Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Features » Wow, 589 Pengantin Nikah Massal di Kecamatan Tanggul

Wow, 589 Pengantin Nikah Massal di Kecamatan Tanggul

Wow, 589 Pengantin Nikah Massal di Kecamatan Tanggul

Jember (titik0km.com) Ratusan pasangan suami-isteri (pasutri) hari ini jalani sidang isbat nikah secara massal, di halaman Kantor Kecamatan Tanggul, Jumat (21/12).

Sidang isbat tersebut digelar di 9 ruang sidang. Camat Tanggul Ahmad Fauzi saat dikonfirmasi mengatakan, acara ini merupakan program bupati Jember yg digelar di 9 titik selama 2018 dan di Kecamatan Tanggul ini adalah tahap terahir. Acara tersebut juga terselenggara dengan bersinergi antara Pengandilan Agama (PA) dan Dispendukcapil Kabupaten Jember. Sidang isbat massal kali ini berhasil menjaring 589 pasutri isteri dari 10 kecamatan.

“Sesuai instruksi Ibu Bupati Jember, sidang isbat massal ini digelar. jadi ini adalah satu bentuk kepedulian Pemkab Jember untuk datang ke masyarakat membantu mereka,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, pelaksanaan isbat nikah massal ini dilakukan lantaran banyaknya masukan dari warga di kecamatan se-Kabupaten Jember. Warga merasa kesulitan ketika hendak memproses atau mengurus administrasi kependudukan, maupun keperluan administrasi lainnya, karena tidak memiliki surat nikah.

“Misalkan, gagal umroh karena tidak bisa memproses pengurusan data diri seperti pembuatan KTP KK dan sebagainya. Oleh karenanya, intruksi bupati kepada Muspika Tanggul beserta PA dan Dispendukcapil untuk segera menyelenggarakan isbat nikah massal ini,” ungkapnya.

Adapun peserta yang mengikuti isbat nikah ini adalah pasangan yang sekian tahun tak memiliki surat nikah.

“Sedangkan untuk biaya, semuanya kita berlakukan secara GRATIS,” terangnya.

Sidang isbat nikah massal ini kebanyakan diikuti pasangan yang tidak lagi muda. Bahkan, di antaranya sudah ada yang berusia 70 tahun ke-atas. Terlihat raut gembira di wajah mereka, saat petugas dari Pengadilan Agama Jember meresmikan perkawinan mereka setelah sekian lama tak tercatat.

“Kami sangat senang. Dan menurut kami ini sangat membantu sekali, karena dengan memiliki buku nikah kita sudah memperoleh pengakuan secara sah menurut negara, sehingga nantinya kita tidak lagi sulit untuk mengurus data diri maupun mengurus hal lainnya yang berkaitan dengan negara,” tutur Gito (70) warga asal Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji.

Gito juga mengatakan, dulunya ia mengikuti nikah masal namun hingga kini ia mengaku belum memiliki surat nikah dari PA. Gito mengaku dengan digelarnya sidang isbat nikah ini sangat membantu proses adminduk lainnya.

“Tahun depan saya pergi umroh salah satu persyaratannya harus memiliki surat nikah, alhamdulillah sidang isbat nikah ini sangat membantu,” katanya. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top