Universitas Jember Kukuhkan Dua Guru Besar

Pengukuhan 2 Guru Besar Universitas JemberJEMBER (titik0km.com) – Universitas Jember kembali mengukuhkan dua orang guru besarnya. Kali ini giliran Prof. drg. Mei Syafriadi, MDSc., PhD dari Fakultas Kedokteran Gigi dan Prof. Dr. Isti Fadah, MSi dari Fakultas Ekonomi. Kedua guru besar ini dikukuhkan hari Senin, 22 April 2013. Upacara pengukuhan yang berlangsung di Gedung Soetardjo ini dipimpin langsung oleh Rektor, Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD. Hingga saat ini Universitas Jember memiliki 41 orang guru besar.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Jember mengutarakan jika upacara pengukuhan kali ini terasa istimewa karena berdekatan dengan Peringatan Hari Kartini, dan  salah satu yang dikukuhkan adalah guru besar perempuan yakni Prof. Dr. Isti Fadah, MSi. “Sekali lagi kaum perempuan telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya bergelut pada bidang domestik, namun juga bisa berkarya hingga mencapai jabatan guru besar,” kata Rektor.

Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD kemudian menjelaskan jika saat ini ada lima orang guru besar perempuan di Kampus Tegalboto, sementara empat orang lagi tengah diproses penetapannya sebagai guru besar.  “Universitas Jember menargetkan sepuluh persen dari jumlah dosen Universitas Jember yang berjumlah seribu orang akan mencapai jabatan guru besar. Saat ini total ada 19 orang dosen yang tengah memproses jabatan guru besar, sembilan orang sedang diproses di Kemdikbud RI dan sisanya masih dibahas di senat universitas,” tambahnya lagi.

Guru besar yang mendapatkan giliran pertama membawakan pidato ilmiah adalah Prof. drg. Mei Syafriadi, MDSc., PhD. Judul pidato ilmiahnya adalah Peningkatan Profesionalisme Dokter Gigi Dalam Menegakkan Diagnosis Tumor Rongga Mulut. Guru besar yang menempuh studi doktoralnya di Graduate School of Medical and Dental Sciences, Niigata University Jepang ini adalah guru besar di bidang Patologi Anatomi/Patologi Mulut.

Menurut Prof. drg. Mei Syafriadi, MDSc., PhD, dalam menegakkan diagnosis tumor rongga mulut dibutuhkan ketelitian seorang dokter gigi mulai dari proses anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang. “Dari pemeriksaan yang lengkap, maka diagnosis klinis maupun diagnosis definitif dapat ditegakkan yang merujuk ke salah satu penyakit,” jelas guru besar kelahiran Medan ini.

Sementara itu koleganya, Prof. Dr. Isti Fadah, MSi adalah guru besar bidang Ilmu Manajemen Keuangan. Judul pidato ilmiah yang disampaikan adalah Dividen Dan Teori Keagenan (Perspektif Emiten dan Perspektif Investor). Prof. Dr. Isti Fadah, MSi  menjelaskan bahwa perkembangan kinerja pasar modal Indonesia yakni Bursa Efek Indonesia kondisinya saat ini sangat luar biasa. Dari data tahun 2102 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu naik dari tahun 2007 hingga kini.

“Hal ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, namun sayangnya investor yang bermain lebih banyak investor asing daripada dalam negeri. Jadi perlu upaya untuk meningkatkan peran aktif investor lokal termasuk mempromosikan saham-saham syariah,” tutur dosen Fakultas Ekonomi yang asli Jember ini. (ads)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: