Ujian Fitnah Dalam Hidup

Sebuah Catatan Dari Lapas Sukamiskin Bandung

Oleh : HM. Misbahus Salam*

Pada suatu hari Jum’at (05/07), saya (penulis, red), M. Ikram Hasan, bersama KH. Hasyim Muzadi berangkat dari Bandara Juanda menggunakan maskapai swasta ternama dalam negeri, menuju Bandung. Sesaat setelah tiba di Bandara Husein Sastranegara Bandung, kami bertiga dijemput oleh rekan-rekan dari PWNU Jawa Barat dan voorijde polisi yang dengan sigap mengantar kami dengan patwalnya ke beberapa tempat tujuan.

Di perjalanan rombongan sempat mampir di sebuah tempat makan di bilangan Jl. Padjadjaran Bandung dengan menu khas kuliner Sunda. Setelah itu rombongan kami lalu beristirahat di The Imperium Internasional Hotel Bandung.

Selepas shalat jum’at, segera kami berangkat menuju Lapas Sukamiskin, rombongan bersama KH Hasyim Muzadi langsung disambut oleh Ketua Lapas Bapak Giri Purwadi dan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebutan baru untuk para narapidana dari Kemenkumham RI.

Di antaranya ada purnawirawan jenderal seperti Hari Sabarno, mantan mendagri kabinet Gotong Royong era Presiden Megawati, kemudian Syamsul Arifin, mantan Gubernur Sumatra Utara, dan beberapa mantan anggota Dewan, wali kota, bupati dan para tahanan yang lain semua sepertinya sangat menunggu kehadiran Kyai Hasyim Muzadi. Ternyata di Lapas Sukamiskin juga sudah hadir juga Mantan Wakil Presiden H. M. Jusuf Kalla yang pada shalat jum’at beberapa saat yang lalu, sempat menjadi Khotib di Masjid Lapas Sukamiskin.

Tak lama kemudian, dalam pertemuan ramah tamah yang berlangsung dengan hangat, beberapa tahanan mulai curhat mengadukan nasibnya kepada KH. Hasyim Muzadi dan HM. Jusuf Kalla, salah satunya adalah seorang Kyai asal Bangkalan Jawa Timur, dia bilang “Kyai, saya ini hanya karena kasus uang Rp1,5jt, tapi saya di vonis hukuman 6 tahun penjara, dan banyak korupsi yang dilakukan para koruptor besar malah tidak di tahan,” ujar Kyai tersebut sebelum acara dimulai.

Lantas, kemudian dilanjutkan dengan acara “Kampung Keluarga” dimulai dengan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari penghuni lapas, disambung dengan sambutan Ketua Lapas, Giri Purwadi serta sambutan dari HM. Jusuf Kalla.

Dalam sambutannya JK, panggilan akrab HM. Jusuf Kalla, lebih memberikan semangat hidup kepada para penghuni Lapas, “Kalau kita lihat, bahwa umur manusia itu ada tiga macam, pertama, umur kalender, artinya seseorang dilihat dari berapa lama faktor usianya dan itu pasti terus bertambah. Kedua, umur biologis, artinya seseorang dilihat dari sisi fisik dan kesehatannya. Ketiga, umur semangat, artinya seseorang dilihat dari sisi jasmani dan rohaninya untuk terus memiliki semangat hidup yang bermanfaat,” papar JK lugas kepada penghuni Lapas Sukamiskin Bandung.

“Banyak orang yang ditahan di Sukamiskin ini, keluar dari tahanan mereka menjadi orang hebat seperti Soekarno yang pernah juga ditahan di Lapas Sukamiskin ini, Abdullah Puteh sambil sekolah S3 dan keluar dari Lapas meraih gelar doktor, Hamka, bisa menulis kitab tafsir, kata JK.

Sesi berikut disampaikan oleh DR. KH. Hasyim Muzadi, yang dalam uraiannya beliau, juga banyak memberikan semangat hidup kepada para tahanan. “Setiap manusia hidup itu pasti dilanda fitnah atau ujian, baik dia yang rakyat jelata maupun yang berada di lingkaran kekuasaan,” jelas adik Alm. KH A. Muchit Muzadi dari Jember ini.

“Ada tiga fitnah yang terjadi, pertama, fitnah karena kita memang salah, ada fitnah karena kita tidak salah, ada fitnah kita salah tapi sangsinya jauh berlipat dari kesalahan yang kita lakukan,” papar KH Hasyim Muzadi yang juga mantan ketua PBNU ini.

“Jika fitnah itu karena memang kita salah, Allah SWT telah memberikan cara minta ampunan atau maaf, yakni dengan bertaubat, memperbanyak baca istighfar dengan sungguh-sungguh, khusyuk serta berbuat baik kepada orang lain semampunya,” ujar KH Hasyim Muzadi kepada hadirin.

“Sedangkan fitnah karena seseorang tidak bersalah, kita harus berfikiran bahwa Allah itu bukan berbuat dhalim pada hambanya, tapi ada hamba atau orang yang berbuat dhalim pada orang lain. Maka orang tersebut harus bertahan dengan keyakinan Hasbunallahu wa ni’mal wakil, yang artinya cukup bagi kami pertolongon Allah dan Dia sebaik-baik yang menjamin dan melindungi. Kita harus yakin Wama rabbuka bidhallamin lil’abid atau tidak ada Tuhanmu berbuat dhalim pada hambanya,” lanjutnya.

“Dengan begitu Insya Allah kepada semua yang hadir disini, orang tersebut akan memperoleh keluhuran atau rahmat dari Allah, dan ini bisa terjadi pada orang itu sendiri, jikapun tidak, insya Allah akan diberikan kepada anaknya atau keturunannya yang lain. Seperti contohnya Pangeran Diponegoro, Soekarno, KH. Hasyim Asy’ari,  KHR. As’ad Syamsul Arifin, dan banyak tokoh tokoh lain yang mengalami fitnah seperti itu,”ungkap KH Hasyim Muzadi lagi.

KH. Hasyim juga menyatakan, bila fitnah atau ujian karena kesalahan kita sendiri dan sangsinya akan berlipat dari derajat kesalahannya, seperti tahanan yang karena uang Rp1,5jt dikenai tahanan selama 6 tahun, “Maka orang tersebut harus sadar bahwa Alhukmu Syaiun wa al-‘adalatu syaiun akhar, bahwa hukum itu sesuatu dan keadilan itu adalah sesuatu yang lain,” jelas KH Hasyim Muzadi.

Oleh karena itu KH Hasyim menyatakan bahwa kita harus menyadari bahwa kita ini hidup didunia, yang berharap bahwa hukum dan keadilan itu satu, akan tetapi jangan dilupakan bahwa keadilan yang sesungguhnya itu nanti di akhirat. “Walaupun demikian penegak hukum harus berupaya untuk berbuat adil sebagaimana firman Allah, Wa idza hakamtum bainannas fahkumu bil adli, apabila kamu menghukumi diantara manusia maka hukumlah dengan adil,” papar beliau lagi.

Di kesempatan itu juga KH Hasyim Muzadi juga bercerita tentang seorang ulama terkemuka, bernama Imam Athaillah Assakandari yang mengatakan, “Di dunia ini sudah tertata dengan adanya keadilan, pemalsuan, kebaikan, keburukan, pengkhianatan, ada durhaka, ada ketaatan. Kita semua berada di dunia itu, dan kita harus berpegang pada tongkat yang namanya Agama. Jadi kita tidak boleh putus asa dalam perjalanan hidup sesulit apapun, dan amalkanlah ajaran agama untuk pegangan hidup kita didunia,” tutur KH. Hasyim Muzadi lagi.

KH. Hasyim melanjutkan, ada orang yang salah tapi tidak pernah dikenakan sangsi atas kesalahannya. Ada orang yang melakukan kesalahan dan korupsi sampai puluhan milyar bahkan trilyun, tapi tidak sekalipun tersentuh oleh ranah hukum.

“Orang-orang seperti inilah, yang dalam agama disebut dengan istidraj, Artinya mereka semua diberikan pemberian Allah tapi tidak sama sekali memperoleh ridha dari Allah SWT, dan orang yang mendapatkan istidraj tersebut hanya tinggal menunggu waktu, dan waktu kapan dia akan dikenakan sangsi, dan itu semua adalah urusan Allah SWT. Hal ini sangat berbeda dengan rahmat-Nya, artinya pemberian Allah kepada manusia yang juga di ridhai Allah SWT. Orang yang mendapat istidraj itu, jangan dianggap dia lepas dari fitnah, itu juga merupakan bentuk awal ujian Allah. Oleh karena itu kita jangan emosi atau mangkel kepada orang tersebut, maka serahkan semua kepada Allah SWT,” katanya lagi.

Sesaat kemudian sesi Kampung Keluarga ini berakhir, kemudian para tamu dan pengunjung diajak Kepala lapas Sukamiskin Bandung, keliling ke stand pameran kerajinan hasil dari kreasi para napi, bermacam-macam ada lukisan, ada tas, ada bunga, dan lain sebagainya. Mereka, para penghuni Lapas Sukamiskin, saat itu juga diizinkan bertemu dengan keluarga, sekedar untuk melepas rindu dan kangen dan ada yang bersilahturahim serta bersiap-siap untuk menyambut datangnya bulan ramadhan yang sudah dekat ini.

Sambil melihat lihat hasil karya itu, sambil melangkah saya terus selalu  merenungi, apa yang dikatakan kedua tokoh beberapa saat yang lalu di hadapan para semua penghuni Lapas Sukamiskin itu, seketika tersadar, betapa berat ujian hidup ini. Semoga kita semua diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian fitnah dalam hidup ini, amien. (*)

 

Bandung, 5 Juni 2013

HM. Misbahus Salam

Pengasuh Yayasan

Raudlah Darus Salam

Sukorejo Bangsalsari Jember

Catatan Redaksi : Artikel ini disampaikan dalam bahasa tutur kepada redaksi titik0km.com disesuaikan agar lebih nyaman dibaca, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: