikuti kegiatan tersebut bisa terinspirasi dan termotivasi untuk semangat belajar menggapai apa yang mereka cita-citakan.

“Kita ingin memberikan dan menghidupkan optimisme ke anak-anak itu. Membuka wawasan mereka bahwa ada profesi-profesi yang selama ini mungkin mereka tidak kenal. Seperti dokter itu (profesi) standarlah, tapi profesi yang termutakhir kayak animator itu kan ndak ada (dalam wawasan anak-anak) ya, atau mungkin mereka bisa menemukan profesi yang hari ini tidak ada dan menjadi ada dengan semangat mencari dengan motivasi yang nanti bisa mereka peroleh dari kegiatan relawan mengajar (dalam kelas inspirasi),” ungkap Deny Hidayat, Sie Media Dokumentasi, Kelas Inspirasi Jawa Timur

Deny mengatakan pendidikan itu juga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Masyarakat juga bisa berpartisipasi meski dalam kondisi yang serba terbatas. “Intinya kita menyebarkan optimisme bahwa Indonesia ndak melulu hanya masalah politik, trafficking, hutang apalah itu. Tanpa harus kita menuntut pemerintah harus begini begitu, kita jalan aja, kita kerja. Kepingin kasih contoh juga lah, pekerjaan itu akan gak harus mahal, kegiatan-kegiatan (kelas inspirasi) kita ini ya dengan urunan, gotong royong, bisa kalau kita berpikir bisa (dilakukan),” tandasnya.

Kegiatan ini juga mendapat support yang positif dari Dispendik Jember. Briefing KI Jember dibuka Drs Khusni, Kabag Umum dan Keuangan, Dispendik Jember. “Yang jelas adanya niat yang baik bahwa ingin memajukan dan ingin menggali (potensi) anak-anak kita, khususnya anak-anak SD, dan ini kelihatannya yang dipilih adalah SDSD pinggiran, untuk mencari bibit-bibit unggulan,” ujar Khusni.
Dispendik Jember yang diwakilkan oleh Khusni juga mengharapkan bahwa kegiatan KI Jember ini bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan anak-anak usia sekolah. “Mudah-mudahan semua apa yang dilakukan oleh para relawan mendapat imbalan yang lebih dari Tuhan Yang Mahakuasa dan mudah-mudahan memberikan manfaat,” tandas Khusni.

Ada 4 SD di Jember yang akan menjadi sasaran gerakan pendidikan dari para relawan KI Jember. Antara lain, SDN Klompangan 2, SDN Bintoro 3, SDN Darsono 4, dan SDN Ledokombo 3. Gerakan pendidikan ini akan diadakan serentak di 4 SD tersebut.

Gerakan pendidikan oleh KI Jember ini tidak hanya mendapat apresiasi dari para relawan profesional di Jember. Gerakan pendidikan ini juga mendapat dukungan dari relawan dari Jakarta dan Bogor. Mereka dengan semangat ingin memberikan inspirasi ke anak-anak di Jember rela jauh-jauh datang ke kota suwar-suwir ini.

Listiawati, salah seorang relawan profesional yang berasal dari Jakarta, yang juga seorang manager perusahaan handphone, mengungkapkan bahwa datang jauh-jauh dari Jakarta semata-mata hanya ingin sharing pengalamannya dalam bekerja kepada anak-anak. “Pingin berbuat sesuatu aja sih dengan inspiratif, sebenarnya sih aku sudah tahu kelas ini (kegiatan kelas inspirasi) dari tahun 2012, cuman kayaknya belum ada jalan dan cukup waktu seperti sekarang ini. Memang kepingin banget sih, kayaknya (kelas inspirasi) ini seru,“ ujar Listiawati. (kox/aro/ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: