Toko Buku Pun Ada Dalam Rumah Sakit

Upaya Direktur RS Bina Sehat Jember dr Faida MMR Gaungkan Sinergisitas (seri 2)

berkat sinergi kedai buku sehat ada di rumah sakit

MAU tahu bagaimana dr Faida MMR dididik orang tuanya semenjak remaja hingga akhirnya mampu mengemban amanah sebagai Direktur Rumah Sakit Bina Sehat Jember dan Chief Executive Officer (CEO) Rumah Sakit Al Huda Genteng Banyuwangi?  Semuanya tak lepas dari peran Abahnya, alm Musytahar Umar Thalib

SEPENGETAHUAN saya, belum ada sosok pendukung sebaik dan sesempurna Abah. Merintis, bagi Abah, seperti snowball fenoment. Ini juga aku lihat ketika Rumah Sakit Al Huda didirikan. Karyawannya masih muda-muda dan kebanyakan perempuan. Ini karena mayoritas pekerjanya adalah perawat,” ujarnya mengawali cerita.

Setiap hari, kata dia,  ada saja yang tidak masuk kerja. Ada yang alasan pembantunya pulang, anaknya tidak ada yang jaga, hingga alasan ibunya keluar kota dan tidak ada yang dititipi anak.

Melihat kenyataan itu, tentu tak bisa tinggal diam. “Saya bilang sama Abah, perlunya dibuat tempat penitipan anak. Lebih bagus sekalian membangun dengan play grup,” ujarnya.

Waktu itu, lahan rumah sakit Al Huda yang 3.750 meter persegi sudah penuh. Tidak mungkin jika lokasi sekolah mengunakan lahan rumah sakit. “Apa kata Abah waktu itu? Kalau ada kemauan, pasti yakin ada jalan,” ujarnya mengenang.

“Kalau sudah suara hati mengatakan ini harus dikerjakan, maka harus diperjuangkan terus. Jangan mau mundur. Kalau bisanya baru sebatas itu,  itu dulu dilaksanakan. Tidak usah ditunda-tunda lagi.”

Faida juga merasakan betul, bagaimana seorang dokter gigi ditaruh menjadi manajer. Faida juga sempat tidak mengerti, kenapa dilibatkan dalam urusan seperti itu.

“Dari situ saya sadar, bagaimana Abah sekuat tenaga mendorong suatu rintisan dengan totalitasnya. Membuat seorang pemula menjadi mantap. Dan menciptakan seseorang yang berani, tetapi tidak ngawur dengan arahan yang betul. Maka dari itulah, dengan pengalaman hidup yang dijalani, Faida selalu men-support siapa saja yang hendak merintis sesuatu. Apalagi ketika diajak bersinergi, Faida yang pertama mengatakan kesanggupannya.

“Meskipun bidang gerak sama, sinergi tetap bisa dilakukan. Yang harus dibangun adalah berkompetisi secara sehat demi kemajuan, tidak dengan cara menjatuhkan,” ujarnya.

Lebih baik bersinergi karena dengan sinergi banyak hal yang bisa dilakukan. “Dengan sinergi, sesuatu yang dirasa tidak mungkin, akan menajdi mungkin dilakukan,” paparnya. Salah satu contohnya, Faida mensinergikan keberadaan toko buku dengan rumah sakit Bina Sehat Jember. Siapa yang menyangka jika toko buku ternyata bisa berjualan di dalam rumah sakit. Dan itu dilakukan oleh Faida dengan menyediakan berbagai buku dan mendirikan Kedai Buku Sehat dalam lingkungan Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Dan itu menjadi satu-satunya rumah sakit yang di dalamnya ada toko buku. (bersambung/tnt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: