Unej Ajak Perguruan Tinggi Se-Besuki Raya untuk Maju Bersama-sama

JEMBER (titik0km.com) – Berbagai tantangan sering kali di hadapi oleh perguruan tinggi negeri dan swasta sesuai dengan jamannya, salah satunya adalah  dinamika masyarakat yang cepat, juga adanya aturan-aturan baru yang dikeluarkan oleh DIKTI (Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), seperti yang diungkapkan Moh. Hasan, rektor Unej dalam sambutan pembukaan pada acara forum perguruan tinggi se-Besuki Raya, pada hari Kamis (12/6) di Aula lantai 2 gedung rektorat Unej.

“Aturan-aturan baru tersebut malah sering dibuat berdasarkan kelemahan-kelemahan perguruan tinggi,” lanjut Moh. Hasan.

“Bahkan sampai ada aturan yang memberikan status perguruan tinggi sehat dan yang tidak sehat. Ini diberitakan di media massa nasional. Kalau sudah terlanjur dibaca masyarakat kan susah merubah pandangan tersebut,“ terang Moh. Hasan.

Forum perguruan tinggi se-Besuki Raya diikuti oleh perguruan tinggi swasta dari Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo kota dan kabupaten Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Bondowoso bersama Universitas Jember sebagai perguruan tinggi negeri. Forum ini digagas bersama dalam rangka membangun jaringan kerjasama untuk maju bersama-sama. Pada pertemuan ini masing-masing perguruan tinggi mengutus pembantu rektor bidang pendidikan dan pembantu rektor bidang kemahasiswaan. Agenda pertemuan adalah membahas bagaimana mengatasi masalah-masalah bidang pendidikan dan kemahasiswaan, serta mencari formula solusi yang tepat melalui kerjasama jaringan antarperguruan tinggi se-Besuki Raya.

Pertemuan forum perguruan tinggi se-Besuki Raya berlangsung cair dan mengalir. Dalam suasana santai, rektor Unej Moh. Hasan yang didampingi Prof. Mohammad Saleh pembantu rektor bidang kemahasiswaan Unej, memapaparkan tantangan dan keharusan yang musti dilakukan perguruan tinggi. Sementara itu, Moh. Hasan juga memahami kesulitan yang dihadapi perguruan tinggi swasta untuk memenuhinya sesuasi regulasi pemerintah.

Masalah yang kerap dihadapi perguruan tinggi swasta, utamanya di daerah adalah tenaga pendidik dan tuntutan fasilitas iklim akademik yang maju. “Syarat untuk kelulusan mahasiswa, harus menulis di jurnal ilmiah. Padahal mengelola jurnal tidak mudah dan tidak murah. Sementara jumlah mahasiswa sangat banyak,” keluh Khurtubi, Pembantu Rektor bidang akademik Universitas Islam Jember pada sesi sharing atau berbagi permasalahan.

Moh. Hasan menawarkan sarana publikasi ilmiah online. “Karena ini memang regulasi jadi harus dipenuhi. Tren sekarang adalah jurnal online. Ini untuk mewadahi kebutuhan mahasiswa kita yang artikelnya harus dimuat di jurnal untuk syarat kelulusan. Kalau mahasiswanya ribuan dan masih menggunakan jurnal offline atau penerbitan seperti biasa maka bisa dibayangkan kerepotannya. Ini memang harus dipikirkan untuk diadakan di perguruan tinggi. Mungkin jurnal-jurnal di Unej bisa dimasuki oleh mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi yang ada di sini. Dan, mungkin kita perlu membuat jurnal-jurnal baru secara online untuk menampung kebutuhan persyaratan lulusan sesuai regulasi dikti,” ajak Moh. Hasan.

Untuk kebutuhan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, pengabdian pada masyarakat, Moh. Hasan berpendapat perlu bersinergi di antara perguruan tinggi se-Besuki Raya. Kebutuhan masyarakat di masing-masing kabupaten yang beragam bisa diupayakan dengan mensinergikan kegiatan pengabdian pada masyarakat secara bersama-sama. “Permintaan dari pemerintah kabupaten di luar wilayah Jember sering kami terima. Ini mengindikasikan bahwa sebenarnya pemerintah daerah tersebut membutuhkan kegiatan pengabdian pada masyarakat dari Unej. Apa tidak bisa ini kita lakukan bareng-bareng, misalnya dengan melakukan KKN bersama dari adik-adik mahasiswa kita? Ini bagus juga untuk interaksi antarmahasiswa,” gagas Moh. Hasan.

“Unej untuk seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) yang akan tes tanggal 17 Juni 2014 nanti ini hanya menerima 1.580 mahasiswa dari 10.772 peserta tes atau 14,6%. Artinya, masih ada 9.192 calon mahasiswa yang sangat berkeinginan untuk melanjutkan studi,” jelas Moh. Hasan optimis. Melihat besarnya angka calon mahasiswa yang tidak masuk di Unej maka peran perguruan tinggi swasta sangat besar untuk menampung mereka.

Pertemuan forum perguruan tinggi se-Besuki Raya selanjutnya adalah membangun memorandum kesepahaman untuk mewujudkan kerjasama dalam rangka untuk kemajuan bersama. (humasUNEJ/asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: