Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Features » Warga Silo Awali Taour Wisata Religi di Jember

Warga Silo Awali Taour Wisata Religi di Jember

Warga Silo Awali Taour Wisata Religi di Jember

Jember (titik0km.com) – Kabupaten Jember miliki paket wisata religi, sesuai dengan 22 program kerja, terutama pada tahun 2019 yang fokus pada wisata sudah mulai bisa dirasakan masyarakat, selama sehari sejak Jumat (8/3/2019) siang hingga malam hari kemarin, tour paket Wisata Religi diawali oleh 600 Muslimat dari Desa Mulyorejo Silo.

Dengan menggunakan 53 mobil, rombongan ibu-ibu Muslimat ini berangkat dari halaman SMP Negeri 1 Silo, dengan beriring-iringan dan mendapat pengawalan Polisi, lokasi wisata pertama yang dituju adalah Masjid Cheng Hoo yang ada di belakang kanto Kelurahan Sempurasi Kaliwates, di samping Transmart Jember.

“Ini merupakan rombongan wisata religi perdana, yang diikuti oleh ibu-ibu Muslimat dari Kecamatan Silo, dan Masjid Cheng Hoo adalah tempat pertama yang dituju dari 5 tempat yang menjadi paket wisata Religi,” ujar Bambang Saputra Kabid Bina Mental.

Selama di Masjid yang mirip Klenteng (tempat peribadatan wara Tionghoa) rombongan disambut oleh Takmir Masjid Cheng Hoo, disini warga mendapat penjelasan tentang ornamen Masjid dan juga perjalanan Cheng Hoo, salah satu ulama asal China yang berkelana sampai di Indonesia.

Usai dari Masjid Cheng Hoo, rombongan tour Wisata Religi dilanjutkan dengan mengunjungi Masjid Raoudatul Muchlisin yang ada di jalan Gajahmada Kaliwates Jember, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam KH. Muhammad Shiddiq.

Menjelang maghrib, jamaah wisata Religi melanjutkan perjalanan menuju Majid Jami Al Baitul Amin, masjid yang bentuknya mirip Keong, bahkan sebagian orang menyebut Masjid ‘Mangkok’, disini jamaah wisata religi melaksanakan sholat maghrib dan isyak.

“Setelah sholat isyak, jamaah menuju lantai dua Pendopo Wahyawibawagraha, disana mereka disambut Ibu Bupati Jember, dan menutup kegiatan wisata ini dengan menggelar Sholawatan bersama sampai selesai,” imbuhnya Bambang.

Bambang menambahkan, Pendopo menjadi bagian akhir dari tour wisata religi, dikarenakan pendopo merupakan rumah rakyat, dimana pada era sebelumnya, tidak semua masyarakat bisa masuk ke pendopo.

“Pendopo ini adalah rumah rakyat, banyak masyarakat Jember terutama yang tinggal jauh dari kota yang belum pernah ke sini, oleh karenanya pada tour wisata religi perdana yang di fasilitasi Pemkab Jember ini, kedepan bisa menginspirasi yang lain secara mandiri,” pungkas Bambang. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top