Unej Cepat Tanggap Bencana Kencong

JEMBER (titik0km.com) – Bencana banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Kencong beberapa waktu lalu menimbulkan simpati mendalam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Tim Bantuan Medis (TBM) Vertex Fakultas Kedokteran Universitas Jember.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga di dua desa di kecamatan tersebut, yaitu desa Kraton dan Desa Paseban TBM FK Unej membuka posko peduli banjir. Posko yang dipusatkan di salah satu sekolah dasar yang ada di Desa Kraton, Kencong itu, merupakan kerja sama antara TBM Vertex FK Unej, BPBD, Puskesmas setempat, dan KODIM. Tim TBM berada di sana selama 3 hari, sejak tanggal 23-26 Desember lalu.

“Sejak terdengar berita mengenai banjir bandang di Kencong rektor langsung menginstruksikan supaya Unej menerjunkan tim untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan pertama,” ujar Prof. Dr. Ek. Moh. Saleh S.E., M.Sc, Pembantu Rektor III yang membidangi kemahasiswaan.

Menurutnya, penerjunan mahasiswa ke wilayah bencana untuk membantu masyarakat yang belum tertangani utamanya para korban yang berada didaerah pelosok desa Kraton dengan medan yang sulit untuk dijangkau. “Penerjunan mahasiswa juga untuk meningkatkan jiwa peduli mahasiswa,” imbuh Prof Saleh.

Tim TBM Vertex merupakan unit kegiatan mahasiswa Fakultas Kedokteran bidang kebencanaan. Merekaselalu siap untuk diterjunkan pada wilayah bencana khususnya daerah karesidenan Besuki seperti halnya bencana banjir kencong. Mereka disana hadir untuk memberikan pengobatan gratis, memberikan edukasi kesehatan dan melakukan penyuluhan pemulihan trauma akibat bencana.

“Kami disana memberikan pengobatan gratis dan penyuluhan paska bencana, Alhamdulillah semua berjalan lancar hanya saja beberapa warga menolak untuk dievakuasi sehingga kami harus keliling desa mendatangi mereka,” tutur Dimas selaku wakil Tim TBM Vertex. Menurutnya penyakit yang diderita korban bencana banjir Kencong rata-rata adalah gatal-gatal, diare, batuk, pilek, dan demam.

Kepedulian para mahasiswa terhadap musibah banjir yang dialami warga dua desa di Kecamatan Kencong, kata Dimas, merupakan semangat karya nyata dan mendharmakan diri serta mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi. “Ini adalah bentuk karya nyata kami dan merupakan bentuk implementasi dari tri dharma perguruan tinggi,” imbuh Dimas. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: