Wartawan Jatim Lakukan Latihan Penanggulangan Bencana

LAMONGAN (titik0km.com) – Pelatihan penanggulanan kebencanaan memang menjadi satu materi wajib, apabila berdiam di daerah yang berada di batas tumbukan lempeng dunia seperti Indonesia. Puluhan wartawan jawa Timur, di bawah terik matahari para awak media ini berlatih mendirikan tenda keluarga di pelabuhan Sedayu, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur pada Rabu pagi (16/3) yang lalu. Pelatihan ini bagian dari kegiatan Forum Komunikasi Wartawan dalam peningkatan kapasitas penanggulangan bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Para wartawan mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. “Saya mendapatkan pengetahuan baru, khususnya trauma healing”, ujar Nana wartawan dari Radio Puspita Malang yang juga sebagai relawan, seperti yang dirilis oleh laman BNPB pada Selasa (22/4).

Tujuan kegiatan ini antara lain untuk menambah pengetahuan dan menjadi bekal untuk memperkaya dalam peliputan berita kebencanaan. Materi yang diberikan antara lain sistem penanggulangan bencana Indonesia, pengelolaan data dan informasi, dan penanganan darurat. Di samping itu, materi kegunungapian, jurnalisme kebencanaan, dan trauma healing diberikan bagi para peserta.

Kegiatan yang berlangsung pada 15-17 April 2014 di Surabaya ini meliputi kegiatan di dalam dan luar ruangan. Sementara itu materi luar ruangan meliputi keterampilan pendirian tenda, dapur umum, pertolongan pertama dan penyelamatan di air. Para wartawan juga dikenalkan dengan GPS dan teknologi water treatment yang dimiliki oleh BPBD setempat.

BNPB menghadirkan narasumber hari pertama antara lain dari BNPB sendiri, BPPTKG, BPBD Jatim, Kantor Berita Antara, PWI, dan PMI, sedangkan fasilitator pada kegiatan lapangan dari BPBD Provinsi Jatim, BPBD Kabupaten Lamongan, PMI, dan Polisi Air. Perwakilan 50 wartawan dari media cetak dan elektronik Jawa Timur turut merasakan apa yang dialami petugas di lapangan khususnya ketika mereka berlatih untuj mendirikan tenda keluarga dan memasak makan siang mereka sendiri di mobil dapur umum. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: