Warga Lingkungan Kumuh Kolong Tol Tambak Asri Surabaya Dapat Bantuan

SURABAYA (titik0km.com) – Musim penghujan yang baru tiba mungkin menjadi berkah bagi beberapa orang, tetapi tidak bagi mereka yang tinggal di kolong jembatan tol Tambak Asri, Surabaya.  Warga kolong tol Tambak Asri, Surabaya yang rata-rata berprofesi sebagai pemulung, pengamen, tukang pijat panggilan, pengemis, dan kuli bangunan ini, kesehariannya memang berada di lingkungan yang kumuh. Apalagi jika memasuki musim penghujan kolong tol Tambak Asri Surabaya semakin tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal. Yayasan Bangkitlah Kemanusiaan Indonesia (RISE) dan Komunitas Tolong Menolong (KTM), kali ini mecoba meringankan beban yang menghuni kolong jembatan tol yang menghubungkan Dupak-Perak pada hari Minggu (24/11).

Puluhan paket bantuan yang berisikan 15 kg beras, 2 kg kacang hijau, 2 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 1 dus mie instant, 1 kotak susu bubuk, 1 kaleng susu cair, dan 1 sajadah dibagikan untuk masing-masing Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di kawasan kumuh pinggiran Utara Surabaya ini. Juga dibagikan paket obat-obatan yang berisikan vitamin untuk anak-anak, minyak telon, minyak kayu putih, obat batuk, balsem, dan obat masuk angin.

Menurut Drg. Reshma, perwakilan dari Yayasan Bangkitlah Kemanusiaan Indonesia (RISE), bakti sosial (baksos) ini bertujuan untuk meringankan beban hidup kaum papa yang tinggal disana. Serta mengantisipasi dampak dari musim penghujan. “Apalagi melihat hunian mereka yang jauh dari bersih dan sehat. Tentu rentan terhadap pelbagai macam penyakit khususnya flu, masuk angin dan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut),” kata Reshma.

Untuk itu, lanjut Reshma, dalam baksos ini juga dibagikan selimut buat seluruh penghuni kolong jembatan tol Tambak Asri. “Supaya mereka tidak kedinginan kala hujan turun atau pas malam tiba sebagai penghangat waktu tidur, untuk kegiatan kali ini juga di ikuti puluhan pengamal ajaran Sri Satya Sai Baba, kebetulan juga dalam rangka Hari Ulang Tahun Sri Sathya Sai Baba, dengan menggelar aksi sosial dan kepedulian terhadap sesama” ujar Reshma.

Pada kesempatan itu juga, para penghuni kolong jembatan tol Tambak Asri juga diajak makan siang bersama dengan makana cepat saji. Makanan yang sangat jarang atau hampir tidak pernah terbeli oleh mereka kecuali saat mereka diberi. “Jangankan untuk beli itu (makanan cepat saji, red), untuk makan saja, kami kesulitan kok,” kata Sriani (65th) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat panggilan. Sementara suaminya Kartono (75th) hanya bisa tergolek di kasurnya yang lusuh dikarenakan sedang sakit. Hal senada juga diungkapkan Budi (8th). “Saya baru kali ini makan ayam seenak ini. Terima kasih ya, kak,” ucapnya sembari makan bersama kedua adiknya, Ita (5th) dan Adi (3th).

Daniel Lukas Rorong, Koordinator Aksi dan Ketua Komunitas Tolong-Menolong (KTM) yang juga turut berpartisipasi dalam baksos ini mengaku antusias dan menyambut dengan tangan terbuka jika banyak pihak yang mempedulikan komunitas-komunitas masyarakat yang berada di lingkungan kumuh di Surabaya. “Karena membantu serta menolong mereka kaum tak mampu, tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tapi juga merupakan tanggungjawab kita bersama,” papar Daniel yang sudah sejak 2007 lalu menjadi aktifis kemanusiaan.

Baksos oleh Yayasan Bangkitlah Kemanusiaan Indonesia (RISE) dan Komunitas Tolong Menolong (KTM) itupun diakhiri dengan pembagian abate dan bersih-bersih hunian untuk menghindari serta mencegah penyakit demam berdarah. (ias)

Tak hanya bantuan paket sembako warga  kolong kumuh jembatan tol Tambak Asri Surabaya juga mendapatkan bantuan obat-obatan dan selimut guna mengantisipasi  musim penghujan Warga penghuni kolong kumuh jembatan Tol Tambak Asri bekerja bakti bersihkan hunian untuk cegah penyakit Demam Berdarah Yayasan Bangkitlah Kemanusiaan Indonesia RISE dan Komunitas Tolong Menolong mecoba meringankan beban penghuni kolong jembatan tol Dupak-Perak pada hari Minggu 24-11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: