Untuk Pertama Kalinya Pemkab Jember Gelar Kursus KML Untuk Pembina Pramuka

Jember (titik0km.com) – Sedikitnya 60 Pembina Pramuka dari 31 Kecamatan di Jember, Senin (24/9/2018) mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Lanjutan (KML), kursus ini merupakan pertama kalinya diadakan di Kabupaen Jember, Menurut Dedi M Nurahmadi Kadispora Pemkab Jember, KML merupakan program Bupati di bidang Pramuka untuk peningkatan kemampuan dan keterampilan pembina Pramuka.

“Program KML ini untuk pembina penggalang dan penegak, dan ini adalah program Dispora tahun 2018, dan kegiatan ini pertama kalinya ada di Jember,” ujar Dedi.

Dedi menambahkan peserta KML diambil dari pembina Pramuka di seluruh wilayah Kabupaten Jember. Jumlahnya 60 orang pembina dengan usia 25 – 50 tahun.

“Mereka ini  utusan kwartir ranting dari kecamatan, satuan komunitas SPN (Sekawan Persada Nusantara), SIT (Saku Islam Terpadu), Saku Ma’arif Kencong, Pondok Pesantren, dan Universitas Jember dengan pemateri dari Kwarcab Jember agar diimplementasikan di wilayahnya masing-masing,” tambah Dedi

Kadispora berharap dengan adannya kegiatan ini, diharapkan ada outcome yang menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Terlebih pergaulan anak-anak saat ini yang menghawatirkan. Sehingga, kegiatan Pramuka juga bisa untuk menangkal para anak-anak muda agar tidak terlibat atau tidak terjerumus pada hal negatif dan tidak produktif.

Sementara Ahmad Nawawi Pembina Kursus Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan kepada wartawan mengatakan, Kwartir Cabang Jember menggelar KML ini agar pembina Pramuka di Jember benar-benar bisa mempraktekkan ketentuan terbaru dari kwartir Nasional, “Peserta ini harus mempunyai kualifikasi dan dinyatakan lulus serta memiliki ijazah KMD,” ujar Kak Nawasi.

KML sendiri merupakan tindak lanjutan Kursus Pembina Pramuka Tingkat Dasar ( KMD) yang salah satunya untuk memperdalam pengetahuan kegiatan dalam membina Pramuka sesuai ketentuan nasional.

“Kursus ini menggunakan ketentuan baru Sisdiklatpram SK Kwarnas no 048 tahun 2018, kegiatan ini berbentuk back to nature dan digelar selama 6 hari, dan peserta diwajibkan tidur di tenda karena namanya Pramuka ya tidurnya sambil berkemah, sehingga bisa memahami tentang cara berkemah yang baik, sehingga bisa mengaplikasikan kepada peserta didik,” imbuhnya Nawawi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: